Waspada DBD, Bupati Bengkalis Keluarkan Instruksi Nomor 113, Ini Isinya
Â
Instruksi ini dikeluarkan berdasarkan hasil pelaksanaan Pemantauan Jentik Berkala  (PJB) bulan Mei 2016 dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, bahwa jumlah sasaran desa sebanyak 76 desa, sampel diambil 28500 rumah yang tersebar 8 Kecamatan di Kabupaten Bengkalis, menunjukkan rumah bebas jentik 16767 dan rumah ada jentik sebanyak 11149. Hasil Angka Bebas Jentik (ABJ) rata-rata 59.9 persen di bawah standar nasional 95 persen dan membawa dampak peningkatan kasus DBD sampai bulan Juni 2016 sebanyak 606 di Kabupaten Bengkalis.
Dalam Instruksi Nomor 113 tahun 2016 itu, Amril Mukminin telah menginstruksikan semua Camat, Kepala Desa/Kelurahan segera diambil langkah-langkah antisipasi dan penanganan yang cepat, tepat  dan akurat dan berkesinambungan untuk sinergitas pemerintahan kabupaten, kecamatan desa/kelurahan serta melibatkan seluruh komponen masyarakat. Instruksi tersebut dengan tujuan sebagai antisipasi dan kewaspadaan dini DBD bulan Oktober s/d Desember 2016,
Ada lima poin penting yang disampaikan Bupati. Pertama, Camat diminta meningkatkan koordinasi dan komunikasi kegiatan Gerakkan Lingkungan Bersih Berbasis Masyarakat tentang Pemberantasan Sarang Nyamuk DBD dengan sektor terkait diwilayah kecamatan dan desa/kelurahan.
Kedua, melakukan kegiatan gerakan gotong-royong kebersihan lingkungan di Kecamatan dan Desa/Kelurahan, RW dan RT untuk melakukan kegiatan 4 M Plus (Menguras, Menutup, Mengubur, Memantau dan Upaya pencegahan lainnya)Â secara insentif, dan berkesinambungan yang dilaksanakan seminggu sekali sebagai upaya untuk memutus siklus hidup nyamuk penularan DBD. Kalau nasional dikenal dengan 3M yakni mengubur menguras, menutup.
Ketiga, untuk masyarakat, segera memeriksakan diri di sarana pelayanan kesehatan terdekat seperti Puskesmas Rawat Inap, Puskesmas Pembantu Polindes apabila merasakan gejala: demam tinggi mendadak tanpa sebab yang jelas berlangsung terus menerus selama 2-7 hari, kepala pusing, lemah, nyeri persendian, bias disertai tanda pendarahan berupa bintik-bintik atau bercak merah dikulit, mimisan, gusi berdarah.
Keempat, membentuk 1 rumah 1 jumantik dan pro aktif terhadap upaya pencegahan penyakit DBD dengan 4M Plus (Menguras seperti menguras bak mandi, tempayean, ember, vas bunga, tempat minum burung penampungan air kulkas agar telur dan jentik aedes mati, Menutup, menutup rapat semua tempat air agar nyamuk aedses tidak dapat masuk dan bertelur, Mengubur, seperti memusnahkan semua barang bekas, yang dapat menampung air hujan seprti ban bekas, kaleng bekas, pecahan botol, plastik agar tidak menjadi sarang dan tempat bertelur nyamuk.. Memantau seperti semua tempat/wadah air yang menjadi  tempat nyamuk aedes berkembang dan Plus seperti jangan mengantung baju, memelihara ikan, hindari gigitan nyamuk, membubuhkan abate
Kelima, Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis terus mengambil langkah antisipasi, seperti kewaspadaan dini terhadap kejadian luar biasa (KLB) DBD, monitoring dan pemantauan jentik berkala (PJB) dan penyelidikan epidemiologi (PE), meningkatkan pemicuan dan penyuluhan, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan melibat kader Jumantik, pemberian lavarsida, dan fogging jika ada yang terindikasi  dan pembagian kartu rumah sebanyak 125.000  serta melibatkan seluruh komponen masyarakat, dengan tujuan kasus DBD bisa diminimalisasikan.***
Gelar Buka Puasa Bersama, IKKKM Bengkalis Santuni 45 Anak Yatim dan Dhuafa
BENGKALIS – Ikatan Keluarga Kabupaten Kepulauan Meranti (IKKKM) Bengkalis menggelar buka puasa .
M. Arsya Fadillah Pimpin NasDem Bengkalis, Ketua DPRD Ucapkan Selamat
MANDAU–Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Septian Nu.
Dipimpin Anak Muda, Sidang Paripurna Hari Jadi Bengkalis Khidmat Penuh Makna
BENGKALIS – Sidang Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-513 Bengkalis berlangsung khidmat dan penuh .
Tingkatkan Kesolehan Sosial, IKKKM Kabupaten Bengkalis Santuni Anak Yatim dan Dhuafa
giat777 loginBENGKALIS-Mengambil momentum.
Pantau Kualitas Air Kelompok Ikan Milenial Desa Teluk Papal Berbasis Smartphone
BENGKALIS_Saat ini Inovasi merambah dunia budidaya ikan di Desa Teluk Papal dengan pengenalan Sis.







