Gagalnya Interview Kerja, Ini Penyebabnya (1)
JAKARTA,
Beritaklik.Com -
Banyak hal yang bisa membuat seseorang gagal dalam sesi wawancara kerja.
Menjawab pertanyaan interviewer dengan
buruk memperlihatkan sikap, persiapan, minat atau kualifikasi Anda. Ini juga
mencerminkan buruknya etika kerja dan kemampuan Anda bekerja sama dengan orang
lain.
Ini adalah beberapa contoh cara yang buruk dalam menjawab pertanyaan wawancara
kerja dan bagaimana jawaban yang seharusnya.
Mengapa saya harus mempekerjakan anda?
"Tidak tahu. Rasanya ini pekerjaan yang baik."
Jangan mengatakan bahwa Anda tidak tahu. Ambil sedikit waktu sebelum menjawab
pertanyaan itu.
Kemudian, sebutkan aset yang Anda miliki yang dapat membantu Anda sukses dalam
pekerjaan itu. Siapkan juga referensi pengalaman yang relevan dengan kekuatan
Anda.
Coba ceritakan tentang diri Anda
"Saya penggemar berat klub sepak bola A dan suka mengobrol. Saya juga
menyukai pesta."
Akan lebih baik jika Anda memulai jawaban dengan menyebutkan beberapa orientasi
profesional yang akan membantu Anda mendapatkan pekerjaan. Anda dapat
menambahkan beberapa sentuhan personal untuk melengkapinya.
Misalnya, jika Anda melamar pekerjaan sebagai tenaga rekrutmen, Anda bisa
menjawab, "Saya pendengar yang baik dan pewawancara handal yang biasanya
dapat membaca orang dengan baik." Demikian disitat dari About.com, Sabtu (17/5/2014).
Apa kekuatan Anda?
"Saya bekerja dengan baik." "Saya yang terbaik." "Saya
tidak yakin, tapi saya adalah pembelajar yang baik."
Jawaban tidak pasti seperti ini kurang optimal. Kemukakan kekuatan Anda yang
relevan dengan pekerjaan yang sedang dilamar. Bicarakan bagaimana kekuatan
tersebut bertalian erat dengan pekerjaan Anda ketimbang memberikan jawaban yang
terlalu umum.
Dapatkah Anda ceritakan kelemahan Anda?
"Sepertinya enggak ada, deh." "Saya cenderung
tidak sabaran dengan orang yang tidak kompeten."
Anda harus selalu siap menyampaikan kelemahan sehingga Anda dapat mendemonstrasikan
komitmen dalam perkembangan profesional. Dengan begitu, Anda juga dapat
menunjukkan bahwa Anda memiliki sudut pandang pribadi. Tetapi, pastikan tidak
ada kelemahan Anda yang membuat perusahaan ragu tentang keinginan atau
kemampuan Anda menjalani pekerjaan.
Mengapa Anda melamar pekerjaan ini?
"Saya lagi lihat iklan lowongan kerja, dan nampaknya pekerjaan ini
menarik."
"Saya bosan dengan pekerjaan saat ini."
Pendekatan yang lebih baik adalah dengan menyebutkan alasan spesifik mengapa
pekerjaan tersebut menarik dan cocok dengan aspirasi karier Anda. (bersambung) (Bk.1)
Keterangan Foto : Ilustrasi Surviving
College
Hukum Taklifi: Kompas Moral dalam Kehidupan Modern
Di tengah derasnya arus globalisasi dan perubahan sosial yang begitu .
Hukum Taqlifi sebagai Standar Integritas dalam Dunia Kerja
Dalam dunia profesional yang penuh dengan kompetisi, Hukum Taqlifi da.
Kedaulatan Syariat di Balik Layar: Menakar Ulang Hukum Taklifi pada Era Kecerdasan Buatan
Pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan automasitelah membaw.
Internalisasi Hukum Taqlifi sebagai Fondasi Pendidikan Karakter
Hukum Taqlifi bukan sekadar materi hafalan dalam kurikulumpendidikan .
Rambu-Rambu Mukallaf di Era Otomatisasi: Menjaga Kesadaran Hukum dalam Ruang Siber
Kemajuan teknologi otomatisasi dan kecerdasan buatan telahmenyederhan.
Relevansi Hukum Taqlifi dalam Dinamika Kehidupan Modern
Hukum Taqlifi, yang merupakan khitab Allah SWT yang berhubungan dengan perbuatan mukallaf secara lan.







