Sejumlah Dosen Temui Bupati dan Ketua DPRD Terkait Kisruh STIE Syariah Bengkalis
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Gerakan
menuntut Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Syariah Bengkalis mundur,
terus digelorakan sejumlah dosen dan mahasiswa. Seperti pagi Jum'at (26/9),
delapan orang dosen, sejumlah karyawan serta perwakilan mahasiswa menemui
Bupati di ruang rapat Wisma Sri Mahkota.
Selain Bupati, pertemuan yang masih berkaitan dengan persoalan internal STIE
Syariah tersebut, juga dihadiri Ketua DPRD Bengkalis, H Heru Wahyudi. "Kita
berharap Pak Bupati sebagai pembina pendidikan di Bengkalis dan Pamkab sebagai
pembina Yayasan Bagun Insani, bisa turun tangan untuk menyelesaikan persoalan
ini," ujar Amir Syarifudin salah seorang dosen yang ikut dalam pertamuan
tersebut.
Anggaran untuk operasional STIE Syariah setiap tahun sebetulnya cukup besar,
sekitar Rp4 miliar. Dana tersebut berasal dari bantuan Pemkab Bengkalis serta
para mahasiswa. Sayangnya, anggaran sebesar itu tak membuat nilai akreditasi
STIE Syariah naik, tapi turun ke kategori C dengan nilai 279 dari sebelumnya
288.
"Tahun 2009 lalu, akreditasi kita memang C, tapi nilainya 288. Ketika dilakukan
akreditasi ulang tahun 2013 lalu, malah turun menjadi 279. Penurunan nilai
seperti ini berpengaruh terhadap kualits lulusan itu sendiri," ujar Amir.
Turunnya nilai akreditasi itu kata Amir, disebabkan STIE Syariah Bengkalis
tidak pernah menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Yakni, tidak pernah
melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Intinya kata Amir, sejumlah dosen dan mahasiswa juga karyawan, mendesak Ketua
STIE Syariah, H Nurul Amin mundur dari jabatannya. "Memang kemarin sudah
dipilih dan dia (Nurul Amin) terpilih kembali. Tapi semua kita tahulah, anggota
senat yang memilih adalah orangnya dia. Mereka adalah pejabat struktural di
STIE yang diangkat Nurul Amin," papar Amir.
Sayangnya kata Amir, yayasan Bangun Insani sepertinya tak mampu lagi menjadi
pengayom STIE Syariah. "Kawan-kawan pasti tahu, persoalan dan tuntutan seperti
ini kan pernah dilakukan para mahasiswa beberapa tahun lalu dan sekarang
terulang kembali. Saat itu pihak yayasan berjanji cukuplah Nurul Amin sampai
berakhir masa jabatan, tak akan ditambah lagi. Nyatanya, dia kembali terpilih
dan kami menolak itu," tegasnya.
Hal menarik yang terungkap dalam pertemuan tersebut adalah, adanya perubahan
akte notaris Yayasan Bangun Insani yang dibuat tahun 2001, ternyata diubah pada
tahun 2010. Perubahan tersebut, hilangnya nama H Riza Pahlefi sebagai pembina,
seperti yang tertera pada akte notaris tahun 2001.
"Intinya, Pak Bupati berharap persoalan ini segera selesai. Untuk perubahan
akte notaris itu, Pak Bupati minta kepada Pak Sekda untuk mempelajarinya.
Sedangkan tahapan selanjutnya setelah pertemuan ini, Pak Bupati berharap ada pertemuan
lanjutan di DPRD yang melibatkan semua komponen," ujar Amir. (Bku)
Bagaimana cara menghubungi Batik Air?
Anda dapat menghubungi Batik Air dengan mudah melalui WhatsApp saluran resmi di bawah ini..
Disbun Bengkalis Ajak Generasi Muda Raih Kuliah Gratis Lewat Beasiswa Sawit
BENGKALIS – Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Bengkalis mendorong masyarakat Kabupaten Bengka.
Dukung Program Ketahanan Pangan, Polsek Bengkalis Serahkan Sarpras Pertanian
BENGKALIS-Komitmen Kepolisian Sektor (Polsek) Bengkalis dalam mendukung program ketahanan pangan .
Perda KLA Dinilai Penting untuk Perkuat Pemenuhan Hak Anak di Bengkalis
BENGKALIS – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Bengkalis meni.
Rapat Bersama Pansus KLA, DPPPA Bengkalis Dorong Regulasi Perlindungan Anak
BENGKALIS – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Bengkalis mene.
Gelar Buka Puasa Bersama, IKKKM Bengkalis Santuni 45 Anak Yatim dan Dhuafa
BENGKALIS – Ikatan Keluarga Kabupaten Kepulauan Meranti (IKKKM) Bengkalis menggelar buka puasa .






