Diprovinsi Riau Bengkalis Satu-satunya Patuh Cegah Karhutla
Hal tersebut terungkap saat Rapat Koordinasi (Rakor) antara tim audit kaputuhan
bersama Pemerintah Provinsi Riau di kantor Gubernur yang dipimpin Pelaksana
Tugas (Plt) Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, Jum'at (17/10).
Tim gabungan yang telah mentuntaskan hasil audit bersama terkait upaya
pencegahan Karhutla ini terdiri dari Kementerian Kehutanan, Kementerian
Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup, Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan
dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), dan Badan Pengelola REDD+.
Selain Bengkalis, daerah lain yang diaudit yaitu Kabupaten Siak, Indragiri
Hilir, Dumai, Rokan Hilir dan Kepulauan Meranti. Tim juga turut mengaudit 17
perusahaan dan perkebunan yang mendapat catatan dalam kasus Karhutla di Riau.
''Hasil penilaian audit Bengkalis mendapat prediket patuh, sedangkan Siak
dinilai cukup patuh, sisanya Indragiri Hilir, Dumai, Rokan Hilir dan Meranti
dinilai kurang patuh, sedangkan dari 17 perusahaan, 12 diantaranya bergerak di
sektor kehutanan dan lima disektor perkebunan hasilnya tidak ada satupun yang
meraih prediket patuh,'' ujar Ketua Tim Prof Bambang Hero Saharjo.
Menurut tim audit kepatuhan, dipilihnya Riau dengan alasan, karena daerah ini
memiliki hotspot yang banyak dibanding daerah lainnya di Indonesia.
''Terdapat 12.541 titik panas dalam periode 2 Januari - 13 Maret 2014 di lahan
gambut, dimana 93,6% dari keseluruhan titik panas tersebut berada di Riau,
terang Deputi Pemantauan Porgraman Institusi Penegakan Hukum UKP4,'' Mas Achmad
Santosa.
Terkait keberhasilan Bengkalis meraih prediket wilayah yang patuh dalam aksi
pencegahan Karhutla, Bupati Bengkalis H. Herliyan Saleh menegaskan bahwa
keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerjasama yang solid antara Pemkab
beserta masyarakat.
Untuk menanggulangi Karhutla, menurut Herliyan, Pemkab gencar melakukan
sosialisasi kepada masyarakat tentang larangan membuka lahan dengan cara
membakar, karena selain menimbulkan asap juga bisa berdampak hukum, mengaktifkan
Masyarakat Peduli Api (MPA) disejumlah desa terutama diareal rawan kebakaran,
serta terus berkoordinasi dengan aparat hukum dalam meningkatkan kesadaran
hukum pada masyarakat.
''Berkat kerja keras semua pihak, kasus Karhutla dalam beberapa bulan terakhir
dapat ditekan, hingga akhirnya kita bebas asap,'' imbuhnya.
Hadir dalam pertemuan tersebut Dirjen Perkebunanan Kementerian Pertanian Gamal
Nasir, Direktur Bina Usaha Hutan Tanaman Kemenhut Gatot Subiantoro, Direktur
Pengendalian Kebakaran Hutan Raffles Brotestes Panjaitan.
Kemudian Deputi I Bidang Tata Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup Imam
Hendargi Abu Ismoyo, Deputi V Bidang Penataan Hukum Lingkungan Kementerian
Lingkungan Hidup Himsar Sirait, Deputi Operasional BP REDD+ William P Sabandar
dan Perwakilan Badan Reserse Kriminal RI Danang P. (Bku)
Gelar Buka Puasa Bersama, IKKKM Bengkalis Santuni 45 Anak Yatim dan Dhuafa
BENGKALIS – Ikatan Keluarga Kabupaten Kepulauan Meranti (IKKKM) Bengkalis menggelar buka puasa .
M. Arsya Fadillah Pimpin NasDem Bengkalis, Ketua DPRD Ucapkan Selamat
MANDAU–Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Septian Nu.
Dipimpin Anak Muda, Sidang Paripurna Hari Jadi Bengkalis Khidmat Penuh Makna
BENGKALIS – Sidang Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-513 Bengkalis berlangsung khidmat dan penuh .
Tingkatkan Kesolehan Sosial, IKKKM Kabupaten Bengkalis Santuni Anak Yatim dan Dhuafa
giat777 loginBENGKALIS-Mengambil momentum.
Pantau Kualitas Air Kelompok Ikan Milenial Desa Teluk Papal Berbasis Smartphone
BENGKALIS_Saat ini Inovasi merambah dunia budidaya ikan di Desa Teluk Papal dengan pengenalan Sis.







