Seorang Bayi Lahir dengan Lambung dan Usus Terburai di Sei Pakning
Pasangan
Suami istri ini juga tidak menyangka jika bayi yang merupakan anak pertama
mereka ini, lahir dengan kondisi tidak normal, bahkan terbilang langka karena
baru pertama kali terjadi di Sungai Pakning.
"Rabu (3/7/2016) lalu sekitar pukul 12:00 WIB siang, istri saya melahirkandi
tempat salah satu praktik bidan di Sungai Pakning, namun kami tak menyangka
anak pertama kami lahir dengan usus dan lambung di luar badan, mungkin itu
sudah ditakdirkan Tuhan," ucap Firnando, ayah mayi malang tersebut dengan
raut wajah sedih, Jumat (5/7/2016).
"Walau bagaimanapun kondisinya, tetaplah itu bayi anak kandung dan darah daging kami. Akan tetap kami perjuangkan agar dia bisa bertahan hidup. Namun menurut keterangan pihak rumah sakit, di RSUD Bengkalis ini belum bisa menangani bedah untuk kondisi bayi seperti anak kami itu, alasannya peralatan dan perlengkapan bedah tidak memadai," ungkap Firnando.
Dikatakan Firnando, pihak rumah sakit menganjurkan untuk merujuk anaknya ke RSUD Pekanbaru, namun tidak sedikit dana yang diperlukan, karena proses pembedaha, perawatan sampai pemulihan memakan waktu mulai dari 1 sampai 3 bulan.
"Saat ini anak saya sedang dirawat di Ruang Injeksi Bayi RSUD Bengkalis diletakkan dalam tabung kaca dan diberi infus serta oksigen. Sekarang kami menunggu keputusan dari rumah sakit, harus dikemanakan anak saya yang malang itu," tambahnya.
Firnando juga mengaku kewalahan untuk mencari biaya untuk pengobatan anaknya, jika nanti dirujuk ke RSUD Pekanbaru, sebab dirinya yang hanya bekerja sebagai buruh mengaku tidak memiliki tabungan.
"Untuk biaya bertahan hidup saja keluarga saya kewalahan mencarinya pak, apalagi untuk hal tak terduga seperti ini. Namun saya bertekad biar saya tidak makan, yang penting anak saya bisa mendapat pengobatan selayaknya pak," sebut Firnando didampingi istrinya Rina.
Keluarga Firnando juga berharap perhatian dan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis, agar proses pengobatan bayi dengan kondisi yang memprihatinkan tersebut berjalan lancar.
"Kami tentu sangat berharap Perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis, agar pengobatan anak kami ini dapat terbantu, apalagi kondisi ekonomi kami sangat lemah, tak mungkin rasanya kami memenuhi segala biaya pengobatan anak kami, jika tidak dibantu oleh berbagai pihak terutama Pemerintah," tutup Firnando. ***
Bagaimana cara menghubungi Batik Air?
Anda dapat menghubungi Batik Air dengan mudah melalui WhatsApp saluran resmi di bawah ini..
Disbun Bengkalis Ajak Generasi Muda Raih Kuliah Gratis Lewat Beasiswa Sawit
BENGKALIS – Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Bengkalis mendorong masyarakat Kabupaten Bengka.
Dukung Program Ketahanan Pangan, Polsek Bengkalis Serahkan Sarpras Pertanian
BENGKALIS-Komitmen Kepolisian Sektor (Polsek) Bengkalis dalam mendukung program ketahanan pangan .
Perda KLA Dinilai Penting untuk Perkuat Pemenuhan Hak Anak di Bengkalis
BENGKALIS – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Bengkalis meni.
Rapat Bersama Pansus KLA, DPPPA Bengkalis Dorong Regulasi Perlindungan Anak
BENGKALIS – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Bengkalis mene.
Gelar Buka Puasa Bersama, IKKKM Bengkalis Santuni 45 Anak Yatim dan Dhuafa
BENGKALIS – Ikatan Keluarga Kabupaten Kepulauan Meranti (IKKKM) Bengkalis menggelar buka puasa .






