Masuk 5 Besar Dana Menganggur di Bank, Pj Bupati Bengkalis Peringatkan SKPD Fokus pada Serapan APBD
Penjabat Bupati Bengkalis, H Ahmad Syah Harrofie.
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Penjabat (Pj) Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie kembali memperingatkan para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini untuk fokus pada penyerapan anggaran daerah 2015.
Asisten Pemerintahan dan
Kesejahteraan Masyarakat Pemerintah Provinsi Riau ini tak ingin pertumbuhan
ekonomi daerah menurun tahun ini lantaran penyerapan anggaran daerah tidak
berjalan optimal.
''Saya sudah sampaikan kepada masing-masing Kepala SKPD soal
penyerapan anggaran ini. Semua harus fokus dan mempercepat pelaksanan program
dan kegiatan. Semua harus fokus pada realisasi anggaran,'' tegas Ahmad Syah,
sebagaimana disampaikan Kepala Bagian Humas, Johansyah Syafri, Sabtu
(22/8/2015).
Apalagi, sambung Ahmad
Syah yang dilantik menjadi Pj Bupati pada Rabu (5/8/2015), saat ini Bengkalis
oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) termasuk salah satu kabupaten yang
memiliki dana mengganggur (dana idle) di perbankan ketiga terbesar
setelah Kutai Kartanegara dan Malang.
Dibagian lain, Ahmad
Syah mengatakan sudaH meminta Sekretaris Daerah beserta para Asisten untuk
terus melakukan koordinasi dengan seluruh Kepala SKPD agar serapan anggaran
dapat semakin dipercepat.
''Saat ini sudah akhir
Agustus dan tahun anggaran berjalan tinggal empat bulan lagi. Seluruh Kepala
SKPD tak usah kemana-mana. Semua harus fokus mengurus percepatan penyerapan
anggaran agar tersalur kepada masyarakat,'' ulang Ahmad Syah.
Sekedar informasi, per Juli 2015, Kemenkeu mencatat dana
pemerintah daerah (Pemda) yang menganggur di perbankan sebesar Rp 273,5
triliun. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Kota Surabaya merupakan dua daerah
dengan dana menganggur yang terbesar.
''Daerah-daerah ini memiliki dana yang cukup besar, tapi
cuma diletakkan di perbankan, bukan disalurkan ke masyarakat,'' ungkap
Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, di Gedung Djuanda, Kemenkeu, Jakarta,
Jumat (21/8/2015).
Bambang menuturkan, bila daerah-daerah tersebut tidak
memperbaiki penyerapannya hingga akhir 2015, maka daerah-dareah ini akan
menerima sanksi di tahun berikutnya.
Sanksi pertama adalah dengan mengonversi dana transfer ke
daerah ke dalam bentuk non tunai, yaitu Surat Utang Negara (SUN). Kedua adalah
dengan mengurangi dan menghentikan penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun
berikutnya.
''Metode sanksinya ini baru 2016, tapi akan melihat di
kinerja 2015,'' tegas Bambang yang pernah berkunjung ke Kabupaten Bengkalis
dalam rangka pembukaan kegiatan sosialisasi dana desa di Balai Kerapatan Adat
Sri Mahkota Bengkalis, Selasa (16/6/2015).
Berikut 5 posisi Pemda dengan simpanan terbesar di perbankan
yang dirilis Kemenkeu per Juli 2015. Untuk provinsi adalah DKI Jakarta, Jawa
Barat (Jabar) Riau, Papua dan Kalimantan Timur (Kaltim).
Sedang
kabupaten yaitu Kutai Kartanegara (Provinsi Kaltim), Malang (Jawa Timur),
Bengkalis (Riau), Berau (Kaltim) dan Bogor (Jabar). Sementara untuk kota adalah Surabaya (Provinsi
Jatim), Medan (Sumatera Utara), Cimahi (Jabar), Tangerang (Banten), dan
Semarang (Jawa tengah). (Bku)
Gelar Buka Puasa Bersama, IKKKM Bengkalis Santuni 45 Anak Yatim dan Dhuafa
BENGKALIS – Ikatan Keluarga Kabupaten Kepulauan Meranti (IKKKM) Bengkalis menggelar buka puasa .
M. Arsya Fadillah Pimpin NasDem Bengkalis, Ketua DPRD Ucapkan Selamat
MANDAU–Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Septian Nu.
Dipimpin Anak Muda, Sidang Paripurna Hari Jadi Bengkalis Khidmat Penuh Makna
BENGKALIS – Sidang Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-513 Bengkalis berlangsung khidmat dan penuh .
Tingkatkan Kesolehan Sosial, IKKKM Kabupaten Bengkalis Santuni Anak Yatim dan Dhuafa
giat777 loginBENGKALIS-Mengambil momentum.
Pantau Kualitas Air Kelompok Ikan Milenial Desa Teluk Papal Berbasis Smartphone
BENGKALIS_Saat ini Inovasi merambah dunia budidaya ikan di Desa Teluk Papal dengan pengenalan Sis.







