Pusat Jajanan Khas Bengkalis Masih Sepi, Disperindag Berusaha Mendorong Pengusaha IKM
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Pusat jajanan khas dan cenderamata Bengkalis yang berada di
areal Sungai Bengkel masih sepi pembeli. Namun demikian, Dinas Perindustrian
dan Perdagangan (Disperindag) Bengkalis tidak akan menyerah. Para
pengusaha industri kecil menengah (IKM) itu akan terus didorong hingga
berkembang.
''Wajar masih sepi karena kan baru diresmikan beberapa waktu lalu. Prosesnya
masih panjang, dan ini baru awal dari upaya kita dalam membangkitkan
produk-produk khas daerah. Kita tidak akan berhenti sampai di sini,'' ujar
Kepala Disperindag Bengkalis, H Ismail kepada wartawan, Minggu (1/6).
Pernyataan itu disampaikan sehubungan dengan sepinya para pembeli yang
mendatangi lokasi tersebut. Pusat jajanan dan cenderamata khas Bengkalis itu
berdasarkan pantauan, lebih banyak tutup dari pada buka. Kalau pun buka, hanya
beberapa gerai saja, tak lebih dari 5 gerai.
Menurut Ismail, untuk menjadikan pusat jajanan dan cenderamata khas Bengkalis
menjadi terkenal seperti di daerah tujuan wisata lainnya tidak semudah membalik
telapak tangan. Butuh waktu yang panjang dan program pembinaan yang
berkelanjutan. Kemudian saling terkait dengan potensi-potensi unggulan daerah
lainnya.
Disperindag sendiri sudah dan akan terus melakukan upaya-upaya untuk mendorong
tumbuh kembang IKM. Upaya tersebut ditempuh dengan berbagai program, misalnya
promosi, peningkatan kualitas produk, dan peningkatan kualitas pelaku.
"Kalau promosi sudah kita lakukan kemana-mana, baik di Riau maupun luar Riau.
Sementara untuk peningkatan kualitas produk, yang kita lakukan antara lain
peningkatan kemasan, sertifikasi label halal, kesehatan, komposisi, dan bantuan
peralatan," ujar Ismail seraya menambahkan kalau peningkatan kualitas SDM
pelaku IKM dilakukan dengan memperbanyak pelatihan-pelatihan.
Terkait dengan sertifikasi label halal khusus untuk makanan, menurut Ismail,
masih belum banyak produk-produk IKM yang mengurusnya. Hal itu cukup dimaklumi
karena disamping terkendala dengan biaya, sebagian dari pelaku IKM memiliki
pengetahuan yang minim tentang prosedur untuk mendapatkan sertifikasi halal.
Untuk itu, Disperindag setiap tahunnya memprogramkan sertifikasi halal.
''Seperti tahun kemarin kalau tidak salah ada 8 produk yang kita bantu untuk
sertifikasi label halal. Tahun ini pun kita akan bantu, mulai dari awal hingga
keluar label halalnya,'' kata Ismail. (Bku)
Gelar Buka Puasa Bersama, IKKKM Bengkalis Santuni 45 Anak Yatim dan Dhuafa
BENGKALIS – Ikatan Keluarga Kabupaten Kepulauan Meranti (IKKKM) Bengkalis menggelar buka puasa .
M. Arsya Fadillah Pimpin NasDem Bengkalis, Ketua DPRD Ucapkan Selamat
MANDAU–Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Septian Nu.
Dipimpin Anak Muda, Sidang Paripurna Hari Jadi Bengkalis Khidmat Penuh Makna
BENGKALIS – Sidang Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-513 Bengkalis berlangsung khidmat dan penuh .
Tingkatkan Kesolehan Sosial, IKKKM Kabupaten Bengkalis Santuni Anak Yatim dan Dhuafa
giat777 loginBENGKALIS-Mengambil momentum.
Pantau Kualitas Air Kelompok Ikan Milenial Desa Teluk Papal Berbasis Smartphone
BENGKALIS_Saat ini Inovasi merambah dunia budidaya ikan di Desa Teluk Papal dengan pengenalan Sis.







