Menuju Bengkalis Zero Filariasis 2017, Pemkab Kembali Programkan POMP
BENGKALIS, Beritaklik.com - Setelah sukses memberikan obat secara massal pencegahan
filariasis dua tahun terakhir dengan cakupan mencapai 87 persen pada tahun
pertama dan 91 persen pada tahun kedua, Pemkab Bengkalis kembali berencana akan
melaksanakan pemberian obat massal pencegahan (POMP) filariasis tahun ketiga,
tepatnya pada September mendatang.
Untuk mewujudkan rencana ini, Senin (2/6), Pemkab Bengkalis melalui Dinas
Kesehatan Bengkalis telah melaksanakan pertemuan koordinasi pengobatan massal
filariasis yang dihadiri narasumber dari Research Triangle Institute
(RTI) USAID, dr. Hj Sri Suryaningsih MSc dan Hj. Nina Meilina.
Bupati Bengkalis diwakili Asisten III Setdakab Bengkalis, Dr. Herdi Salioso
saat membuka pertemuan itu sangat berharap semua sasaran di Kabupaten
Bengkalis, minum obat tanpa ada yang terlewati. Sehingga program POMP ini
berhasil baik dan tidak ada lagi masyarakat kabupaten Bengkalis yang
terjangkiti penyakit filariasis (kaki gajah).
Memang ada masyarakat yang menolak meminum obat pencegahan penyakit kaki gajah
karena adanya dampak setelah meminum obat seperti mual, muntah demam, keluar
cacing, mengantuk dan lainnya.
"Adanya gejala yang timbul setelah meminum obat tersebut, sebagai reaksi
umum dari obat yang bermerk albendazol , yang mematikan cacing di dalam perut
(usus) seperti cacing gelang, kremi, cacing cambuk dan cacing tambang,"
ujar Herdi.
Pemberiana obat albendazol dapat meningkatkan efek obat DEC dalam mematikan
cacing filaria dewasa dan mikrofilafia. Sehingga penggunaan obat albendazol
dalam pemberian obat massal filariasis juga akan efektif mengendalikan
prevalensi cacing usus.
"Bila tubuh sudah terinfeksi filariasis dan tidak dilakukan pencehahan
dengan minum obat albendazol dan DEC dalam POMP Filariasis ini, dapat
menimbulkan cacat menetap yaitu pembesaran pada kaki dan tangan, buah zakar,
payudara dan alat kelamin wanita," ingat Herdi.
Mengingat tugas dan tanggung jawab dalam pelaksanaan pengobatan massal
filariasis ini cukup besar, dan akibat yang ditimbulkan penyakit kaki gajah
ini, Herdi mengharapkan pihak Dinas Kesehatan dapat bekerjasama dan melibatkan
instansi pemerintah lainnya, kelurahan/desa, pihak swasta dan lainnya.
Kadis Kesehatan, Moh Sukri menjelaskan, pelaksanaan pemberian obat massal
filariaris pada Minggu IV September 2014 dilakukan serentak di seluruh wilayah
Kabupaten Bengkalis.
"Tujuan pemberian obat filariasis ini, agar penyakit kaki gajah ini tidak
menjadi masalah kesehatan masyarakat dalam menuju Kabupaten Bengkalis zero
filariasis pada tahun 2017," ujar Sukri. (Bku)
Gelar Buka Puasa Bersama, IKKKM Bengkalis Santuni 45 Anak Yatim dan Dhuafa
BENGKALIS – Ikatan Keluarga Kabupaten Kepulauan Meranti (IKKKM) Bengkalis menggelar buka puasa .
M. Arsya Fadillah Pimpin NasDem Bengkalis, Ketua DPRD Ucapkan Selamat
MANDAU–Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Septian Nu.
Dipimpin Anak Muda, Sidang Paripurna Hari Jadi Bengkalis Khidmat Penuh Makna
BENGKALIS – Sidang Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-513 Bengkalis berlangsung khidmat dan penuh .
Tingkatkan Kesolehan Sosial, IKKKM Kabupaten Bengkalis Santuni Anak Yatim dan Dhuafa
giat777 loginBENGKALIS-Mengambil momentum.
Pantau Kualitas Air Kelompok Ikan Milenial Desa Teluk Papal Berbasis Smartphone
BENGKALIS_Saat ini Inovasi merambah dunia budidaya ikan di Desa Teluk Papal dengan pengenalan Sis.







