Provinsi Riau Menuju Pemberdayaan Masyarakat dan Kelembagaan Desa yang Baik dan Berkualitas
PEKANBARU,
Beritaklik.Com - Provinsi Riau saat ini terus berupaya mewujudkan
pemberdayaan masyarakat dan kelembagaan desa yang baik dan berkualitas. Untuk
mencapai itu, partisipatif dan berdaya sebagaimana amanat UU Nomor 6 Tahun 2014
tentang Desa dilakukan dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat yang
diselenggarakan dengan strategi partisipatif dalam koridor good village
governance atau kepemerintahan desa yang baik.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman berkomitmen serius
untuk membangun desa dengan paradigma positif tersebut. Salah satunya, berupaya
meningkatkan kapasitas Aparatur Pemerintah Desa se Provinsi Riau. langkah
tersebut diawali dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) berkaitan dengan
pembangunan desa mandiri beberapa waktu lalu. Acara itu dilaksnaakan di
Pekanbaru dengan dihadiri 1.850 peserta. Rakor ketika itu mengambil tema "Dengan
Undang-Undang Desa Kita Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Desa Yang Andal
Terpercaya Menuju Desa Mandiri".
Plt Gubernur Riau yang akrab disapa Andi Rachman mengatakan, rakor tersebut
sangat penting dalam rangka peningkatan kapasitas aparatur pemerintah desa di
Riau.Terlebih, saat ini bantuan APBN dan APBD sangat besar untuk
program-program pedesaan, maka untuk memahami sistem pengelolaan keuangannya,
setiap peserta rakor harus mengikuti kegiatan ini sampai selesai.
Bantuan APBN untuk desa dan kelurahan kata dia saat ini ada lebih dari Rp425
milar, sementara APBD Provinsi Riau yang dialokasi untuk kepentingan desa itu
mencapai Rp500 juta per desa dan juga ada alokasi untuk kabupaten/kota dengan
nilai bervariasi.
"Uang ini harus dikelola dengan baik untuk pembangunan infrastruktur desa,
dengan diadakannya kegiatan ini, saya berharap aparatur desa dapat mengelola
keuangan desa dengan baik agar terhindar dari hal hal yang tidak
diinginkan," kata Andi Rachman.
Bangun Kemandirian.
Plt Gubernur Riau Andi Rachman juga mengajak semua pihak untuk membangun
kemandirian desa lewat berbagai kegiatan yang dapat mendukung kemajuan segala
sektor, mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan.
Menurut dia, dengan alokasi dana yang begitu besar, harus ada dukungan penuh
masyarakat di tiap desa tersebut, sehingga penggunaan dana dapat tepat sasaran
dan mampu untuk mewujudkan kemandirian di berbagai sektor, mulai pertanian, perikanan
dan lainnya.
Saat ini, demikian Andi Rachman, memang telah ada beberapa daerah yang memiliki
program baik dan potensial untuk membuat desa mandiri dan berkualitas. Salah
satunya menurut dia adalah Kabupaten Kampar dengan program unggulannya.
Untuk diketahui, saat ini Pemda Kampar telah melaksanakan program unggulan yang
dinamakan Rumah Tangga Mandiri Pangan Energi (RTMPE) yang bertujuan untuk
memberantas kemiskinan, pengangguran dan rumah kumuh di daerah itu.
RTMPE merupakan program yang dijalankan untuk mengajarkan masyarakat bagaimana
mengelolah lahan sempit yang hanya seluas 1.000 meter persegi namun hasilnya
melebihi hasil dari 3 hektare kebun sawit. Bupati Kampar Jefry Noer
menargetkan, tahun depan (2016) setiap desa di daerah itu sudah menjalankan
RTMPE hingga kemudian membuat wilayah itu menjadi mandiri, baik itu untuk
memenuhi kebutuhan pangan, energi listrik dan gas. Hal itu karena menurut dia,
dalam Program RTMPE yang dikelola dalam lahan seluas 1.000 meter persegi,
masyarakat dapat memelihara enam ekor sapi yang akan menghasilkan biogas untuk dijadikan
energi listrik dan untuk gas pengganti elpiji. Kemudian juga menghasilkan
biourine yang dapat dijual.
