Komisi VII DPR - RI Gagal Tinjau Lokasi PT.Medco di Kerumutan "Pelalawan Kecewa"
Pekanbaru, Beritaklik.Com - Sebanyak 10 orang anggota DPR - RI datang ke Riau khusus menindak lanjuti
tuntutan lapisan masyarakat Pelalawan agar mengambil alih pemgelolaan
Blok Kampar di Kecamatan Kerumutan dari PT.Medco.
Pertemuan dilakukan di lantai
8 aula Kantor Gubernur Riau. Langsung menyambut anggota komisi VIII DPR - RI
Wagubri Arsyad juliandi Rahman,Bupati Pelalawan H.M.Harris,perwakilan SKK
Migas,PT.Medco.
Namun amat disayangkan,Anggota Komisi VIII DPR - RI tidak dapat meninjau
langsung lokasi penheboran minyak PT.Medco di Kerumutan karena jadwal yang
padat dan dalam Bulan Ramadhan.
Hal ini dibenarkan oleh Kabah humas dan PDE
Setda kab.Pelalwan Drs.Farid Mukhtar kepada Detil Senin (30/6/2014)." Ya
pertemuan cuma dilakukan di ruang aula Kantor Gubernur selma 2 jam.Yakni dari
pukul 13.00 Wib hingga pukul 15.00 Wib.
Intinya pihak komisi VII DPR - RI
meminta kementerian ESDM dibawah pimpinan Jero Wajik agar secepatnya
menfasilitasi perundingan dan pertemuan antara SKK Migas,PT.Medco dan Pemkab
Pelalawan.
Mereka janji dalam waktu dekat akan melakukan koordinasi dengan
kementerian ESDM dan meminta perundingan dan pertemuan agar segera dilakukan
." Paparnya.
Ditambahkan Farid,pada prinsipnya Komisi VII DPR - RI sangat mendukung atas
tuntutan yang diminta oleh masyarakat Pelalawan dengan berbagai macam
pertimbangan.
"Selain itu banyak hal yang disampaikan Bupati Pelalawan terkait
keinginan Pelalawan untuk merebut Blok Kampar.Seperti diungkapkan
Bupati,kemungkinan akan dikelola melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) antar
2 daerah yakni Pelalawan dan Inhu.Karena memang lokasi PT.Medco ada di 2
wilayah ini." Paparnya.
Sementara itu Juru bicara Forum Masyarakat Pelalawan Merebut Blok Kampar
T.Zulmizan Assagaf. Mengungkapkan kekecewaan atas tidah biasanya anggota Komisi
VII DPR - RI ke lokasi." Dibilang kecewa ya kecewa namun Kita masih bisa
memaklumi mengingat ini Bulan Ramadhan dan mereka jadwalnya padat apalagi Besok
ada Paripurna." Ujarnya.
Namun demikian, tambah Zulmizan apa yang menjadi tuntutan masyarakat Pelalawan
sangat direspon positif dan anggota Komisi VII DpR - RI secara politis memberi
dukungan.
"Dalam waktu dekat akan dilakukan pertemuan antara Pemkab
Pelalawan termasuk masyarakat dengan pihak SKK Migas dan PT.Medco.Kita Meminta
alih manajemen dalam jangka 3 tahun ini.Dalam 3 tahun masih dibina oleh
PT.Medco jika sudah 3 tahun maka Medco harus melepas manajemennya ke Pelalawan
dan Inhu." Tutupnya. (Bkjcr)
Keterangan Foto : Pertemuan di lantai 8 aula Kantor Gubernur Riau
anggota komisi VIII DPR - RI Wagubri Arsyad juliandi Rahman,Bupati Pelalawan
H.M.Harris, perwakilan SKK Migas,PT.Medco.
Bagaimana cara menghubungi Batik Air?
Anda dapat menghubungi Batik Air dengan mudah melalui WhatsApp saluran resmi di bawah ini..
Disbun Bengkalis Ajak Generasi Muda Raih Kuliah Gratis Lewat Beasiswa Sawit
BENGKALIS – Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Bengkalis mendorong masyarakat Kabupaten Bengka.
Dukung Program Ketahanan Pangan, Polsek Bengkalis Serahkan Sarpras Pertanian
BENGKALIS-Komitmen Kepolisian Sektor (Polsek) Bengkalis dalam mendukung program ketahanan pangan .
Perda KLA Dinilai Penting untuk Perkuat Pemenuhan Hak Anak di Bengkalis
BENGKALIS – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Bengkalis meni.
Rapat Bersama Pansus KLA, DPPPA Bengkalis Dorong Regulasi Perlindungan Anak
BENGKALIS – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Bengkalis mene.
Gelar Buka Puasa Bersama, IKKKM Bengkalis Santuni 45 Anak Yatim dan Dhuafa
BENGKALIS – Ikatan Keluarga Kabupaten Kepulauan Meranti (IKKKM) Bengkalis menggelar buka puasa .






