26/08/2016 Perikanan Masih Jadi Primadona Pemkab Rohil
Bupati
H Suyatno, ketika melakukan panen raya ikan.
ROHIL, Beritaklik.Com - Selain perkebunan sawit sektor perikanan
masih menjadi primadona mata pencaharian masyarakat di Rokan Hilir. Sebagaimana
yang telah dilakukan turun temuru yakni Kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan
Hilir, Provinsi Riau, Indonesia terkenal sebagai daerah penghasil ikan nomor
dua di dunia.
Berton-ton
ikan, mulai dari ikan basah segar, ikan atau udang kering, ikan asin atau
terasi, diekspor dari kota ini ke berbagai tempat. Dalam satu tahun, hasil
tangkapan ikannya bisa mencapai 150.000 ton. Ekspor hasil laut berkembang
menjadi salah satu pilar ekonomi rakyat.
Akan tetapi hal yang sangat di sayangkan karena saat ini Bagansiapiapi
tinggallah sejarah, namanya memudar seiring dengan berkurangnya sumberdaya
perikanan yang terus merosot. Hal ini terjadi karena eksplorasi yang dilakukan
secara terus menerus dengan menggunakan kapal dengan alat tangkap pukat harimau
yang membuat semua faktor penunjang yang memenuhi kebutuhan ikan rusak, bahkan
dinyatakan susah untuk kembali seperti semula dan akan memakan waktu yang lama.
Belajar dari kejadian yang terjadi di Bagansiapiapi, Pemerintah menetapkan
pukat harimau sebagai alat tangkap yang di larang. Akan tetapi dalam prakteknya
saat ini masih banyak yang menggunakan alat tangkap yang dimaksud dalam
larangan tersebut tetapi namanya di ubah oleh sebagai nelayan dan memodifikasinya
tapi prinsip kerja dari alat tersebut masih sama.
Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, saat ini terus berupaya untuk menggembalikan
predikat yang dahulunya pernah meraih sebagai daerah penghasil ikan terbesar
didunia.
"Memang dulunya Bagansiapiapi penghasil ikan terbesar kedua didunia dan
kami ingin predikat itu bisa diraih kembali. Upaya-upaya yang kami lakukan saat
ini salah satunya memberikan bantuan kepada para nelayan setiap tahunnya,"
kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Rohil M Amin.
Dari data Dinas Perikanan dan Kelautan Rohil, hasil tangkapan nelayan pada
tahun 2013 lalu hanya sebanyak 47.511,81 ton dengan rincian 46.781 ton atau
sekitar 98,46 persen merupakan hasil perikanan laut dan perairan umum.
Sedangkan hasil tangkap nelayan budidaya hanya 730,81 ton atau 1,54 persen.
"Jika hasil tangkap perikanan nelayan dibandingkan dengan tahun sebelumnya
dengan total produksi ikan 57.850 ton maka terjadi penurunan pada tahun 2013
lalu sebesar 17,87 persen," katanya.
Untuk hasil tangkap nelayan pada tahun 2014 tercatat produksi ikan sebanyak
33.847,46 ton, dimana 49.141 ton atau 98,00 persen merupakan hasil tangkap
perikanan laut dan perikanan umum. Sementara untuk hasil tangkap ikan budidaya
sebesar 1.089,76 ton atau 2,00 persen. Hasil tangkap nelayan ini juga terjadi
penurunan dari tahun 2013 lalu sebesar 16,79 persen.
Dengan kondisi yang terjadi dua tahun terakhir itu sambung dia, tentunya sangat
berimbas bagi perekonomian para nelayan meskipun laut Rohil masih banyak menyimpan
potensi perikanan yang siap untuk dikembangkan. Meski demikian untuk meraih
kejayaan tersebut dalam beberapa tahun terakhir pemerintah daerah telah membuat
program dengan cara melakukan pembinaan dan memberikan berbagai bantuan alat
tangkap agar para nelayan bisa hidup sejahtera.
"Upaya ini kami lakukan untuk memperkuat para nelayan dari yang tidak
bersemangat menjadi lebih semangat. Pemberdayaan yang dilakukan itu juga sesuai
dengan peraturan pemerintah nomor 50 tahun 2015 tentang pemberdayaan nelayan
dan budidaya ikan," katanya lagi.
