PILIHAN
Dewan Pertanyakan Kriteria Pemutusan Kontrak 38 SPD
BENGKALIS– Anggota DPRD Bengkalis mempertanyakan apa yang menjadi dasar atau kriteria tidak diperpanjangnya kontrak kerja sebanyak 38 Sarjana Pendamping Desa (SPD). Jika alasannya kinerja, sebagian SPD yang diberhentikan tersebut dinilai bekerja cukup baik.
“Ada yang aneh dalam pemutusan hubungan kerja terhadap 38 orang SPD yang sudah bertugas selama setahun itu. Dari mereka yang diputuskan kontraknya, malahan saya nilai ada yang berprestasi. Ini patut menjadi pertanyaan dan catatan, apa motif PHK tersebut dilakukan,”tegas anggota DPRD Bengkalis, Azmi Rojali Fatwa, Rabu (20/3).
Politisi PKS ini mengaku terkejut, ketika sejumlah mantan SPD yang tak diperpanjang lagi kontraknya oleh Pemkab Bengkalis menemuinya soal pemutusan kontrak yang dinilai sepihak. Ia juga menilai Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) tidak perlu memandang latar belakang seseorang.
Ditegaskannya, seyogyanya barometer SPD itu adalah kinerja serta aktifitas mereka dalam melakukan pendampingan di desa. Ia menilai tidak wajar kalau ada SPD yang berprestasi, tetapi karena memiliki kedekatan dengan orang politik diputus kontrak tanpa terlebih dahulu menerbitkan surat peringatan (SP).
“Seseorang yang diputus kontrak kerjanya, seharusnya diberikan teguran berupa surat peringatan (SP). Kecuali yang bersangkutan terlibat kasus tindak pidana, itu lain cerita. Kita secara kelembagaan nanti akan memintai keterangan kepada BPMPD, apa motif pemutusan hubungan kerja tersebut,” ujar Azmi.
Mantan Koordinator Kecamatan SPD untuk Mandau, Hariyadi juga mengaku terkejut dengan pemutusan kontrak terhadap dirinya serta puluhan SPD lainnya. Ia menduga telah terjadi politisasi terhadap keberadaan SPD maupun program Usaha Ekonomi Desa-Simpan Pinjam (UED-SP) dengan alasan-alasan yang tidak jelas.
“Kalau program pemberdayaan ekonomi masyarakat sudah masuk dalam kancah politik, jangan harap program itu akan berjalan maksimal. Ke depan DPRD Bengkalis perlu mengevaluasi sejauhmana manfaatnya untuk masyarakat maupun aspek payung hukumnya,” ujar Hariyadi. (man)
“Ada yang aneh dalam pemutusan hubungan kerja terhadap 38 orang SPD yang sudah bertugas selama setahun itu. Dari mereka yang diputuskan kontraknya, malahan saya nilai ada yang berprestasi. Ini patut menjadi pertanyaan dan catatan, apa motif PHK tersebut dilakukan,”tegas anggota DPRD Bengkalis, Azmi Rojali Fatwa, Rabu (20/3).
Politisi PKS ini mengaku terkejut, ketika sejumlah mantan SPD yang tak diperpanjang lagi kontraknya oleh Pemkab Bengkalis menemuinya soal pemutusan kontrak yang dinilai sepihak. Ia juga menilai Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) tidak perlu memandang latar belakang seseorang.
Ditegaskannya, seyogyanya barometer SPD itu adalah kinerja serta aktifitas mereka dalam melakukan pendampingan di desa. Ia menilai tidak wajar kalau ada SPD yang berprestasi, tetapi karena memiliki kedekatan dengan orang politik diputus kontrak tanpa terlebih dahulu menerbitkan surat peringatan (SP).
“Seseorang yang diputus kontrak kerjanya, seharusnya diberikan teguran berupa surat peringatan (SP). Kecuali yang bersangkutan terlibat kasus tindak pidana, itu lain cerita. Kita secara kelembagaan nanti akan memintai keterangan kepada BPMPD, apa motif pemutusan hubungan kerja tersebut,” ujar Azmi.
Mantan Koordinator Kecamatan SPD untuk Mandau, Hariyadi juga mengaku terkejut dengan pemutusan kontrak terhadap dirinya serta puluhan SPD lainnya. Ia menduga telah terjadi politisasi terhadap keberadaan SPD maupun program Usaha Ekonomi Desa-Simpan Pinjam (UED-SP) dengan alasan-alasan yang tidak jelas.
“Kalau program pemberdayaan ekonomi masyarakat sudah masuk dalam kancah politik, jangan harap program itu akan berjalan maksimal. Ke depan DPRD Bengkalis perlu mengevaluasi sejauhmana manfaatnya untuk masyarakat maupun aspek payung hukumnya,” ujar Hariyadi. (man)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Dugaan Korupsi APBDes Darul Aman Dilaporkan Warga ke Kejaksaan Bengkalis
BENGKALIS – Dugaan penyalahgunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Darul Aman, Kec.
Menuju Opini Kualitas Tinggi, PUPR Bengkalis Jalani Penilaian Ombudaman
BENGKALIS – Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Riau melakukan penilaian Pelayanan.
Sambangi Warga Suku Akit, KKM ISNJ Bengkalis Edukasi Cegah Pernikahan Dini dan Stunting
BENGKALIS – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Institut Syariah Negeri Junjungan (ISNJ) Ben.
Mahasiswa KKM ISNJ Jadi Dewan Juri Lomba Kebersihan Kelas SDN 20 Bantan
BENGKALIS – Suasana berbeda terlihat di SD Negeri 20 Bantan, Desa Bantan Tengah, Kecamatan Bant.
Dr Rinto Pimpin ICMI Bengkalis dengan Semangat Berpikir, Bertindak, Berdampak
BENGKALIS – Musyawarah Daerah (Musda) III Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi.
ISEI Bengkalis Gelar Pelatihan Penulisan Scopus Berbasis AI, Perkuat Kapasitas Peneliti Daerah
BENGKALIS – Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Bengkalis sukses menyelenggarakan pe.
TULIS KOMENTAR +INDEKS







