Siapkan Dana Rp9,6 M, Profesor Jepang Ajak Bengkalis Kerjasama Tangani Abrasi
Penelitian tentang masalah abrasi di lahan gambut di Pulau Bengkalis ini mendapat perhatian Yamaguchi University, bahkan Pemerintah Jepang menyedikan dana sebesar 9,6 juta Yen atau sekitar Rp 9,6 miliar. Sumber dana dari Pemerintah Jepang dapat direalisasikan, dengan syarat penelitian tersebut mendapat dukungan dan respon positif dari pemerintah dan perguruan tinggi setempat.
Pernyataan tentang penawaran kerja sama penelitian itu disampaikan Profesor Koichi Yamamoto dalam pemaparannya di hadapan Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Arianto, Kepala Balitbang Bengkalis Sopian Hadi dan sejumlah penjabat dari Badan Lingkungan Hidup Bengkalis. Â
“Untuk mengajukan proposal ke Pemerintah Jepang, dibutuhkan dukungan dari pemerintah dan perguruan tinggi setempat,†demikian dikatakan Prof Koichi Yamamoto yang diterjemahkan oleh Dr. Sigit Sutikno dari dosen dan peneliti dari Universitas Riau.
Plt Sekda Bengkalis, Arianto menyambut baik keinginan Prof Koichi Yamamoto untuk melakukan penelitian lanjutan tentang abrasi di kawasan gambut. Terlebih lagi, pemerintah Jepang menyediakan dana sebesar Rp 9,6 miliar. “Kalau syaratnya butuh dukungan dari Pemerintah Daerah, tentu kita sangat mendukung sekali,†ungkapnya.
Arianto berharap kepada Prof Koichi Yamamoto, agar program dan dana yang kucurkan ke Bengkalis tidak hanya bersifat pada program penelitian, tapi diimbangi aksi nyata, seperti program bantuan untuk pembangunan water break alias pemecah gelombang. Mengingat, penanganan dan penanggulangan masalah abrasi, selain dalam bentuk penelitian, namun yang sangat dibutuhkan pembangunan pemecah ombak. Â Â Â
Berdasarkan referensi dan penelitian selama ini, tingkat abrasi di Pulau Bengkalis sangat parah, rata-rata mencapai 30-40 meter per tahun. Khusus di lahan gambut, Prof Yamamoto, tingkat abrasi luar biasa parah, puncaknya terjadi pada musim hujan ditandai dengan longsor kemudian jatuh ke laut. Untuk menanggulangi persoalan ini, tentu butuh penanganan serius dari pemerintah maupun masyarakat dan stakeholder tarkait. “Sebelum dilakukan penanganan, harus dilakukan riset atau penelitian lebih matang, sehingga penanggulangan abrasi lebih maksimal,†tandasnya.
Meskipun, Pulau Bengkalis menghadapi abrasi terparah terutama di kawasan yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka, namun di sisi lain muncul daratan baru akibat sendimentasi.***
Gelar Buka Puasa Bersama, IKKKM Bengkalis Santuni 45 Anak Yatim dan Dhuafa
BENGKALIS – Ikatan Keluarga Kabupaten Kepulauan Meranti (IKKKM) Bengkalis menggelar buka puasa .
M. Arsya Fadillah Pimpin NasDem Bengkalis, Ketua DPRD Ucapkan Selamat
MANDAU–Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Septian Nu.
Dipimpin Anak Muda, Sidang Paripurna Hari Jadi Bengkalis Khidmat Penuh Makna
BENGKALIS – Sidang Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-513 Bengkalis berlangsung khidmat dan penuh .
Tingkatkan Kesolehan Sosial, IKKKM Kabupaten Bengkalis Santuni Anak Yatim dan Dhuafa
giat777 loginBENGKALIS-Mengambil momentum.
Pantau Kualitas Air Kelompok Ikan Milenial Desa Teluk Papal Berbasis Smartphone
BENGKALIS_Saat ini Inovasi merambah dunia budidaya ikan di Desa Teluk Papal dengan pengenalan Sis.







