Sekda Provinsi Riau Hadiri IMT GT di Banda Aceh
11th chief ministers' and governors' forum,and related
meetings Banda Aceh, Indonesia.
BANDA ACEH, Beritaklik.Com - Menteri
Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung mengatakan Minggu (14/9), bahwa Aceh
cukup kondusif untuk investasi. Pemerintah pusat mendukung penuh sejumlah
kesepakatan yang dihasilkan dari kesepakatan investasi ketiga negara anggota
IMT-GT (Indonesia Malaysia and Thailand Growth Triangle) yang dapat
segera ditidaklanjuti oleh pemerintah dan kalangan swasta di Aceh.
"Saat kita membahas Aceh, bagaimana Phuket, Thailand, turisnya itu masukknya ke
Sabang (Aceh), sehingga perlu ada penerbangan langsung dari Sabang ke Phuket,
terjadi konektivitas, infrastrukturnya disiapkan, dan itu mendorong
investasi antar wilayah," kata Menteri Koordinator Perekonomian Chairul
Tanjung.
Menko Perkonomian Chairul Tanjung, sebagai pimpinan konferensi IMT-GT , memuji
pemeritah Aceh dalam memfasilitasi pelaksanaan pertemuan tingkat menteri dan
gubernur ketiga negara. Kesepakatan investasi di ketiga negara anggota IMT-GT,
tambah Chairul Tanjung diharap segera dapat ditindaklanjuti pada 2015.
"Kita punya konsep pengembangan sekarang (blueprint), kita saling
subsidi, daripada menunggu jembatan terlalu lama dan dengan investasi cukup
besar, kita memilih memanfaatkan kapal RoRo (ferry), di masing wilayah
bangun pelabuhan, dan terjadi konektivitasnya baik laut dan udara maupun
konektivitas lainnya. konektivitas ini terkait dengan perdagangan, investasi
dan turisme di ketiga negara," lanjutnya.
Konferensi forum pertumbuhan ekonomi regional, Indonesia, Malaysia, dan
Thailand Growth Triangle (IMT-GT) di Banda Aceh menghasilkan empat kesepakatan
strategis yang akan segera direalisasikan pada 2015.
Pengembangan konsep pembangunan kota hijau, penetapan zona ekonomi khusus di
wilayah perbatasan antara ketiga negara anggota IMT-GT, pengoperasian
tranportasi laut, dengan kapal RoRo atau ferry dari Melaka-Dumai, termasuk
pembangunan instalasi energi, sistem kelistrikan yang terintegrasi (interkoneksi)
dari Melaka ke Pekanbaru, provinsi Riau.
Beberapa praktisi investasi dan sektor swasta lokal memuji inisiasi pemerintah
pusat dan provinsi dengan memberikan dukungan, baik aspek pendanaan maupun regulasi,
agar peningkatan kemitraan IMT-GT dapat terwujud dan berdampak nyata bagi Aceh,
sehingga dapat mengejar ketertinggalan dari sejumlah provinsi di Sumatera.
Praktisi bisnis Saniah Syarifah mengatakan, pengembangan sektor wisata antar
ketiga negara IMT-GT salah satu yang cukup potensial, selain dukungan pemerintah,
kerjasama promosi dan pemasaran wisata di ketiga negara perlu lebih
ditingkatkan.
"Kita selama ini hanya promosi Sabang, padahal kita punya banyak seperti
indahnya pantai dan kebudayaan di Simeulue, kita punya pulau Banyak , ekowisata
Aceh Singkil , panorama alam pegunungan dan danau laut tawar di Gayo (Aceh
Tengah ) termasuk wisata kebudayaan di sana," papar Saniah.
Sementara, pengamat sosial Anshari Hasjim cukup optimis, dengan tumbuhnya investasi
dan kemitraan yang setara dan adil , pemerintah Aceh mendapat salah satu solusi
dalam mengatasi berbagai kendala pengembangan dan peningkatan pertumbuhan
ekonomi regional.
"Forum ini (IMT-GT) cukup positif , ini upaya pemerintah untuk mendongkrak
hidupnya perekonomian Aceh dan masyarakat , tapi persoalannya seberapa besar
upaya pemerintah Aceh melakukan lobi-lobi agar investasi masuk ke Aceh,"
kata Anshari Hasjim.
Konferensi regional Forun IMT-GT ke-20 di Aceh ditutup resmi Menko
Perekonomian RI Chairul Tanjung hari Minggu (14/9), konferensi yang berlangsung
11-14 September 2014, dihadiri sejumlah menteri, gubernur dan pimpinan negara
bagian dari ketiga negara. Lebih 300 partisipan, terutama dari kalangan
pebisnis (swasta) dari ketiga negara menjadi peserta aktif konferensi.
Beberapa analis mengatakan, sejak kelahirannya pada tahun 1991, forum IMT-GT
salah satunya mengusung kerjasama pertumbuhan kawasan bidang ekonomi, utamanya
untuk memaksimalkan pengelolaan sumber daya alam, infrastruktur, investasi,
ekspor impor dan perdagangan yang terintegrasi antar kawasan, termasuk
mengusung kesejahteraan masyarakat yang ada di perbatasan ketiga negara anggota
IMT-GT. Sejak lebih 20 tahun kelahiran IMT GT, total investasi ketiga negara
mencapai kurang dari Rp 90 triliun. Sumber : voaindonesia.com (Bki)
Gelar Buka Puasa Bersama, IKKKM Bengkalis Santuni 45 Anak Yatim dan Dhuafa
BENGKALIS – Ikatan Keluarga Kabupaten Kepulauan Meranti (IKKKM) Bengkalis menggelar buka puasa .
M. Arsya Fadillah Pimpin NasDem Bengkalis, Ketua DPRD Ucapkan Selamat
MANDAU–Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Septian Nu.
Dipimpin Anak Muda, Sidang Paripurna Hari Jadi Bengkalis Khidmat Penuh Makna
BENGKALIS – Sidang Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-513 Bengkalis berlangsung khidmat dan penuh .
Tingkatkan Kesolehan Sosial, IKKKM Kabupaten Bengkalis Santuni Anak Yatim dan Dhuafa
giat777 loginBENGKALIS-Mengambil momentum.
Pantau Kualitas Air Kelompok Ikan Milenial Desa Teluk Papal Berbasis Smartphone
BENGKALIS_Saat ini Inovasi merambah dunia budidaya ikan di Desa Teluk Papal dengan pengenalan Sis.







