Pengobatan Filariasis Tahun Ketiga Diskes Kembali Lakukan Pengobatan Massal
Siklus terjadinya filariasis.
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Pengobatan massal penyakit kaki
gajah (filariasis) secara massal digelar di seluruh wilayah Kabupaten Bengkalis
mulai Senin (3/11). Pengobatan filariasis ini merupakan tahun ketiga yang
dilaksanakan secara serentak.
Penyakit filariasis atau penyakit kaki gajah merupakan penyakit menular menahun
yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, dapat menimbulkan kecacatan
seumur hidup dan stigma sosial bagi penderita dan keluarganya. Sehingga
berdampak kepada penurunan produktivitas kerja penderita, beban keluarga dan
menimbulkan kerugian Negara yang tidak sedikit.
Kepala Dinas Kesehatan Bengkalis Moch Sukri melalui Kabid Pelayanan Kesehatan
Masyarakat Irawadi Minggu (2/11) menyebut, pemberian obat massal
pencegahan POMP) filariasis sudah dilakukan dua kali tahun 2013.
"Alhamdulillah pelaksanaan POMP filariasis yang sudah kita lakukan
tahun-tahun sebelumnya berjalan dengan baik dengan cakupan 87% dari sasaran
pada tahun pertama, dan 91 % pada tahun kedua. Dan hari ini 3 November 2014 ini
kita kembali melaksanakan Pemberian Obat Massal Pencegahan (POMP) Filarisasis
tahun ke tiga," ungkap Irawadi.
Dijelaskan Irawadi, dalam pengobatan filariasis tubuh yang belum terpapar
dengan penyakit filariasis, pemberian obat memiliki toleransi yang baik bagi
tubuh dan tidak menimbulkan reaksi penyakit. Namun bila tubuh yang sudah
terpapar dengan penyakit filariasis atau kaki gajah, dengan pemberian obat
tersebut akan menimbulkan reaksi pengobatan seperti mual, muntah, sakit kepala,
demam, sakit otot dan tulang, berak-berak dan lain-lain.
"Reaksi umum ini terjadi akibat respon imunitas (kekebalan) individu
terhadap matinya mikrofilaria. Makin banyak mikrofilaria yang mati makin besar
reaksi pengobatan yang timbul. Makanya lebih baik sakit sebentar dari pada
menderita seumur hidup, karena cacat akibat cacing filaria," ungkap
Irawadi.
Dikatakannya lagi, reaksi obat filariasis akan hilang dengan sendirinya dalam
beberapa hari setelah seluruh cacing filaria dalam tubuh mati. (Bku)
Dibuka Bupati, Pasar Seni Slaksa Bantan Tengah Satukan Seni, UMKM dan Musisi
BENGKALIS – Pasar Seni Slaksa 2026 di Desa Bantan Tengah, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis.
Dugaan Korupsi APBDes Darul Aman Dilaporkan Warga ke Kejaksaan Bengkalis
BENGKALIS – Dugaan penyalahgunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Darul Aman, Kec.
Menuju Opini Kualitas Tinggi, PUPR Bengkalis Jalani Penilaian Ombudaman
BENGKALIS – Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Riau melakukan penilaian Pelayanan.
Sambangi Warga Suku Akit, KKM ISNJ Bengkalis Edukasi Cegah Pernikahan Dini dan Stunting
BENGKALIS – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Institut Syariah Negeri Junjungan (ISNJ) Ben.
Mahasiswa KKM ISNJ Jadi Dewan Juri Lomba Kebersihan Kelas SDN 20 Bantan
BENGKALIS – Suasana berbeda terlihat di SD Negeri 20 Bantan, Desa Bantan Tengah, Kecamatan Bant.
Dr Rinto Pimpin ICMI Bengkalis dengan Semangat Berpikir, Bertindak, Berdampak
BENGKALIS – Musyawarah Daerah (Musda) III Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi.