Kemudian juga dapat memelihara ikan dalam kolam terpal, memelihara ayam alpu
dengan hasil telur yang bisa ditetaskan, serta menanam berbagai sayuran yang
menjadi kebutuhan pokok seperti cabai dan bawang merah.
Yang menggiurkan, tiap rumah tangga yang menjalankan program tersebut akan
mendapatkan hasil yang begitu besar, yakni mencapai Rp15 juta hingga Rp25 juta
setiap bulannya. "Uang sebanyak itu lebih besar dibandingkan dengan gaji
bupati," kata Jefry Noer.
Program Percontohan
RTMPE saat ini juga telah menjadi program percontohan bagi banyak daerah
lainnya di Riau bahkan di luar provinsi. Kabupaten Meranti misalnya, telah
mengirim sejumlah kelompok masyarakat untuk mendapatkan ilmu dan menjalankannya
di daerah pesisir.
Begitu juga dengan masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir yang menyatakan siap
untuk mencuri ilmu dari Kampar untuk kemudian mengembangkannya di daerah itu.
Sementara Pemko Dumai juga telah mengunjungi lahan percontohan RTMPE untuk
dijalankan ke kalangan petani.
Lebih hebat lagi, program ini juga menjadi daya tarik bagi banyak elit politik
dan pejabat di Pemerintah Pusat. Terakhir adalah Ketua Dewan Perwakilan Daerah
(DPD) RI Irman Gusman yang memboyong dua senator asal Riau yakni Maimanah Umar
dan Gafar Usman untuk melihat program kebanggaan Jefry Noer itu.
Karena RTMPE, bahkan dikabarkan akan ada alokasi dana tambahan yang bersumber
dari APBN untuk pengembangan desa-desa di Provinsi Riau. "Saya
berjanji," kata Irman Gusman saat mengunjungi Kampar beberapa waktu lalu.
Bahkan Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan kekaguman atas berbagai
program pertanian yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Kampar, Riau sebagai
upaya swasembada yang sejalan dengan Program Kedaulatan Pangan gagasan Presiden
Joko Widodo.
'Seluruh daerah harus memiliki program pertanian yang tentunya akan mendukung
pemerintah untuk swasembada pangan,' kata Mentan Amran Sulaiman.
RTMPE di Kabupaten Kampar adalah satu program terbaik di Riau, selain juga ada
sejumlah program lainnya di tiap kabupaten/kota untuk meningkatkan perekonomian
masyarakat di pedesaan. (Adv)
Gelar Buka Puasa Bersama, IKKKM Bengkalis Santuni 45 Anak Yatim dan Dhuafa
BENGKALIS – Ikatan Keluarga Kabupaten Kepulauan Meranti (IKKKM) Bengkalis menggelar buka puasa .
M. Arsya Fadillah Pimpin NasDem Bengkalis, Ketua DPRD Ucapkan Selamat
MANDAU–Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Septian Nu.
Dipimpin Anak Muda, Sidang Paripurna Hari Jadi Bengkalis Khidmat Penuh Makna
BENGKALIS – Sidang Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-513 Bengkalis berlangsung khidmat dan penuh .
Tingkatkan Kesolehan Sosial, IKKKM Kabupaten Bengkalis Santuni Anak Yatim dan Dhuafa
giat777 loginBENGKALIS-Mengambil momentum.
Pantau Kualitas Air Kelompok Ikan Milenial Desa Teluk Papal Berbasis Smartphone
BENGKALIS_Saat ini Inovasi merambah dunia budidaya ikan di Desa Teluk Papal dengan pengenalan Sis.







