Mobile Break Roro Air Putih Ambruk, Arus Penyebrangan Terganggu

Jumat, 19 Juli 2013

Mobile break dermaga roro Air Putih ambruk akibat sling yang putus sehinga tidak bisa bongkar muat k

BENGKALIS.Arus penyeberangan kendaraan dari Bengkalis tujuan Sungai Selari sempat lumpuh menyusul ambruknya mobile break akibat  kabel sling putus, Rabu (17/7) sekitar pukul 11.00 WIB. Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Kabupaten Bengkalis menyatakan permintaan maaf atas kejadian ini karena sungguh di luar perkiraan.

Pantauan di lapangan, kejadian sling putus saat armada KMP Swarna Putri akan sandar di depan di dermaga roro Air Putih. Kapal yang mengangkut kendaraan dan penumpang itu harus kembali ke Sungai Selari  karena MB ambruk sehingga tidak bisa bongkar muatan. Hanya para penumpang pejalan kaki yang dapat diseberangkan. 
Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bengkalis, Arman AA didampingi sejumlah pejabat instansi terkait langsung meninjau MB yang ambruk tetsebut. Juga terlihat Wakil Ketua DPRD Bengkalis, Indra Gunawan.  “Kita akan secepatnya mengatasi masalah ini. Sekarang kita menunggu sling yang baru dari Pekanbaru. Mudah-mudahan sore ini alat sudah datang dan angkutan penyeberangan sudah bisa normal lagi,” ujar Arman
kepada sejumlah wartawan. 
Wakil Ketua DPRD Bengkalis Indra Gunawan yang ikut turun melihat kondisi MB yang amburuk, sangat menyayangkan adanya kejadian ini. Ia berharap dinas terkait melakukan
perawatan secara ekstra terhadap alat tersebut secara terus menerus karena ini sangat vital. 
“Seharusnya dicek secara ekstra dan dilakukan pemeliharaan secara berkala  dengan baik.  Tak lama lagi kan menghadapi lebaran, tentunya harus menjadi perhatian. Apalagi sarana ini satu-satunya transportasi andalan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, seperti sembako dan BBM,” ujarnya.

Penyeberangan roro kembali normal sekitar pukul 16.00 WIB setelah tim teknis bisa mengganti sling yang putus dengan alat yang baru didatangkan dari Pekanbaru. Sementara antrean kendaraan baik dari arah Sei Selari maupun Bengkalis cukup panjang, termasuk kendaraan pengangkut BBM.

“Untuk sementara antrean tidak bisa kita elakkan. Begitu kita umumkan melalui radio bahwa feri penyeberangan sudah normal, arus kendaraan berbondong-bondong hendak menyeberang. Tapi saya sudah perintahkan kepada staf di lapangan untuk memprioritaskan mengakut 22 truk BBM dari Sei Selari ke Bengkalis,” ujar Kadis Perhubungan. (Bku)