Tingkatkan Kesadaran Pemberian ASI Eksklusif, TP PKK - Diskes Sosialisasikan PP 33/2012
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Tim Penggerak Kabupaten Bengkalis
bersama Dinas Kesehatan mensosialisasikan Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun
2012 tentang pemberian ASI Eksklusif. Sosialisasi dilakukan sebagai salah satu
upaya untuk meningkatkan pemahaman bagi seluruh pihak, terutam ibu tentang
pentingnya ASI Eksklusif bagi bayi.
Acara sosialisasi dilaksanakan dengan melibatkan TP PKK se-Kecamatan Bengkalis
serta Puskesmas se-Kecamatan Bengkalis berjumlah 30 orang. Pembukaan secara
resmi dilakukan oleh Kadis Kesehatan melalui Sekretaris Amri sementar
narasumber dari RSUD Bengkalis dan Dinas Kesehatan Provinsi Riau.
Dalam sambutannya, Amri mengatakan, cara pemberian makan pada bayi yang baik
dan benar adalah menyusui bayi secara eksklusif sejak lahir sampai umur 6 bulan
dan meneruskan menyusui anak sampai umur 24 bulan. ASI adalah makanan bayi
ciptaan Tuhan sehingga tidak dapat digantikan dengan makanan atau minuman lain. "Oleh karena itu, setiap bayi berhak mendapatkan ASI. Pemberian ASI sangat
mendasar bagi kesehatan dan perkembangan anak dan kesehatan ibu," katanya.
Saat ini, sambung Amri, masih ada ibu yang enggan memberikan ASI eksklusif.
Penyebabnya bermacam-macam, antara lain kurangnya percaya diri ibu-ibu baha dia
mampu memberikan ASI secara eksklusif pada bayinya, serta rendahnya dukungan
keluarga. Kemudian ibu bekerja serta pengetahuan yang masih terbatas tentang
tata cara pemberian ASI yang baik dan benar, ditambah pula gencarnya promosi
susu formula.
Sementara itu, salah seorang dokter spesialis anak Aidi Budi Dharma SPA yang
juga dokter di RSUD Bengkalis mengatakan, untuk meningkatkan partisipasi ibu
menyusui ASI ekslusif, perlu juga dukungan dari semua pihak. Salah satunya
adalah mulai menyediakan ruangan khusus apakah itu di kantor atau fasilitas
lainnya bagi ibu-ibu yang ingin menyusui anaknya.
Perlu juga diperhatikan bagi para ibu-ibu, sesuai dengan aturan 10 langkah
menuju keberhasilan menyusui, sambung Aidi, hendaknya tidak membiasakan diri
memerikan dot atau kompeng kepada bayi. Kalau memang ibu bekerja, dan ASI dipompa,
maka pemberiannya disarankan menggunakan sendok. "Ini agar bayi tetap terbiasa
menyusu langsung. Kalau kita biasakan menggunakan dot, nanti dikhuatirkan bayi
tak mau lagi menyusu ke ibunya," kata Aidi. (Bku)
Dukung Program Ketahanan Pangan, Polsek Bengkalis Serahkan Sarpras Pertanian
BENGKALIS-Komitmen Kepolisian Sektor (Polsek) Bengkalis dalam mendukung program ketahanan pangan .
Perda KLA Dinilai Penting untuk Perkuat Pemenuhan Hak Anak di Bengkalis
BENGKALIS – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Bengkalis meni.
Gelar Buka Puasa Bersama, IKKKM Bengkalis Santuni 45 Anak Yatim dan Dhuafa
BENGKALIS – Ikatan Keluarga Kabupaten Kepulauan Meranti (IKKKM) Bengkalis menggelar buka puasa .
M. Arsya Fadillah Pimpin NasDem Bengkalis, Ketua DPRD Ucapkan Selamat
MANDAU–Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Septian Nu.
Dipimpin Anak Muda, Sidang Paripurna Hari Jadi Bengkalis Khidmat Penuh Makna
BENGKALIS – Sidang Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-513 Bengkalis berlangsung khidmat dan penuh .
Tingkatkan Kesolehan Sosial, IKKKM Kabupaten Bengkalis Santuni Anak Yatim dan Dhuafa
giat777 loginBENGKALIS-Mengambil momentum.







