Dampak Pengurangan DBH Rp1,4 T APBD 2015 Bakal Dirasionalisasi Rp900 M
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Dampak dari pengurangan Dana Bagi
Hasil (DBH) Minyak dan Gas (Migas) sebesar Rp1,4 triliun akan berimbas pada
APBD Bengkalis 2015. Dari total APBD murni 2015 yang telah disahkan Rp4,9
triliun, diperkirakan akan terjadi rasionalisasi sekitar Rp900 miliar.
Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Bengkalis, H Burhanuddin bahwa perubahan
kegiatan dan anggaran atau rasionalisasi akibat pemangkasan DBH Migas oleh pemerintah
pusat baru akan dilakukan pada APBD Perubahan nanti, yang diperkirakan berkisar
pada angka Rp900 miliar.
"Rasionalisasi anggaran akan dilaksanakan pada APBD Perubahan nanti. Sampai
saat sejumlah kegiatan di SKPD masih terus berjalan dan sekitar bulan Juni atau
selambatnya bulan Juli ditargetkan APBD Perubahan sudah dapat disahkan,
termasuk pengurangan kegiatan," ujar Sekda Burhanuddin ditemui wartawan di
ruang kerjanya, Rabu (29/4/2015).
Pada kesempatan itu Sekda mengatakan bahwa kegiatan yang dipangkas adalah
kegiatan yang terlambat dilaksanakan, termasuk menjadi pertimbangan atau
prioritas untuk dipangkas. Khusus untuk program yang bersentuhan langsung
dengan masyarakat atau menjadi skala prioritas pembangunan daerah kemungkinan
besar tidak akan dilakukan pemotongan.
Kemudian sambung Sekda, APBD Perubahan saat ini masih digodok di Bappeda. Dari
total DBH Migas yang seyogyanya diterima Bengkalis Rp2,2 triliun, dipangkas
oleh pusat sebesar Rp1,4 triliun. Kekurangan atau defisit APBD murni 2015, sebagai
dampak dari pemangkasan DBH oleh pemerintah pusat sebesar Rp1,4 triliun itu,
akan ditutupi dengan DBH dari sektor pendapatan dan pajak bagi hasil
pertambangan yang mengalami peningkatan. Sehingga setelah dihitung total
defisit APBD murni 2015 berkisar pada angka Rp900 miliar.
"Jadi dari hitungan APBD Rp4,9 triliun yang sudah disahkan, terjadi pengurangan
Rp900 miliar. Target kita APBD Perubahan sudah diusulkan paling lama bulan Juni
dan dapat disahkan bulan Juli, sebelum masa jabatan kepala daerah berakhir,"
tambah Sekda.
Cepat Dirasionalisasi
Terpisah, Wakil ketua DPRD Bengkalis, Indra Gunawan menegaskan bahwa
masalah pemangkasan DBH dari sektor migas merupakan persoalan urgen. Untuk itu,
ia meminta SKPD harus bergerak cepat melaksanakan rasionalisasi anggaran,
karena kegiatan terus berjalan, sehingga sudah diketahui dari awal anggaran
atau kegiatan mana saja yang dipangkas.
"Kita minta kepala daerah bersama seluruh jajaran SKPD untuk bergerak cepat
membahas rasionalisasi anggaran tahun ini, akibat pemangkasan DBH migas yang
cukup besar tersebut. Kalau tidak dilaksanakan sekarang, banyak program yang sebenarnya
mubazir tetap dilaksanakan," ingat Indra Gunawan alias Eet politisi Partai
Golkar tersebut.
Kemudian disebutnya lagi, seharusnya pemangkasan DBH migas sebesar Rp 1,4
trilyun tidak perlu terjadi. Contohnya saja, Kabupaten Kutai Kartanegara,
informasinya dari DBH Rp5 triliun yang dipangkas pemerintah pusat hanya Rp1
triliun. Disinilah dituntut kepala daerah yang katanya visioner melakukan lobi
ke pusat, kok DBH Bengkalis bisa dipangkas melebihi 50 persen. (Bku)
Gelar Buka Puasa Bersama, IKKKM Bengkalis Santuni 45 Anak Yatim dan Dhuafa
BENGKALIS – Ikatan Keluarga Kabupaten Kepulauan Meranti (IKKKM) Bengkalis menggelar buka puasa .
M. Arsya Fadillah Pimpin NasDem Bengkalis, Ketua DPRD Ucapkan Selamat
MANDAU–Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Septian Nu.
Dipimpin Anak Muda, Sidang Paripurna Hari Jadi Bengkalis Khidmat Penuh Makna
BENGKALIS – Sidang Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-513 Bengkalis berlangsung khidmat dan penuh .
Tingkatkan Kesolehan Sosial, IKKKM Kabupaten Bengkalis Santuni Anak Yatim dan Dhuafa
giat777 loginBENGKALIS-Mengambil momentum.
Pantau Kualitas Air Kelompok Ikan Milenial Desa Teluk Papal Berbasis Smartphone
BENGKALIS_Saat ini Inovasi merambah dunia budidaya ikan di Desa Teluk Papal dengan pengenalan Sis.







