Objek Wisata Pantai Parit II dan Teluk Lancar Bengkalis Belum Tersentuh
Bagi orang tua yang memiliki “persediaan terbatasâ€, cukuplah mereka mengajak anak-anak mengunjung atau bermain di tempat-tempat rekreasi yang ada di pulau ini saja, seperti bermain ke pantai Selatbaru, Parit II Pambang Pesisir atau ke pantai indah Teluk Lancar.
Sayangnya, untuk lokasi pantai Parit II Pambang Pesisir dan Teluk Lancar, pengunjung bukan hanya tidak menemukan sentuhan pembangunan di dua pantai tersebut, tapi juga kondisi jalan menuju pantai yang rusak dan memprihatinkan.
“Anak-anak sudah cukup gembira diajak bermain atau mandi-mandi di pantai, sayangnya sebelum sampai ke pantai kami harus berjibaku dengan kondisi jalan yang hancur-hancuran, baik kondisi di Pambang Pesisir maupun di Teluk Lancar,†sebut Fadli warga Bengkalis, Kamis (4/1/2017).
Sejatinya kata Fadli, pantai Teluk Lancar menyimpan pesono yang luar biasa. Pantai landai berpasir tersebut jauh lebih indah dibanding dengan pantai Selatbaru. Pohon-pohon bakau masih hidup dengan subur di tebing pantai, selain itu pantai Teluk Lancar juga sangat panjang, hingga ke pantai Sekodi Kecamatan Bengkalis.
“Kalau saja jalan menuju ke Pantai Teluk Lancar bagus dan dibangun sarana pendukung lainnya di sekitaran pantai, saya yakin aka banyak warga Bengkalis dan sekitarnya akan datang berkunjung,†ujar Fadli.
Apalagi kata Fadli, saat musim liburan akhir tahun lalu, pantai Teluk Lancar “dikunjungi†spesies makanan laut nan lezat, kerang. Selain berkunjung, warga juga bisa mencari sambil membawa pulang kerang.
Senada dengan Fadli, Firdaus juga mempertanyakam grand disign Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam membangun dua pariwisata. Sejatinya kata Fadli, untuk lokasi atau tempat-tempat yang sudah memiliki daya tarik, harus ada grand disign jangka panjang seperti apa pengembangan objek wisata itu ke depan.
“Banyak hal yang bisa diberdayakan, selain pembangunan infrastruktur penunjang pengembangan wisata, pemerintah juga bisa membedayakan masyarakat tempatan. Bisa dalam bentuk penyiapan kuliner bagi pengnjung ataupun hal-hal lain yang bisa menjadi daya tarik bagi pengunjung,â€sebut Firdaus.
Pemeritah sudah harus berfikir keras bagaimana mencari dan mengggali serta meningkatkan pendapatan asli daerah, karena tidak bisa hanya mengandalkan dana bagi hasil migas yang suatu saat akan habis.
“Pariwisata adalah salah satunya. Tapi terus terang kami belum melihat upaya ke arah itu, tengok saja mau ke pantai Rupat Utara jalannya juga hancur-hancuran, bagaimana mau mengembangkan wisata pantai lainnya. Grand disign yang paling penting, tapi kalau kerjanya setengah-setengah ya hasilnya juga setengah atau bahkan tak sampai setengah,†papar Firdaus.man
Dugaan Korupsi APBDes Darul Aman Dilaporkan Warga ke Kejaksaan Bengkalis
BENGKALIS – Dugaan penyalahgunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Darul Aman, Kec.
Menuju Opini Kualitas Tinggi, PUPR Bengkalis Jalani Penilaian Ombudaman
BENGKALIS – Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Riau melakukan penilaian Pelayanan.
Sambangi Warga Suku Akit, KKM ISNJ Bengkalis Edukasi Cegah Pernikahan Dini dan Stunting
BENGKALIS – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Institut Syariah Negeri Junjungan (ISNJ) Ben.
Mahasiswa KKM ISNJ Jadi Dewan Juri Lomba Kebersihan Kelas SDN 20 Bantan
BENGKALIS – Suasana berbeda terlihat di SD Negeri 20 Bantan, Desa Bantan Tengah, Kecamatan Bant.
Dr Rinto Pimpin ICMI Bengkalis dengan Semangat Berpikir, Bertindak, Berdampak
BENGKALIS – Musyawarah Daerah (Musda) III Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi.
ISEI Bengkalis Gelar Pelatihan Penulisan Scopus Berbasis AI, Perkuat Kapasitas Peneliti Daerah
BENGKALIS – Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Bengkalis sukses menyelenggarakan pe.







