Target Penerimaan DBH Diprediksi Turun Dari Rp2,7 T Menjadi Rp2,687 T

Selasa, 30 Juli 2013

BENGKALIS.Target penerimaan dana bagi hasil minyak bumi dan gas tahun ini diprediksi bakal mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. Dimana Pemkab Bengkalis pada 2013 menargetkan penerimaan DBH Migas Rp2,687 triliun, dibanding realisasi tahun 2012 sebesar Rp2,7 triliun masuk ke kas daerah.

Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Bengkalis melalui Kepala Bidang Pendapatan Pajak dan Non Pajak, Achyan, akhir pekan kemarin menyampaikan bahwa penerimaan APBD Bengkalis tahun 2013 dari sektor dana perimbangan DBH Migas diprediksi mengalami penurunan. Penyebabnya, karena dampak penurunan produksi lifting minyak mentah di area produksi serta harga jual yang cenderung menurun walau tidak signifikan.

“Rata-rata setiap tahun kita membuat prediksi serta asumsi terjadinya penurunanlifting produksi minyak bumi berkisar antara 10 sampai 25 persen. Tahun ini target penerimaan dari dana perimbangan DBH minyak bumi sekitar Rp2,687 triliun, terjadi penurunan sekitar Rp100 miliar, dibanding yang diterima tahun lalu,” jelas Achyan.

Pengurangan target tersebut dikarenakan adanya sumur minyak di wilayah produksi, khususnya PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) yang sudah tidak berproduksi serta harga minyak di pasaran dunia yang cenderung mengalami penurunan atau tidak stabil. Namun tidak tertutup kemungkinan, terjadi pencapaian target penerimaan dana perimbangan bila sewaktu-waktu terjadi lonjakan kenaikan harga minyak mentah.

“Mudah-mudahan saja terjadi kenaikan harga jual minyak mentah di pasaran dunia, sehingga berdampak positif kepada penerimaan dari sektor pertambangan minyak bumi,”sambung Achyan.

Sementara untuk target penerimaan dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun ini sebesar Rp235.120.650.000 miliar. Sektor terbesar yang menjadi penyumbang dari PAD Bengkalis yaitu dari pendapatan lain-lain yang sah seperti jasa giro kas daerah yang diperkirakan mencapai Rp30 miliar serta penerimaan bunga deposito Rp70 miliar.   Kemudian PAD dari sektor pajak daerah Rp32 miliar, sektor retribusi Rp 24 miliar serta dari sektor penerimaan pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan pada perusahaan daerah atau laba sebesar Rp30 miliar. Pendapatan dari sektor pajak dan retribusi, pada umumnya setiap tahun mengalami peningkatan, bahkan tidak tertutup kemungkinan terjadi over target.

“Sampai dengan triwulan dua, untuk pendapatan dari pajak daerah sudah mencapai 46 persen yaitu sekitar Rp14 miliar. Sektor retribusi daerah, pendapatan yang diterima sampai akhir triwulan II 21 persen dengan nilai Rp19,109 miliar dan realisasi penerimaan lain-lain PAD 44,23 persen atau sebesar Rp65,158 miliar,” jelas Achyan.

Ditambahnya, total realisasi PAD yang sudah diterima sampai dengan akhir triwulan kedua dari empat komponen tersebut mencapai 42 persen. Pihaknya optimis pada akhir tahun anggaran 2013, target yang diapungkan dapat tercapai sertatidak menutup kemungkinan terjadi kelebihan target penerimaan PAD.(bku)