"Tak Dibayar" Rekanan Bawa Speed Boat ke Kantor Bupati
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Kasabaran Azemi selaku rekanan terhadap Pemkab Bengkalis, khususnya
kepada Kabag Perlengkapan Aulia selaku kuasa pengguna anggaran (KPA) nampaknya
habis sudah. Kecewa pekerjaannya tidak kunjung dibayarkan, ia membawa speed
boat yang telah selesai dikerjakannya akhir Desember 2013 ke halaman Kantor
Bupati, Rabu (2/7).
Aksi ini buntut dari kebijakan Kabag Perlengkapan Setdakab Bengkalis, Aulia
yang tak mau membayar hasil kerjanya sesuai surat perjanjian kerja (SPK)
senilai Rp1,933 miliar. Aksi ini menjadi tontotan masyarakat Bengkalis. Menurut
Hari, warga Kota Bengkalis, aksi rekanan ini mencoreng nama baik Pemkab
Bengkalis.
"Aulia bikin malu aja. Ini mencoreng nama baik Pemkab Bengkalis,"
kata Heri. Sementara rekanan dari CV Joe & Co, Azemi ketika dikonfirmasi
mengatakan, tak ada alasan tertulis dari Aulia kenapa ia tidak mau
membayar atas pekerjaan speed boat yang telah selesai sesuai kontrak
kerja.
"Kalau ada alasan tertulis, tahu salah saya dimana, bang. Tapi ini tidak,
Aulia selaku KPA tak mau bayar," kata Azemi.
Setelah menunggu berbulan-bulan, akhir kesabaran Azemi (35) sudah sampai
keubun-ubun. Dengan dibantu puluhan pekerja, speed boat yang semula dilabuhkan
di pelabuhan rakyat, Jalan Kelapapati Laut sekitar 3 kilometer dari
Kantor Bupati, dinaikan ke darat.
Dengan menggunakan tiga buah gerobak, speed boat berbobot 3 ton lebih itu
kemudian ditarik dan dilabuhkan di halaman Kantor Bupati di Jalan Jenderal Ahmad
Yani Bengkalis, sore kemarin.
Azemi kepada wartawan mengatakan, proyek pengadaan speed boat ini adalah proyek
tahun anggaran 2013 di Bagian Perlengkapan, Setdakab Bengkalis.
Dengan bendera perusahaan CV Joe & Co dengan direkturnya Saipul Bahari dan
dukungan dari kalangan Bengkalis Marine Fiber, Azemi ikut tender dan menang. Berdasarkan
kontrak, proyek yang PPTK-nya Renaldi itupun ia kerjakan. Namun setelah sped
boat berikut mesin Yamaha berkekuatan 200 PK selesai, Aulia selaku KPA tak mau
membayar hingga tahun anggaran 2013 berakhir.
Kemudian Pemkab menganggarkan kembali pada tahun 2014 ini dalam bentuk
pembayaran utang kepada pihak ketiga. Sayangnya lagi-lagi Aulia tanpa alasan
yang jelas sampai detik ini belum juga membayar sehingga mengakibatkan, Azemi
mengalami kerugian senilai Rp1,933 miliar serta kerugian lainnya karena
hasil pekerjaannya tak dibayar.
Sementara itu, Kabag Perlengkapan Setdakab Bengkalis, Aulia ketika dikonfirmasi
melalaui telepon selulernya, handphonenya tak aktif.
Speed boat ini sejatinya diperuntukkan untuk patroli Polres Bengkalis. Kapolres
Bengkalis, Andry Wibowo baru-baru ini sudah melakukan uji coba terhadap speed
tersebut dan tidak ada persoalan. (Bku)
Gelar Buka Puasa Bersama, IKKKM Bengkalis Santuni 45 Anak Yatim dan Dhuafa
BENGKALIS – Ikatan Keluarga Kabupaten Kepulauan Meranti (IKKKM) Bengkalis menggelar buka puasa .
M. Arsya Fadillah Pimpin NasDem Bengkalis, Ketua DPRD Ucapkan Selamat
MANDAU–Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Septian Nu.
Dipimpin Anak Muda, Sidang Paripurna Hari Jadi Bengkalis Khidmat Penuh Makna
BENGKALIS – Sidang Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-513 Bengkalis berlangsung khidmat dan penuh .
Tingkatkan Kesolehan Sosial, IKKKM Kabupaten Bengkalis Santuni Anak Yatim dan Dhuafa
giat777 loginBENGKALIS-Mengambil momentum.
Pantau Kualitas Air Kelompok Ikan Milenial Desa Teluk Papal Berbasis Smartphone
BENGKALIS_Saat ini Inovasi merambah dunia budidaya ikan di Desa Teluk Papal dengan pengenalan Sis.