Nelayan Dapat Bantuan Armada Boat

Nelayan Rohil
mendapat bantuan boat sebagai bantuan dari pemerintah pusat dan daerah.
Dinas Perikanan
dan Kelautan Kabupaten Rokan Hilir juga menyalurkan bantuan Armada Boat
berkapasitas 1 Gross Tonnage (GT) dan 3 Gross Tonnage kepada nelayan pesisir
Rohil, bantuan kapal untuk nelayan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus
(DAK) 2016. Bantuan Armada berupa boat yang dilengkapi alat pendeteksi ikan
(Fish Finder) ini diberikan agar nelayan dalam melaut bisa berlayar lebih jauh
ketengah.
Untuk Nelayan pesisir seperti nelayan Bagansiapiapi, Panipahan, dan Sinaboi
tahun 2016 ini selain akan diberikan bantuan alat tangkap perikanan juga akan
diberikan bantuan Armada Boat sebanyak 40 unit. 40 Unit armada yang akan
diberikan kepada nelayan itu berkapasitas 3 GT sebanyak 20 unit dan 1 GT
sebanyak 20 unit.
"Proses lelang di LPSE pemkab Rohil tengah berjalan, pihaknya akan
memastikan mengenai penerima kapal adalah merupakan pihak yang berhak. Tapi
yang jelas penerima bantuan kapal harus pekerjaannya nelayan. Selanjutnya
dilihat dari calon penerima mana yang lebih tidak atau kurang mampu, termasuk
sasaran penerima nelayan yang tidak punya kapal karena rusak," kata Amin.
Proses seleksi penerima bantuan kapal terangnya dijalankan dengan ketentuan
yang cukup ketat untuk mencegah terjadinya kesalahan penyaluran bantuan kepada
pihak yang tak berhak.
Berdasarkan kuota yang telah ditetapkan dari DAK jumlah kapal bantuan mencapai
40 unit, yang terbagi sebanyak 20 unit untuk kapal dengan kapasitas 3 GT
sebanyak 20 unit dan kapasitas 1 GT sebanyak 20 unit. Sejauh ini diperkirakan
kapal dengan bobot 3 GT lebih cocok diarahkan penyalurannya kepada nelayan di
wilayah pesisir seperti Kecamatan Sinaboi, Bangko dan Pasir Limau Kapas karena
melakukan penangkapan ikan ke perairan yang lebih dalam, menghadapi tantangan
arus deras dan lain-lain.
Pengembangan Budidaya Ikan Air Tawar
Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Rokan Hilir juga terus berupaya
meningkatkan sektor perikanan dengan melakukan pegembangan bibit ikan air
tawar. Selain itu Diskanlut juga mengupayakan bantuan alat tangkap ikan bagi
nelayan.
"Untuk pengembangan ikan air tawar kami sudah membuat tempat pembenihan
ikan di daerah Ujung Tanjung. Tahun kemarin saja kami sudah berhasil
menbenihkan ikan air tawar sekitar 200.000 ekor benih dari jenis ikan selais,
baung, lele serta ikan nila. Ikan hasil pembenihan tersebut kami sebar
keseluruh daerah Rohil dalam bentuk bantuan bagi peternak ikan kerambah maupun
kolam."katanya.(adv/hms)
Â
Gelar Buka Puasa Bersama, IKKKM Bengkalis Santuni 45 Anak Yatim dan Dhuafa
BENGKALIS – Ikatan Keluarga Kabupaten Kepulauan Meranti (IKKKM) Bengkalis menggelar buka puasa .
M. Arsya Fadillah Pimpin NasDem Bengkalis, Ketua DPRD Ucapkan Selamat
MANDAU–Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Septian Nu.
Dipimpin Anak Muda, Sidang Paripurna Hari Jadi Bengkalis Khidmat Penuh Makna
BENGKALIS – Sidang Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-513 Bengkalis berlangsung khidmat dan penuh .
Tingkatkan Kesolehan Sosial, IKKKM Kabupaten Bengkalis Santuni Anak Yatim dan Dhuafa
giat777 loginBENGKALIS-Mengambil momentum.
Pantau Kualitas Air Kelompok Ikan Milenial Desa Teluk Papal Berbasis Smartphone
BENGKALIS_Saat ini Inovasi merambah dunia budidaya ikan di Desa Teluk Papal dengan pengenalan Sis.







