Kades dan Lurah Harus Peka Hadapi Gangguan Kamtibmas
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Kepala desa/lurah se-Kabupaten Bengkalis diminta lebih
peka untuk mengantisipasi terhadap gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat
(Kamtibmas) di lingkungannya. Salah satu caranya melakukan pemetaan kerawanan
Kamtibms dan mengaktifkan sistem keamanan keliling (siskamling) ronda malam.
Demikian diungkapkan Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh ketika membuka Rapat
Koordinasi (rakor) Kepala Desa, Lurah, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan
Camat se-Kabupaten Bengkalis, di Balai Kerapatan Wisma Daerah Sri Mahkota, Rabu
(8/4/2015).
Dikatakan Herliyan, guna mewujudkan rasa aman di lingkungan masyarakat, mulai
tahun 2015 ini dialokasikan pembangunan 70 pos Babinkamtibmas di
desa-desa. Untuk itu, kepala desa/lurah diminta untuk mendukung upaya untuk
menciptakan rasa aman di masyarakat. "Ke depan kita akan meminta kepada
Kapolres Bengkalis agar menempatkan satu polisi untuk satu desa," ujarnya.
Selain itu, untuk mewujudkan keamanan di desa, aparat pemerintah desa, harus
secara aktif melakukan koordinasi dengan pihak aparat
keamanan. Apalagi saat ini di
setiap desa sudah terdapat forum kemitraan polisi dan masyarakat (FKPM).
Keberadaan wadah ini, hendaknya benar-benar dapat dimanfaatkan oleh pemerintah desa
dan masyarakat dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
Secara keseluruhan kondisinya di Kabupaten Bengkalis tergolong
aman, namun seluruh elemen masyarakat diminta waspada. Kepala desa,
lurah, BPD dan camat harus dapat melibatkan seluruh elemen
masyarakat serta aparat kemananan untuk mengantisipasi terjadi gangguan kamtibmas. "Saya mendapat
laporan dari masyarakat, akibat dampak dari sulitnya ekonomi saat ini
menyebabkan kasus pencurian di beberapa tempat, ada
kecendrungan meningkat,"
ujar Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh.
Tentang maraknya
peredaran narkoba yang sudah merambah ke desa-desa, wilayah geografis Kabupaten
Bengkalis yang sangat strategis, menjadi lahan empuk bagi sindikat jaringan
pengedar narkoba untuk menjadikan wilayah ini sebagai daerah pemasaran.
Selanjutnya, terkait tentang isu yang hingga kini masih aktual menjadi topik
utama pemberitaan, adalah masalah doktrin dan perekrutan menjadi anggota ISIS
dan penyebaran paham aliran sesat di tengah-tengah masyarakat. Seluruh
stakeholder harus melibatkan tokoh agama dan masyarakat membentengi
kelompok ISIS maupun aliran sesat. (Bku)
Dugaan Korupsi APBDes Darul Aman Dilaporkan Warga ke Kejaksaan Bengkalis
BENGKALIS – Dugaan penyalahgunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Darul Aman, Kec.
Menuju Opini Kualitas Tinggi, PUPR Bengkalis Jalani Penilaian Ombudaman
BENGKALIS – Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Riau melakukan penilaian Pelayanan.
Sambangi Warga Suku Akit, KKM ISNJ Bengkalis Edukasi Cegah Pernikahan Dini dan Stunting
BENGKALIS – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Institut Syariah Negeri Junjungan (ISNJ) Ben.
Mahasiswa KKM ISNJ Jadi Dewan Juri Lomba Kebersihan Kelas SDN 20 Bantan
BENGKALIS – Suasana berbeda terlihat di SD Negeri 20 Bantan, Desa Bantan Tengah, Kecamatan Bant.
Dr Rinto Pimpin ICMI Bengkalis dengan Semangat Berpikir, Bertindak, Berdampak
BENGKALIS – Musyawarah Daerah (Musda) III Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi.
ISEI Bengkalis Gelar Pelatihan Penulisan Scopus Berbasis AI, Perkuat Kapasitas Peneliti Daerah
BENGKALIS – Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Bengkalis sukses menyelenggarakan pe.







