Soal Penerapaan K-13 SE dari Disdik Belum Ada, Guru Masih Galau
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Sebagian
besar guru di Kabupaten Bengkalis masih galau terkait dengan persoalan
penerapan Kurikulum 2013 (K-13). Hingga memasuki semester genap, belum ada ketegasan
dari Dinas Pendidikan (Disdik), apakah K13 tetap dipergunakan atau dihentikan
dan kembali ke KTSP 2004.
"Belum ada kejelasan lagi apakah tetap lanjut (K-13) atau dihentikan. Padahal
besok (hari ini.red) proses belajar mengajar semester genap sudah efektif,"
ujar salah seorang guru SD, Suryana kepada wartawan, Minggu (4/1).
Hal senada juga diungkapkan guru lainnya, Farhan. Sebagai seorang guru, dirinya
sudah "siap tempur" apakah tetap memberlakukan K-13 atau harus kembali ke
KTSP. Namun, ketegasan perlu dilakukan karena metodologi proses belajar
mengajar dengan K-13 berbeda dengan KTSP. "Saya pribadi siap, tapi tak tahulah
guru-guru lain," katanya lagi.
Menanggapi hal itu, anggota Komisi IV DPRD Bengkalis, Muhammad Tarmizi
mengatakan, apa yang disampaikan para guru tersebut memang ada benarnya. Bahkan
sebagai anggota Komisi IV yang salah satunya membidangi masalah pendidikan,
dirinya juga menerima keluhan serupa. "Katanya pendekatan KTSP dengan K-13 ini jauh berbeda, termasuk penilaiannya. Jadi saya kira memang perlu ada
ketegasan dari Dinas Pendidikan dalam bentuk surat edaran. Kalau memang
dihentikan ya buat surat edaran penghentian. Sebaliknya kalau lanjut (K-13,red)
yang buat juga surat edarannya," kata politikus partai PPP ini.
Menurut Tarmizi, sebenarnya kalau ikut Permendikbud 160 Tahun 2014, sudah jelas
diatur bahwa sekolah-sekolah yang baru satu semester melaksanakan K-13
diharuskan kembali ke KTSP. Sementara yang sudah menjalankan K-13 selama tiga
semester tetap menggunakan kurikulum baru hingga menunggu hasil evaluasi.
"Bagaimana dengan Bengkalis, ya tinggal ikut Pusat saja. Jangan diterapkan
separuh-separuh. Bengkalis misalnya karena sudah siap, walau baru satu semester
(melaksanakan K-13,red) tetap memberlakukan K-13. Sementara kecamatan
lain yang belum, kembali ke KTSP. Tidak bisa seperti itu, karena sebagian besar
sekolah di Kabupaten Bengkalis adalah sekolah negeri jadi harus seragam," papar
Tarmizi.
Sambil menunggu kesiapan implementasi K-13, Tarmizi mengatakan, Disdik
Bengkalis hendaknya menyelenggarakan berbagai pendidikan dan pelatihan tentang
K-13, baik bagi para kepala sekolah maupun guru. Kemudian para pelaku pendidikan
pun jangan hanya berpangku tangan, menunggu program Disdik. Pelaku
pendidikan harus proaktif membekali diri dengan mencari berbagai informasi
terkait dengan K-13.
"Dengan teknologi yang ada sekarang, tidak sulit rasanya mencari berbagai info
tentang K-13," kata Tamizi. (Bku)
Gelar Buka Puasa Bersama, IKKKM Bengkalis Santuni 45 Anak Yatim dan Dhuafa
BENGKALIS – Ikatan Keluarga Kabupaten Kepulauan Meranti (IKKKM) Bengkalis menggelar buka puasa .
M. Arsya Fadillah Pimpin NasDem Bengkalis, Ketua DPRD Ucapkan Selamat
MANDAU–Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Septian Nu.
Dipimpin Anak Muda, Sidang Paripurna Hari Jadi Bengkalis Khidmat Penuh Makna
BENGKALIS – Sidang Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-513 Bengkalis berlangsung khidmat dan penuh .
Tingkatkan Kesolehan Sosial, IKKKM Kabupaten Bengkalis Santuni Anak Yatim dan Dhuafa
giat777 loginBENGKALIS-Mengambil momentum.
Pantau Kualitas Air Kelompok Ikan Milenial Desa Teluk Papal Berbasis Smartphone
BENGKALIS_Saat ini Inovasi merambah dunia budidaya ikan di Desa Teluk Papal dengan pengenalan Sis.







