
BENGKALIS – Pasar Seni Slaksa 2026 di Desa Bantan Tengah, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, berlangsung meriah. Mengusung semangat menyemai tradisi dan menumbuhkan kreasi, kegiatan ini menyatukan seni budaya, pelaku UMKM, musisi lokal serta masyarakat dalam sebuah pesta rakyat.
Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Pasar Desa Bantan Tengah, Sabtu (23/8/2026) malam, dibuka Bupati Bengkalis Hj Kasmarni yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Johansyah Syafri.
Pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan Tari Persembahan dari Sanggar Seni Slaksa. Ratusan masyarakat tampak antusias menyaksikan berbagai rangkaian pertunjukan yang disiapkan panitia.
Turut hadir Camat Bantan Aulia Fikri, Penjabat Kepala Desa Bantan Tengah Oki Farhadinata, unsur pemerintah desa serta tokoh masyarakat dan pemuda.
Dalam sambutannya, Johansyah Syafri menyampaikan apresiasi Pemerintah Kabupaten Bengkalis terhadap pelaksanaan Pasar Seni Slaksa yang telah memasuki tahun ketiga.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi panggung hiburan, tetapi juga ruang untuk menghidupkan seni, budaya dan ekonomi kreatif masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bengkalis, kami menyampaikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Sanggar Slaksa yang telah menggagas dan melaksanakan kegiatan ini,” ujarnya.
Ia mengatakan, tema “Menyemai Tradisi, Menumbuhkan Kreasi” memiliki makna yang kuat karena menggambarkan bagaimana tradisi dan kearifan lokal dapat menjadi dasar untuk melahirkan kreativitas baru.
“Tradisi yang diwarisi dari leluhur adalah benih, sementara kreativitas adalah cara kita membuatnya tetap hidup dan berkembang,” katanya.
Johansyah menambahkan, Pasar Seni Slaksa menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana potensi masyarakat desa dapat dikembangkan melalui seni, budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif.
Apalagi, dalam kegiatan tersebut turut dilibatkan sekitar 100 lapak UMKM yang menawarkan berbagai produk masyarakat, mulai dari kuliner, kerajinan tangan hingga hasil kreativitas lainnya.
“Semua ini bukan hanya untuk dipajang, tetapi untuk dikenal, dinikmati, dibeli dan semakin berkembang hingga mampu menembus pasar yang lebih luas,” katanya.
Ia berharap kegiatan seperti Pasar Seni Slaksa dapat terus dilaksanakan dan menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi sekaligus menggerakkan roda perekonomian.
“Teruslah berkarya, teruslah berinovasi dan jangan pernah ragu mengangkat kekhasan daerah kita. Pemerintah Kabupaten Bengkalis akan selalu mendukung langkah masyarakat,” pesannya.
Sementara itu, Camat Bantan Aulia Fikri mengapresiasi inisiatif para pemuda Desa Bantan Tengah yang mampu menghadirkan kegiatan seni dan budaya di tengah masyarakat.
Menurutnya, Pasar Seni Slaksa bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi wujud nyata dalam mewadahi bakat, hobi dan kreativitas masyarakat.
“Kegiatan seperti ini tidak hanya seremonial, tetapi merupakan tindakan nyata untuk mewadahi keahlian dan hobi masyarakat melalui kegiatan seni,” ujarnya.
Ia menilai Desa Bantan Tengah memiliki masyarakat yang kreatif dan kompak. Hal itu terlihat dari berbagai kegiatan yang mampu dilaksanakan secara bersama-sama, termasuk kegiatan keagamaan dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Aulia berharap Pasar Seni Slaksa dapat menjadi agenda tahunan dan terus berkembang sehingga mampu menjadi salah satu ruang promosi seni budaya serta potensi ekonomi masyarakat Kecamatan Bantan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya. Apalagi momentumnya berdekatan dengan HUT ke-81 Republik Indonesia, sehingga menjadi ruang bagi para pemuda untuk berkreasi dan memperkenalkan seni budaya kepada masyarakat luas,” katanya.
Ketua Panitia sekaligus Ketua Sanggar Slaksa Bantan Tengah, Syaibatul Hamdi, mengatakan Pasar Seni Slaksa 2026 terlaksana secara swadaya melalui kerja sama Sanggar Slaksa dengan Ikatan Pemuda-Pemudi Pasar Desa Bantan Tengah.
Ia menyebut kegiatan tersebut dapat terlaksana berkat kerja keras panitia serta dukungan proposal, donatur, sponsor dan masyarakat Desa Bantan Tengah.
“Apabila dalam pelaksanaan kegiatan ini masih terdapat kekurangan, baik dalam penyambutan, pelayanan maupun teknis pelaksanaan, tentunya menjadi evaluasi bagi kami ke depan,” ujarnya.
Syaibatul mengatakan, Pasar Seni Slaksa tahun ini tidak hanya menghadirkan pentas seni, tetapi juga melibatkan para pelaku UMKM dari Desa Bantan Tengah maupun daerah lainnya.
“Kegiatan ini tidak hanya tentang pentas seni. Alhamdulillah, hari ini kami juga menghadirkan para pelaku UMKM sehingga menjadi ruang silaturahmi dan kreativitas,” katanya.
Berbagai penampilan seni turut memeriahkan malam pembukaan, di antaranya Sanggar Fay Entertainment, Sanggar Seni Melayu Setaman, Sanggar Slaksa, penampilan seni dari Suku Akit serta Sanggar Renjana.
Suasana semakin semarak dengan penampilan dua band lokal Bengkalis, yakni Band Semalam Sore dan Anarva, yang menghibur masyarakat hingga malam.
Selain pertunjukan seni dan musik, panitia juga menghadirkan sekitar 100 lapak UMKM sebagai upaya memberikan ruang promosi dan pemasaran bagi produk masyarakat.
Rangkaian Pasar Seni Slaksa 2026 masih akan berlanjut. Pada Ahad pagi, panitia menjadwalkan kegiatan senam dan jalan santai di Lapangan Pasar Desa Bantan Tengah. Sementara malam harinya kembali digelar pentas seni.
Syaibatul berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang silaturahmi, kreativitas sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
“Pasar Seni Slaksa menjadi ruang silaturahmi dan kreativitas yang mempertemukan pelaku seni dan UMKM. Ini menjadi bukti bahwa semangat berkesenian, berkreativitas dan menggerakkan ekonomi masyarakat dapat tumbuh melalui kebersamaan,” tuturnya.
Kesuksesan kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari mahasiswa KKM ISNJ Bantan Tengah dan KKN UIN Suska Riau yang ikut terlibat dalam mendukung pelaksanaan Pasar Seni Slaksa 2026.