Keberadaan Tenaga Akuntansi Bantu Kecamatan

Jumat, 19 Juli 2013

BENGKALIS.Pihak kecamatan merasa terbantu dengan keberadaan tenaga akuntansi terutama dalam hal pembukuan program-program yang ada di desa. Diharapkan, keberadaan tenaga akuntansi ini bisa meningkatkan pengetahuan para aparatur desa yang terlibat langsung dalam pengelolaan keuangan desa.

“Saya merasakan sekali kalau keberadaan tenaga akuntansi ini sangat membantu dalam hal penyusunan program-program yang berhubungan dengan keuangan,” aku Camat Rupat Utara, Azman kepada wartawan, Rabu kemarin.

Dikatakan, untuk kecamatan Rupat Utara diperbantukan sebanyak dua tenaga akuntansi yang berasal dari perguruan tinggi UR. Dalam pekerjaan di lapangan, mereka secara terjadwal berkeliling dari satu desa ke desa lain untuk membantu berbagai kegiatan yang berhubungan dengan administrasi keuangan desa. Termasuk juga di dalamnya yang berhubungan dengan penyusunan APBDes dan pertanggungjawabannya.

“Secara umum memang aparatur desa kita sudah tahu bagaimana cara menyusun administrasi keuangan desa. Hanya kadang-kadang tidak sesuai dengan standar keuangan pemerintah. Termasuk juga pajak-pajaka yang harus dikeluarkan kadang-kadang masih belum tahu,” kata Azman.

Menyinggung adanya keinginan Bupati agar tenaga akuntansi dapat mentransferkan ilmu kepada perangkat desa, Azman mengatakan sangat setuju sekali dan itu yang sekarang dilakukan oleh tenaga akuntansi. Dirinya sudah menekankan kepada perangkat desa agar memahami secara detail setiap arahan-arahan yang diberikan oleh tenaga akuntansi. Berikutnya, ketika menemukan hal-hal serupa sudah bias mengerjakan sendiri tanpa perlu arahan lagi.

Sebelumnya, Bupati Bengkalis H Herliyan Saleh mengatakan latar belakang dari perekturan tenaga akuntansi desa semata-mata untuk memenuhi kebutuhan pemerintahan desa dalam hal perbaikan laporan keuangan desa yang memenuhi standar akuntansi. Mengingat, sejauh ini sebagian besar aparatur pemerintahan desa kurang memahami penyusunan laporan keuangan desa (LKD) yang akuntabel

“Hal ini dipandang penting, agar aparatur pemerintahan desa tidak salah dalam pengelolaan laporan keuangan, yang akhirnya berdampak pada persoalan hukum dikemudian hari,” ujarnya.

Bupati berharap kepada seluruh tenaga akuntansi, terutama yang ditempatkan di desa, agar secara maksimal membantu pemerintah desa untuk menyuguhkan laporan keuangan yang rapi, terinci dan akuntabel. Insya allah jika pemerintah desa dapat memaksimalkan keberadaan tenaga akuntansi desa ini, kedepan permasalahan tentang laporan keuangan desa dapat diminimalisir.(bku)