Awal Mula Huru Hara Skincare di Indonesia
Awal mula kekisruhan industri skincare di Indonesia bermula dari pertemuan Heni Sagara (HS) dengan Maharani Kemala (MK). Dalam obrolan itu, HS menjelek-jelekkan Dr. Oky (DO) karena DO menghentikan kerja sama pembelian produk dari pabrik miliknya.
Alasan DO berhenti membeli produk tersebut cukup serius. Produk DO pernah dibongkar oleh akun Dokter Detektif karena dianggap melakukan overclaim sekaligus diduga mengandung merkuri. Dugaan ini semakin kuat dengan kasus Mira Hayati, yang pernah dipenjara karena menjual skincare berbahaya yang ternyata diproduksi di pabrik HS. Kesaksian Melvina Husyanti, kemudian kesaksian terbaru dari pemilik Daviena,juga menegaskan bahwa pabrik bermasalah itu adalah milik HS.
Namun menurut pengakuan Melvina Husyanti jika dirinya tidak mengetahui bahwa produknya itu bermasalah karena sudah mempercayakan sepenuhnya ke pihak pabrik.
Adapun pabrik tempat pembuatan produk Daviena milik Melvina Husyanti saat itu yakni milik Heni Sagara.
"Ada produk saya tidak sesuai di isi kandungannya, salah satunya pabriknya Heni Sagara," ujar Melvina, 28 Agustus 2025.
Namun, MK justru memainkan isu tersebut. Ia menyebarkan narasi bahwa HS sedang menjelekkan DO, diduga kuat maksud utamanya adalah mengadu domba. Merasa nama baiknya tercemar, DO akhirnya muncul dalam podcast Dr. Richard Lee (DRL) untuk membongkar dugaan bahwa pabrik skincare berbahaya tersebut memang milik HS.
Pernyataan itu memicu reaksi keras. HS yang merasa disudutkan kemudian meminta bantuan Shella Saukia (SS), pemilik SS Skin, untuk menyerang DO. Tak lama berselang, muncul propaganda berupa aksi demo di klinik DO, yang disebut-sebut sebagai aksi bayaran dari pihak SS.
Situasi semakin panas ketika Nikita Mirzani (NM), sahabat dekat DO, ikut terseret kasus hukum. Banyak pihak menduga MK sengaja memanfaatkan momen ini untuk menjatuhkan NM, mengingat adanya dendam pribadi di antara keduanya.
Rangkaian peristiwa ini menimbulkan kesimpulan bahwa MK merupakan dalang utama yang sengaja membuat keruh industri skincare di Indonesia. Dengan kondisi pasar yang kacau, MK meluncurkan produk dan pabrik barunya pada saat yang tepat. Publik pun terlanjur menganggap produknya sebagai satu-satunya yang aman, padahal skenario besar ini diduga memang dirancang agar kompetitor tumbang dan produk miliknya naik tanpa perlawanan.
Jadi Narasumber Nasional, Kepala Bappeda Paparkan RAD Bengkalis Lestari
JAKARTA – Kepala Bappeda Kabupaten Bengkalis, Rinto, menjadi narasu.
Ketua Umum Serikat Pekerja PLN Minta Pembahasan RUU EBET Dilanjutkan pada Masa Rezim Baru
JAKARTA-Ketua Umum Serikat Pekerja PT PLN (Persero) Abrar Ali berharap keinginan pemerintah untuk.
Tinjau Banjir di Bantan Sari, Bupati Kasmarni Serahkan Bantuan pada Masyarakat Terdampak Banjir
BANTAN-Bupati Bengkalis Kasmarni meninjau lokasi banjir di Dusun Bengkuang Baru, Desa Bantan Sari.
Buka Pelatihan Bumdes, Camat Bantan Sampaikan Harapan Besar Soal Ekonomi Masyarakat
BENGKALIS-Badan Kerjasama Antar Desa BKAD Kecamatan Bantan kembali melaksanakan Pelatihan bagi Pe.
Kadis PUPR Bengkalis Ardiansyah Ungkap Pembangunan DIC Tetap Dilanjutkan Sesuai Arahan Bupati Kasmarni
BENGKALIS - Pemerintah Daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penata.
Bentuk Empati, Pemkab Bengkalis Bantu Korban Kebakaran
BENGKALIS-Rasa haru menyelimuti para keluarga korban kebakaran rumah yang terjad.







