Jet Tempur Buatan Indonesia-Korea Lebih Canggih dari Sukhoi
Jakarta,
Beritaklik.Com - PT
Dirgantara Indonesia (Persero) telah menjalin kerja sama dengan Korea Aerospace
Industries (KAI) dalam pembuatah jet tempur jenis fighter melalui program
KF-X/IF-X.
Program pengembangan pesawat tempur KF-X/IF-X ini merupakan kerjasama strategis
antara Indonesia dengan Korea Selatan dengan mekanisme jangka panjang. Ini
dilakukan dalam upaya menciptakan kemandirian industri pertahanan dalam negeri
untuk memenuhi kebutuhan Alutsista TNI.
Direktur Teknologi dan Pengembangan PT DI, Andi Alisjahbana mengungkapkan jet
tempur yang akan dihasilkan dari kerjasama dua negara ini akan mengadopsi
teknologi generasi 4.5. Saat ini beberapa produk jet tempur yang ada di dunia
masih generasi 4.
"Sukhoi yang kita miliki, yang katanya paling canggih itu masih generasi
4, fighter yang kita produksi nanti sudah 4.5," kata dia saat berbincang
dengan wartawan di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (7/1/2016).
Jet tempur
ini nantinya akan memiliki tipe semi siluman (stealth)
yang ke depannya mampu ditingkatkan ke tipe stealth atau jet
tempur generasi 5. Di dunia, saat ini baru Amerika Serikat (AS) yang mampu
memproduksi jet tempur generasi 5, yaitu jet tempur siluman F-22 dan F-35.
Andi mengungkapkan kerjasama pengembangan ini menjadi hal yang strategis
mengingat dalam sebuah negara pertahanan udara adalah kunci utama dalam sebuah
negara.
"Negara itu kalau diserang awal dari udara, kalau udara sudah dikuasi itu
mau dilawan lewat darat atau laut, itu sudah susah sekali, jadi kita sangat
perlu kebangkan tipe fighter seperti ini untuk jaga wilayah udara kita,"
kata Andi.
Dia menambahkan total proyek kerjasama ini memiliki nilai US$ 8 miliar, dimana
Indonesia mendapatkan porsi pengembangan 20 persen. Meski hanya memiliki porsi
20 persen, namun Indonesia mendapatkan 100 persen transfer teknologi dan budaya
pengembangannya.
Diharapkan dengan adanya keterlibatan Indonesia dalam pengembangan ket tempur
generasi 4.5 ini, dalam jangka panjang Indonesia mampu memproudksi
sendiri. "Saat ini Kemenhan sedang bangun hanggar baru untuk produksi
fighter ini di Bandung," tegas dia.
Sumber : liputan6.com (Bki)
Jadi Narasumber Nasional, Kepala Bappeda Paparkan RAD Bengkalis Lestari
JAKARTA – Kepala Bappeda Kabupaten Bengkalis, Rinto, menjadi narasu.
Awal Mula Huru Hara Skincare di Indonesia
Awal mula kekisruhan industri skincare di Indonesia bermula dari pertemuan Heni Sagara (HS) denga.
Ketua Umum Serikat Pekerja PLN Minta Pembahasan RUU EBET Dilanjutkan pada Masa Rezim Baru
JAKARTA-Ketua Umum Serikat Pekerja PT PLN (Persero) Abrar Ali berharap keinginan pemerintah untuk.
Tinjau Banjir di Bantan Sari, Bupati Kasmarni Serahkan Bantuan pada Masyarakat Terdampak Banjir
BANTAN-Bupati Bengkalis Kasmarni meninjau lokasi banjir di Dusun Bengkuang Baru, Desa Bantan Sari.
Buka Pelatihan Bumdes, Camat Bantan Sampaikan Harapan Besar Soal Ekonomi Masyarakat
BENGKALIS-Badan Kerjasama Antar Desa BKAD Kecamatan Bantan kembali melaksanakan Pelatihan bagi Pe.
Kadis PUPR Bengkalis Ardiansyah Ungkap Pembangunan DIC Tetap Dilanjutkan Sesuai Arahan Bupati Kasmarni
BENGKALIS - Pemerintah Daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penata.







