Bengkalis Raih Penghargaan Energi Prakarsa
Kepala
Balitbang, Dr. Sopyan Hadi menyerahkan penghargaan Energi Prakarsa dari
Kementerian ESDM kepada Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh di sela-sela peringatan
Hari Kesadaran Nasional dan Hari Perhubungan di halaman Kantor Bupati, Rabu
(17/9).
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Kepala Badan Penelitian dan
Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Bengkalis, Dr, Sopyan Hadi meraih
penghargaan Energi Prakarsa dari Kementerian Energi Sumberdaya Mineral,
baru-baru ini, Karya nyata berupa pengembangan bahan bakar nabati (BBN)
bioethanol dari nipah mengharumkan nama Kabupaten Bengkalis di kancah nasional.
Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya
atas keberhasilah yang dicapai oleh Kepala Balitbang tersebut. Diharapkan,
karya nyata yang dihasilkan benar-benar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat
banyak. Sehingga ketergantungan terhadap bahan bakar fosil secara bertahap bisa
dikurangi.
"Harapan kita, lebih dari itu bagaimana karya yang dihasilkan ini benar-benar
memberikan manfaat bagi masyarakat. Tidak hanya mengurangi ketergantungan
terhadap bahan bakar fosil, melainkan juga membuka peluang usaha yang bisa
meningkatkan perekonomian masyarakat," ujar Herliyan Saleh saat menerima tanda
penghargaan anugerah Energi Prakarsa dari Sopyan Hadi di sela-sela peringatan
Hari Kesadaran Nasional dan Hari Perhubungan, Rabu (17/9).
Harapan yang disampaikan oleh Bupati tersebut sudah terlintas di pikiran Sopyan
Hadi. Menurut pria yang baru saja meraih gelar doktor ini, upaya pengembangan
lebih lanjut terhadap percepatan hasil temuan, dirinya menyampaikan konsep dan
skema yang diinginkan untuk ditindaklanjuti oleh Pemerintah Pusat.
Skema pengembangan dari hasil penelitian Kabupaten Bengkalis yang akan
disampaikan ke Kementerian ESDM serta para pemerhati dan pemangku kepentingan
terhadap energi khususnya bahan bakar nabati berpijak dari beberapa
permasalahan yaitu, permasalahan pertama, krisis ketergantungan 100% bahan
bakar fosil yang belum ke arah bahan bakar non fosil atau mix energi.
Permasalahan kedua adalah besarnya beban subsidi pemerintah di APBN-P 2014,
beban subsidi energi sudah membengkak menjadi Rp453,3 triliun, terbagi untuk
subsidi BBM Rp 350,3 triliun dan listrik Rp103 triliun. Permasalahan ketiga
adalah krisis lingkungan dan ekonomi sosial masyarakat dari peningkatan emisi
gas buang kendaraan mengunakan BBM fosil. Sementara penyediaan energi yang
melibatkan kepada penciptaan lapangan kerja masyarakat, pengentasan kemiskinan
melalui pengembangan dari desa-desa mandiri energi bioethanol berbasis potensi
lokal. (Bku)
Gelar Buka Puasa Bersama, IKKKM Bengkalis Santuni 45 Anak Yatim dan Dhuafa
BENGKALIS – Ikatan Keluarga Kabupaten Kepulauan Meranti (IKKKM) Bengkalis menggelar buka puasa .
M. Arsya Fadillah Pimpin NasDem Bengkalis, Ketua DPRD Ucapkan Selamat
MANDAU–Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Septian Nu.
Dipimpin Anak Muda, Sidang Paripurna Hari Jadi Bengkalis Khidmat Penuh Makna
BENGKALIS – Sidang Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-513 Bengkalis berlangsung khidmat dan penuh .
Tingkatkan Kesolehan Sosial, IKKKM Kabupaten Bengkalis Santuni Anak Yatim dan Dhuafa
giat777 loginBENGKALIS-Mengambil momentum.
Pantau Kualitas Air Kelompok Ikan Milenial Desa Teluk Papal Berbasis Smartphone
BENGKALIS_Saat ini Inovasi merambah dunia budidaya ikan di Desa Teluk Papal dengan pengenalan Sis.







