Puncak Peringatan HAN di Bengkalis Meriah, Bupati: Lawan Kekerasan Terhadap Anak
Seperti atraksi Polisi Cilik Polres Bengkalis yang
menampilkan atraksi dan gerak yang sangat kompak dan penampilan fashion show
dari Sekolah Dasar Negeri 1 Bengkalis. Fashion show ini unik karena pakaian yang
dikenakan merupakan pemanfaatan barang bekas. Sehingga tak heran atraksi
keduanya bukan hanya memukau bupati dan tamu undangan, tetapi juga ratusan
pasang mata masyarakat umum yang kala itu hadir di Lapangan Tugu.
Penampilan lainnya yang mendapatkan apresiasi dan sambutan
hangat adalah pawai budaya dengan mengenakan baju adat, permainan angklung dari
siswa Sekolah Luar Biasa, teatrikal dari Forum Anak Bengkalis, mendongeng yang
dibawakan oleh Intan siswi SMPN 1 Bantan sebagai juara I mendongeng provinsi Riau,
serta berbagai penampilan menarik lainnya.
Selain mengapresiasi, sempena HAN 2016 Bupati Amril juga
mengajak setiap individu, orang tua, keluarga, dan seluruh lapisan masyarakat
di daerah ini, agar sama-sama memenuhi hak dan senantiasa melindungi anak.
"Selaras dengan amanat Undang-Undang nomor 35 tahun 2014
tentang perlindungan anak, kita harus terus berupaya memberikan perlindungan
dan mewujudkan kesejahteraan anak dengan memberikan jaminan terhadap pemenuhan
hak-haknya dan perlakukan tanpa kekerasan, eksploitasi dan diskriminasi"
ungkap Amril.
Sesuai tema
peringatan HAN, "Akhiri Kekerasan Pada Anak", Bupati mengajak semua
komponen di daerah berjuluk Negeri Junjungan ini untuk bersama-sama melawan,
meminimalisir, dan tidak mentolerir bentuk aksi kekerasan pada anak, baik itu
dalam bentuk fisik maupun psikis.
"Hal ini perlu kami ingatkan, karena sejauh ini, kita
sering melihat, mendengar dan membaca pemberitaan di berbagai media, mengenai
aksi kekerasan terhadap anak, baik itu dirumah, sekolah, maupun tempat
umum," ujar Amril.
Di bagian lain, mantan Kepala Desa Muara Basung ini
mengingatkan orangtua bahwa secara tidak disadari kita kerap melakukan kekerasan
terhadap anak, salah satu bentuk kekerasan yang dimaksud adalah kekerasan
melalui kata-kata yang menyakitkan.
"Meskipun sifatnya kecil, hal demikian tidak boleh kita
lakukan. Sebab, kekerasan dalam bentuk apapun yang dialami anak, akan membawa
dampak. Selain stres dan depresi, kekerasan yang dialami dapat menggangu tumbuh
kembang anak," papar Amril.
Sebagai contoh, imbuhnya, jika orang tua mengatakan anaknya
bodoh, maka dia akan mengganggap dirinya seperti itu. Kondisi ini akan
menyebabkan anak cenderung kurang percaya diri serta dapat memperlambat
kemandiriannya.
Puncak Peringatan HAN dihadiri Ketua DPRD Bengkalis H Heru
Wahyudi, Ketua Pengadilan Negeri Bengkalis Rustiyono, Ketua TP PKK Bengkalis
Kasmarni dan sejumlah pejabat Eselon lingkup Pemerintah Kabupaten Bengkalis. ***
Dugaan Korupsi APBDes Darul Aman Dilaporkan Warga ke Kejaksaan Bengkalis
BENGKALIS – Dugaan penyalahgunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Darul Aman, Kec.
Menuju Opini Kualitas Tinggi, PUPR Bengkalis Jalani Penilaian Ombudaman
BENGKALIS – Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Riau melakukan penilaian Pelayanan.
Sambangi Warga Suku Akit, KKM ISNJ Bengkalis Edukasi Cegah Pernikahan Dini dan Stunting
BENGKALIS – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Institut Syariah Negeri Junjungan (ISNJ) Ben.
Mahasiswa KKM ISNJ Jadi Dewan Juri Lomba Kebersihan Kelas SDN 20 Bantan
BENGKALIS – Suasana berbeda terlihat di SD Negeri 20 Bantan, Desa Bantan Tengah, Kecamatan Bant.
Dr Rinto Pimpin ICMI Bengkalis dengan Semangat Berpikir, Bertindak, Berdampak
BENGKALIS – Musyawarah Daerah (Musda) III Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi.
ISEI Bengkalis Gelar Pelatihan Penulisan Scopus Berbasis AI, Perkuat Kapasitas Peneliti Daerah
BENGKALIS – Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Bengkalis sukses menyelenggarakan pe.







