Akibat Kabut Asap Penyeberangan Roro Sempatkan Dihentikan

Jumat, 21 Juni 2013

BENGKALIS.Kabut asap yang menyelimuti perairan selat Bengkalis makin parah, Kamis (20/6). Kondisi ini memaksa Dinas Perhubungan,Komunikasi dan Informasi Kabupaten Bengkalis menunda pemberangkatan  pelayaran kapal roro selama satu jam.
Penundaan pelayaran dilakukan mulai pukul 09.00- 10.00 WIB dengan alasan pertimbangan keselamatan. Jarak pandang yang hanya 100 meter sangat tidak memungkinkan untuk pelayaran dan dikhawatirkan akan berdampak terjadinya kecelakaan. Bahkan sehari sebelumnya nyaris terjadi tabrakan antara KMP Tasik Gemilang dengan KMP Swarna Putri.
"Penundaan pemberangkatan kapal roro yang kita lakukan dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB setelah kita berkoordinasi dengan Adpel. Kita tak bermaksud membuat susah masyarakat, penundaan pelayaran ini semata-mata demi keselamatan mengingat jarak pandang sudah tidak memungkinkan untuk pelayaran.,"ungkap Kadishubkominfo Bengkalis, H Arman AA, Kamis (20/6).
Kondisi kabut asap yang semakin tebal menyelimuti perairan dan daratan saat ini, Dishub tidak lagi memberlakukan jadwal pemberangkatan sebagaimana yang sudah diatur sebelumnya. Dalam pemberangkatan kapal lebih difokuskan pada situasi peairan dan pendapat nakhoda kapal sendiri. "Walau roro yang operasional tetap tiga, namun pemberangkatan tidak mesti dilakukan sesuai jadwal. Melihat kondisi cuaca seperti sekarang ini, kita terus berkoordinasi dengan Adpel. Kalau kata nakhoda tidak memungkinkan untuk berlayar, ya kita stop dulu karema nakhodalah yang tahu persis bisa atau tidaknya berlayar. Semuanya demi keselamatan bersama," ujar Kadishub.
Ketika ditanya apakah terjadi penumpukan penumpang saat ditundanya pemberangkatan selama satu jam kemarin, Kadishub mengakui memang sedikit terjadi penumpukan, namun semuanya dapat diatasi karena penundaan penyeberangan hanya satu jam dan kapal roro yang dioperasikan tiga. "Setelah penundaan satu jam, roro beroperasi seperti biasa. Hanya saja operasional tak berdasarkan jadwal lagi karena melihat kondisi cuaca," tegasnya. Sementara itu Kepala Adpel Bengkalis, Mohammad Fikri, menegaskan bahwa pihaknya selalu memantau kondisi di lapangan. Pihaknya juga sudah mengingatkan semua perusahaan pelayaran dan nakhoda untuk menyalakan peralatan navigasi mengingat kabut tebal sangat menganggu pelayaran.
"Kita sudah ingatkan para nakhoda jika jarak pandang makin kecil, sebaiknya pemberangkatan ditunda," pesannya.
Pantauan di lapangan, kabut yang menyelimuti daratan dan perain Bengkalis makin parah. Jarak pandang di daratan hanya sekitar 200-300 meter, sementara di peraian
sekitarnya 100 meter, terutama saat pagi hari menjelang siang.
Kondisi cuaca sudah tidak sehat lagi. Debu warna putih sisa pembakaran berterbangan di udara. Mata terasa perih dan menggangu pernafasan akibat bau asap yang
menyengit. Kemudian mulai pukul 14.00 langit memerah dan udara gelap seperti
sore hari. Walau cuaca gelap, tapi terasa panas dan gerah. Jika tidak ada turun hujan dalam waktu dekat ini, dapat dipastikan kabut asap semakin pekat.(bku)