Kades Bisa Pergunakan ADD dan Inbup Untuk Atasi Kelangkaan Air Bersih

Jumat, 19 Juli 2013

BENGKALIS.Sejumlah desa di Bengkalis sulit mendapatkan air bersih di saat hujan tidak turun beberapa pekan saja, tertama desa-desa yang ada di  tepian Selat Bengkalis dan Melaka.

Sungai Alam misalnya, sejak beberapa waktu lalu masyarakat sudah mengangkut air dari parit-parit yang ada di pinggiran kebun karet yang airnya masih mengalir. Selain untuk kebutuhan mandi dan mencuci, air tersebut juga untuk kebutuhan memasak dan minum.

Kondisi tidak jauh beda terjadi di sejumlah desa lainnya, di Dusun Buyung Desa Kembung Luar. Sudah bertahun-tahun masyarakat mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih disaat musim panas tiba. Tak jarang, sebagian warga terpaksa mandi dan mencuci dengan air asin.

Di sebagian besar wilayah Pulau Bengkalis memang belum taraliri ari bersih dari PDAM. Untuk memasak dan minum, sebagian masyarakat menggunakan air hujan, sedangkan untuk mandi dan mencuci menggunakan air sumur.

“Kondisi krisis air ini sudah terjadi cukup lama, tapi sebetulnya bisa diatasi pemerintah desa. Desa kan punya dana ADD, saya kira tak salah kalau dana tersebut digunakan untuk membangun sejumlah sumur bor. Apalagi sekarang ada namanya dana Inbup, main besar dana yang dimiliki desa,” kata Kabag Humas Setkab Bengkalis, Andris Wasono, Rabu (17/7).

Saat dirinya masih menjabat Camat Bukit Batu, ada desa yang membangun sampai 5 buah sumur bor dengan dana ADD. Bahkan sumur bor bisa dibangun lebih banyak, karena sekarang kata Andris, ada dana Inbup.

“Sumur bor itu kan bagian dari infrastruktur. Jadi tidak salah kalau pembangunannya menggunakan dana ADD atau Inbup,” jelasnya.

Para kepala desa kata Andris, dituntut kreatif dan berinovasi dalam menyikapi berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. “Intinya tidak kaku, selagi penggunaan dana tersebut benar dan memang untuk kepentingan masyarakat, ya sebaiknya digunakan saja,” imbuh Andris.

Beberapa desa di Bengkalis sulit mendapatkan air bersih di saat musim panas tiba, terutama desa-desa yang ada di kawasan pesisir selat Bengkalis dan Selat Melaka. Sebagian waga terpaksa mandi dan mencuci dengan air asin, karena sumur-sumur dan parit-paarit sudah digenangi air laut.(bku)