Waspada Pengaruh Paham Baru Perusak Budaya
Kegiatan yang bertema "Pemahaman dan Amaliyah Keagamaan Orang-Orang Melayu Ditinjau dari Perspektif Sejarah dan Hukum Islam", ini dibuka langsung secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) H Burhanuddin, di Ruang Pertemuan lantai II Kantor Bappeda Bengkalis.
"Kegiatan semacam ini sejatinya memang sangat perlu dilakukang. Karena kita ingin nilai-nilai kemelayuan ini dapat diturunkan kepada generasi selanjutnya sesuai ajaran dan ketentuan norma agama. Tanpa terpengaruh dari hal-hal yang diluar dari jalurnya," ujar Sekda saat memberikan sambutan.
Disampaikannya, kepada peserta yang hadir dan mengikuti dialog tersebut, diharapkan agar dapat memberikan informasi dan pengetahuan yang diperoleh, kepada masyarakat luas. Terlebih saat ini generasi dan keadaan zaman dihadapkan dengan berbagai tantangan yang dikhawatirkan akan berdampak buruk.
"Selama ini pun kita melihat, orang-orang melayu kita masih kurang menurunkan tradisi-tradisi melayu yang seharusnya didapatkan oleh generasi muda. Oleh sebab itu, melalui dialog ini nanti mari kita pertahankan khazanah melayu kita yang dikenal identik dengan agama Islam," katanya.
Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana, H Amrizal dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan yang selenggarakan itu atas dasar beberapa pemikiran dan kejadian yang terjadi belakangan ini.
"Seperti telah banyak berkembangnya faham-faham keagamaan baru, baik tumbuh dengan sendirinya ditengah masyarakat ataupun dipengaruhi oleh pihak luar yang dalam batas-batas tertentu bisa jadi memberikan dampak secara sosial-kultural terhadap kehidupan msyarakat melayu yang sejak lama dikenal sebagai masyarakat yang toleran dan mederat," jelas Amrizal.
Sebagai Ketua Panitia, Ketua MUI Kabupaten
Bengkalis ini menyampaikan tujuan diadakannya dialog intraktif ini adalah untuk
menggalakkan diskuji dan kajian yang berkaitan dengan budaya Melayu. Selain itu
diharapkan pula dapat memberikan pengetahuan terhadap orang-orang Melayu
tentangn pemahaman dan amaliyah keagamaan.
"Kemudian tujuan dialog ini juga diharapkan
dapat membentengi orang-orang melayu dari faham yang tidak sesuai dengan alam
pikiran orang-orang Melayu. Dan terakhir adalah menumbuh kembangkan khazanah
budaya dan tradisi keagamaan orang-orang Melayu," sebutnya.
Adapun narasumber dalam dialog intraktif ini sebanyak
dua orang. Yaitu Prof. Dr. H Samsul Nizar MA, guru besar UIN Suska Riau dan
Ketua STAIN Bengkalis, kemudian H. Ahmad Rozai Akbar MH, Ketuai IAI Tafaquh
Finddin Dumai. (Bku)
ISEI Bengkalis Gelar Pelatihan Penulisan Scopus Berbasis AI, Perkuat Kapasitas Peneliti Daerah
BENGKALIS – Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Bengkalis sukses menyelenggarakan pe.
Disbun Bengkalis Ajak Generasi Muda Raih Kuliah Gratis Lewat Beasiswa Sawit
BENGKALIS – Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Bengkalis mendorong masyarakat Kabupaten Bengka.
Dukung Program Ketahanan Pangan, Polsek Bengkalis Serahkan Sarpras Pertanian
BENGKALIS-Komitmen Kepolisian Sektor (Polsek) Bengkalis dalam mendukung program ketahanan pangan .
Perda KLA Dinilai Penting untuk Perkuat Pemenuhan Hak Anak di Bengkalis
BENGKALIS – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Bengkalis meni.
Rapat Bersama Pansus KLA, DPPPA Bengkalis Dorong Regulasi Perlindungan Anak
BENGKALIS – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Bengkalis mene.
Gelar Buka Puasa Bersama, IKKKM Bengkalis Santuni 45 Anak Yatim dan Dhuafa
BENGKALIS – Ikatan Keluarga Kabupaten Kepulauan Meranti (IKKKM) Bengkalis menggelar buka puasa .






