Karena SBY Mengerti Tugas dan Pekerjaan Presiden, SBY Tolak Capres Janji Nasionalisasi Aset Asing
Beritaklik.Com - Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono yang sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat memastikan
tidak akan mendukung dan memilih calon presiden yang memberikan janji-janji
muluk yang justru akan membahayakan bagi kehidupan bangsa Indonesia.
Menurut SBY, rakyat akan senang bila yang dijanjikan calon presiden itu membawa
manfaat yang nyata bagi masyarakat. Tapi dia melihat ada janji-janji capres
yang dirasa sangat membahayakan.
"Saya ambil contoh, kalau kita dengar janji-janji kampanye selama ini,
menurut saya ada yang berbahaya. Misalnya, kalau 'kalau saya jadi presiden
semua aset asing akan saya nasionalisasi, kita ambil alih," kata SBY saat
wawancara dengan Suara Demokrat yang diunggah di YouTube, Rabu 7 Mei 2014.
Dijelaskan SBY, masyarakat yang mendengar retorika seperti itu sebagian akan
bilang 'wah ini hebat, pemimpin berani, pemimpin tegas, nasionalismenya
tinggi.
"Tetapi kalau yang bersangkutan menjadi presiden, semua aset
dinasionalisai yang perjanjiannya sudah sejak era Bung Karno, Pak Harto hingga
sekarang ini, maka hari ini dilakukan nasionalisasi, besok kita dituntut di
pengadilan kita bisa kalah. Kalahnya akan memporak-porandakan perekenomian
kita," katanya.
Karena itu menurut SBY, dampaknya akan sangat dasyat. Karena itu menurutnya,
bila ada seorang capres yang bersikukuh bahwa akan melaksanakan menasionalisasi
semua aset asing di Indonesia ini dia dengan tegas tidak akan memilihnya.
"Saya tidak akan mendukungnya. karena saya tahu risikonya karena itu akan
membawa malapetaka bagi perekonomian kita," katanya.
SBY yang telah memimpin negeri ini hampir 10 tahun, mengatakan bahwa dirinya
mengerti apa tugas dan pekerjaan seorang presiden, dan bila dia memilih
sesorang pasti yang sudah diyakini bahwa yang bersangkut mampu menjalankan
tugas sebagai presiden.
Dalam video wawancara yang durasinya hingga 19 menit, SBY juga menyinggung visi
serta misi calon presiden yang berjanji akan mengembalikan UU 1945 sebelum
adanya perubahan. Menurutnya, hal itu dapat menimbulkan instabilitas dan akan
mengganggu jalannya pemerintahan dan pembangunan.
"Para capres bicara kepada rakyat, apa yang mau dilaksanakan, kita dengar
besama-sama. Dan saya, tegas mengatakan, tidak akan pernah mendukung
capres manapun, kubu manapun, yang janji-janjinya justru membahayakan kehidupan
bangsa kita," katanya.
Meski tak menyebut nama, pernyataan SBY ini mengarah pada calon presiden
Prabowo Subianto. Prabowo dalam berbagai kesempatan mengutarakan nasionalisasi
aset asing sebagai platformnya. Sumber : viva.co.id (Bki)
Keterangan Foto : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Langkah-langkah cara Refund Tiket Pesawat AirAsia
Untuk bantuan refund tiket pesawat AirAsia, hubungi Customer Service 0819 4984 0354 atau melalui .
Berikut cara Refund Tiket AirAsia
Untuk melakukan Refund tiket AirAsia,hubungi Customer Service di 0819 4984 0354 atau WhatsApp 081.
Tutorial cara Refund AirAsia
Layanan Pelanggan untuk Refund AirAsia,hubungi Customer Service di 0819 4984 0354 atau melalui Wh.
Layanan Call Center AirAsia Bebas Pulsa 0819 4984 0354
Layanan Pelanggan: 0819 4984 0354. Untuk bantuan Reschedule atau perubahan jadwal bisa melalui Wh.
Layanan Call Center AirAsia 24 Jam 0819 4984 0354
Layanan Pelanggan: 0819 4984 0354. Untuk bantuan Reschedule atau Refund bisa melalui WhatsApp res.
Layanan Call Center AirAsia 0819 4984 0354
Hubungi kami: 0819 4984 0354. Untuk bantuan Reschedule refund dan koreksi nama bisa melalui Whats.







