
BENGKALIS.Kabupaten Bengkalis mendapat tambahan kuota sebanyak 61 orang guru untuk mengikuti pendidikan latihan profesi guru sebagai salah satu syarat untuk lolos sertifikasi. Sebelumnya pusat memberikan kuota sebanyak 984 orang, tapi sebanyak 100 orang batal untuk ikut.
“Saya baru dapat sms dari LPMP yang meminta kita untuk mengecek aplikasi. Ternyata ada penambahan kuota sebanyak 61 orang. Penambahan kuota ini bersifat nasional dan ditentukan oleh pusat,” ujar Koordinator UKG yang juga Kepala Seksi Ketenagaan di Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Busyairil, Senin (29/7).
Pemberitahuan adanya penambahan kuota terkesan mendadak sehingga pihaknya hanya bisa menyampaikan ke UPTD. Selanjutnya diharapkan kepada UPTD untuk menyampaikan kepada sekolah-sekolah yang gurunya mendapat “jatah” kuota PLPG. “Siapa guru yang dapat jatah ini sifatnya otomatis berdasarkan hasil UK (uji kompetensi,red). Kita berharap kepada sekolah-sekolah untuk mengecek aplikasi yang ada di UPTD guna memastikan ada atau tidak gurunya masuk dalam daftar tambahan tersebut,” kata Busyairil yang saat dihubungi sedang mengantarkan berkas PLPG ke Universitas Riau (UR)
Dengan adanya penambahan kuota tersebut, maka guru-guru yang masuk dalam daftar tambahan PLPG diharuskan untuk mempersiapkan berkas persyaratan. Kalau berkas sudah tidak ada masalah maka akan diprint out form A1 untuk ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan.
Andai saja penambahan kuota tersebut dilakukan sejak awal, maka tahapan-tahapan sebagaimana disebutkan sebelumnya bisa sekali jalan. Namun, dengan kondisi sudah seperti ini, dimana berkas untuk 974 guru sudah dalam penyerahan ke LTPK, maka untuk yang 61 orang akan diserahkan secara terpisah.
“Waktunya sudah tidak memungkinkan, apalagi saya sekarang sedang di UR menyerahkan berkas dan selanjutnya ke perguruan tinggi lain seperti UNP, karena PLPG tidak hanya dilakukan di UNRI, melainkan di beberapa LPTK lain sesuai dengan bidang studi yang diambil,” ujar Busyiril.
Saat ditanya kapan batas akhir penyerahan berkas ke LTPK bagi kuota tambahan, Busyairil mengaku belum mendapat pemberitahuan secara resmi. Namun yang terpenting adalah bagi guru-guru yang masuk kuota hendaknya mempersiapkan berkas secara lengkap tanpa ada satupun yang tercecer. “Jangan berfikir terlambat, tapi harus segera bertindak,” ujarnya.
Busyairil menambahkan dari total kuota tamabahan sebanyak 61 orang tersebut, secara rinci untuk kecamatan Bantan ada 10 orang, kecamatan Bukit Batu 6 orang, kecamatan Mandau 6 orang, Pinggir 9 orang, Rupat sebanyak 14 orang dan Siak Kecil 16 orang.(bku)