Diskes Gulirkan Program Rumah Tunggu Ibu Bersalin Rujukan
Kepala Dinas Kesehatan Bengkalis melalui Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Imam Subchi SKM mengungkapkan bahwa Diskes Bengkalis sudah melaksanakan program rumah tunggu untuk ibu bersalin sejak bulan Maret tahun 2016 ini. Rumah tunggu tidak hanya buat ibu bersalin yang harus dirujuk ke rumah sakit terdekat, tetapi diperuntukan bagi keluarga ibu bersalin, terutama bagi ibu bersalin yang jauh dari pusat rujukan (rumah sakit).
“Rumah tunggu ini merupakan penjabaran dari program pemerintah pusat melalui kementerian kesehatan. Tujuannya tidak lain memudahkan masyarakat yang bersalin dan jauh dari pusat rujukan atau rumah sakit. Di rumah tunggu itulah mereka kita tampung bersama keluarganya,†terang Imam Subchi didampingi PPTK Kegiatan, Evi Ernawanti, Senin (19/9/2016).
Program itu sendiri sepenuhnya dibiayai APBN, dimana yang ditanggung adalah akomodasi (penginapan,red) transportasi serta konsumsi bagi ibu bersalin beserta keluarga yang menunggui. Selain itu, Diskes juga menyiapkan tenaga pendamping berupa petugas medis dan maksimal ibu bersalin dan keluarganya ditampungselama 14 hari di rumah tunggu tanpa dipungut biaya apapun.
Rumah tunggu itu sendiri dibagi dalam dua rayon yaitu rayon Bengkalis meliputi kecamatan Bengkalis, Bantan, Rupat, Rupat Utara, Bukitbatu dan Siak Kecil. Sedangkan rayon Duri mencakup kecamatan Mandau dan Pinggir. Kedua rumah tunggu tersebut saat ini sudah mulai beroperasi, bahkan di rumah tunggu Bengkalis sendiri sudah belasan pasien yang dilayani termasuk ibu bersalin dari pulau Rupat serta Bukitbatu dan Siak Kecil.
“Umumnya yang dirawat di rumah tunggu adalah ibu bersalin dengan resiko bayi terinfeksi atau ibu bersalin melalui operasi. Di Kabupaten Bengkalis sendiri ada dua Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) melayani rujukan yaitu RSUD kota Bengkalis dan RSUD kota Duri,â€papar Imam.
PPTK kegiatan Evi Ernawanti menambahkan bahwa dibentuknya rumah tunggu di dua rayon tersebut tidak lain dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Apalagi menurut data World Health Organization (WHO) badan PBB yang mengurusi masalah kesehatan merilis bahwa 15 sampai 20 persen kehamilan memiliki resiko terjadinya komplikasi yang perlu mendapatkan pelayanan kegawatdaruratan.
“Oleh karena itu setiap persalinan harus ditolong tenaga kesehatan, dimana setiap ibu hamil harus mempunyai akses terhadap petugas dan pelayanan kesehatan. Itulah manfaat dari rumah tunggu yang kita laksanakan sesuai kebijakan pemerintah pusat dalam membantu ibu bersalin beserta keluarga mereka. jadi selama menunggu ibu bersalin keluarga mereka kita tanggung biaya akomodasi, konsumsi dan transportasi,†ulas Evi Ernawanti. man
TMMD Dipusatkan di Desa Tanjung Damai
SIAKKECIL-Komandan Kodim (Dandim) 0303 Bengkalis, Letkol Rizal mengatakan pihaknya
memusatkan kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-97 di Desa
Tanjung Damai, Kecamatan Siak Kecil.
Demikian disampaikan Letkol Rizal saat memimpin rapat persiapan pembukaan TMMD
sekaligus sillaturrahmi dengan UPIKA Siak Kecil dan masyarakatdi Aula Kantor
Desa Tanjung Damai, Senin (19/9/2016).
Turut hadir dalam pertemuan itu selain Rombongan Dandim 0303 Bengkalis,
terlihat juga Camat Siak Kecil Mulyadi,SH.MH, Kepala Desa Tanjung Damai Winarto
dan perangkatnya, Danramil Bukit Batu Kapt. Inf. Isnanu, sejumlah kepala UPTD
dan masyarakat setempat.
Dalam pengarahannya Letkol. Rizal memaparkan tentang latar belakang kegiatan
TMMD yang digalakkan TNI saat ini. "Kenapa ada kegiatan TMMD ini?, dulu
zaman orde baru kegiatan ini bernama AMD (ABRI Masuk Desa) namun setelah
berjalan era reformasi mulai terkikis sehingga masyarakat merindukannya,"
papar Rizal.
Oleh karena itu TNI kembali menggalakkan kegiatan TMMD ini untuk menyulut
semangat gotong royong di tengah-tengah masyarakat. Menurut Letkol Rizal, saat
ini kepercayaan masyarakat masih tinggi terhadap TNI.
"Sehingga dari hasil polling terakhir yang dilakukan Lembaga Survey bahwa
kepercayaan masyarakat terhadap lembaga negara yang tertinggi adalah
kepada TNI, kemudian Kepresidenan, selanjutnya KPK dan
seterusnya," Ujar Rizal.
Dikatakan Rizal ada dua sasaran dari kegiatan TMMD ini, demi membantu
masyarakat dan juga meningkatkan eksistensi TNI.
"Dua sasaran tersebut adalah sasaran Fisik dan sasaran non fisik, dan
sasaran non fisik ini menjadi tugas utama bagi TNI yang turun melaksanakan
TMMD. Sehingga tidak ada tabir yang membatasi antara masyarakat dan
tentara." Tuturnya.
Apalagi kata Rizal, tentara yang melaksanakan TMMD wajib tidur dirumah
masyarakat, sehingg jadilah dia saudara, teman dan sahabat. Dengan demikian
tidak saling menyakiti dan bahkan saling bahu membahu dalam membangun, dan
masyarakat menjadi mata dan telinga bagi tentara dalam melaksanakan tugas.***
Gelar Buka Puasa Bersama, IKKKM Bengkalis Santuni 45 Anak Yatim dan Dhuafa
BENGKALIS – Ikatan Keluarga Kabupaten Kepulauan Meranti (IKKKM) Bengkalis menggelar buka puasa .
M. Arsya Fadillah Pimpin NasDem Bengkalis, Ketua DPRD Ucapkan Selamat
MANDAU–Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Septian Nu.
Dipimpin Anak Muda, Sidang Paripurna Hari Jadi Bengkalis Khidmat Penuh Makna
BENGKALIS – Sidang Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-513 Bengkalis berlangsung khidmat dan penuh .
Tingkatkan Kesolehan Sosial, IKKKM Kabupaten Bengkalis Santuni Anak Yatim dan Dhuafa
giat777 loginBENGKALIS-Mengambil momentum.
Pantau Kualitas Air Kelompok Ikan Milenial Desa Teluk Papal Berbasis Smartphone
BENGKALIS_Saat ini Inovasi merambah dunia budidaya ikan di Desa Teluk Papal dengan pengenalan Sis.







