Indonesia Butuh 83.000 Pelaut dan 6.000 Teknisi Pesawat
SUNGAIPAKNING, Beritaklik.Com - Saat ini diperkirakan Indonesia masih membutuhkan
83.000 pelaut dengan rata-rata penambahan kebutuhan per tahun 16.000 pelaut.
Sedangkan seluruh sekolah maritim yang ada, baik negeri maupun swasta, hanya
mampu memberikan kontribusi sekitar 1.700 setiap tahunnya.
Di sisi lain, dari 1.700 orang tamatan tersebut, sebagian besarnya lebih
cenderung bekerja di luar negeri karena tawaran gaji yang mereka dapatkan jauh
lebih tinggi, sebab dihitung dalam kurs dollar.
"Potensi inilah yang ingin manfaatkan dan menjadi salah satu latar belakang
Pemerintah Kabupaten Bengkalis mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Negeri 1 Pelayaran Bukit Batu," terang Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh.
Bupati mengatakan itu ketika menghadiri pelantikan Taruna-Taruni Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Pelayaran Bukit Batu Angkatan XII dan SMK
Negeri 2 Penerbangan Bukit Batu Angkatan I, Senin (16/3/2015). Kepada seluruh
pemangku kepentingan di SMK Negeri 1 Pelayaran Bukit Batu, Bupati berharap
untuk senantiasa meningkatkan kuantitas dan kualitas proses, out put maupun out
come.
"Tujuannya, selain agar dapat memenuhi standar, juga supaya lulusan SMK Negeri
1 Pelayaran Bukit Batu ini mampu bersaing dengan lulusan SMK sejenis yang di
tempat lain," pesannya. Apalagi saat ini, katanya, banyak sekolah-sekolah
pelayaran swasta yang tidak memenuhi standar International Maritime
Organization (IMO) atau Organisasi Maritim Internasional sebagaimana hasil
audit lembaga pendidikan oleh perwakilan IMO di Indonesia setiap tahun.
"Hasil audit tersebut harus benar-benar dijadikan acuan SMK Negeri 1 Pelayaran
Bukit Batu, agar lulusan yang dihasilkan memenuhi standar IMO," harapnya.
Teknisi Pesawat
Kemudian, sejalan dengan kian pesatnya perkembangan dan kemajuan industri
penerbangan, Indonesia saat ini masih kekurangan tenaga ahli di bidang
perawatan pesawat. Dalam setahun diperkirakan institusi pendidikan di Indonesia
hanya mampu mencetak 600 orang tenaga ahli bidang perawatan pesawat.
Karena itu tidak salah jika dikatakan bahwa teknisi dan tenaga ahli perawatan
pesawat masih menjadi profesi langka di Indonesia dan menjadi isu utama
industri perawatan pesawat. Berdasarkan data yang ada, saat ini jumlah
keseluruhan teknisi dan tenaga ahli perawatan pesawat di Indonesia diperkirakan
kurang dari 3.000 orang. Padahal, kebutuhan untuk lima tahun ke depan
diperkirakan mencapai 6.000 orang, dengan asumsi kapasitas MRO (maintenance,
repair, overhaul) nasional ditingkatkan 30-40 persen.
Potensi peningkatan pasar perawatan pesawat yang sangat besar itu karena
pertumbuhan bisnis penerbangan di Indonesia rata-rata mencapai 20 persen tahun.
Untuk mengatasi kekurangan itu, dibutuhkan terobosan berbagai pihak termasuk
Pemerintah Daerah untuk memenuhinya.
Caranya dengan mendorong pemerintah memperbanyak institusi pendidikan yang
mampu mencetak teknisi dan tenaga ahli perawatan pesawat terbang. "Sebab kalau
tidak cepat diantisipasi, dikhawatirkan akan diisi oleh tenaga-tenaga asing.
Untuk itulah Pemerintah Kabupaten Bengkalis mendirikan SMK Negeri 2 Penerbangan
Bukit Batu ini," tegas Herliyan seraya mengatakan di Indonesia hanya ada 4 SMK
Negeri Penerbangan, salah satunya SMK Negeri 2 Penerbangan Bukit Batu. (Bku)
Gelar Buka Puasa Bersama, IKKKM Bengkalis Santuni 45 Anak Yatim dan Dhuafa
BENGKALIS – Ikatan Keluarga Kabupaten Kepulauan Meranti (IKKKM) Bengkalis menggelar buka puasa .
M. Arsya Fadillah Pimpin NasDem Bengkalis, Ketua DPRD Ucapkan Selamat
MANDAU–Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Septian Nu.
Dipimpin Anak Muda, Sidang Paripurna Hari Jadi Bengkalis Khidmat Penuh Makna
BENGKALIS – Sidang Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-513 Bengkalis berlangsung khidmat dan penuh .
Tingkatkan Kesolehan Sosial, IKKKM Kabupaten Bengkalis Santuni Anak Yatim dan Dhuafa
giat777 loginBENGKALIS-Mengambil momentum.
Pantau Kualitas Air Kelompok Ikan Milenial Desa Teluk Papal Berbasis Smartphone
BENGKALIS_Saat ini Inovasi merambah dunia budidaya ikan di Desa Teluk Papal dengan pengenalan Sis.







