RT RW Belum Tuntas Pembangunan Dermaga Roro Ketamputih-Dakal Terancam
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Proyek merangkai pulau yang direncanakan Pemerintah Kabupaten Bengkalis
bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti masih terganjal Tata Ruang dan
Tata Wilayah (RTRW) Provinsi Riau yang belum tuntas. Akibatnya, penetapan
lokasi pembangunan dermaga roll on roll of (Roro) Ketam Putih, Kabupaten
Bengkalis dengan Dakal, Kabupaten Kepulauan Meranti terancam batal tahun ini.
Padahal proyek tersebut sudah memasuki studi dan masterplan sudah. Jika RTRW
Provinsi Riau tidak tuntas, proyek senilai Rp90 miliar yang akan dibiayai APBN
itu tidak akan terealisasi. Sebab, Pemerintah Pusat baru akan merespon jika
perlengkapan administrasi sudah selesai.
"Yang belum pembebasan lahan, karena kita belum tahu apakah yang akan kita
tetapkan itu tidak masuk kawasan hutan, dan juga untuk menghindari spikulan
tanah. Makanya kita masih menunggu selesainya RTRW," kata Kepala Bidang
Darat, Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi Kabupaten Bengkalis, Eko
Wahyono, beberapa hari lalu.
Menurut Eko, untuk pembebasan lahan dibawah 5 hektar merupakan tanggungjawab
pemerintah kabupaten. Ini berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 71/2012
tentang penyelenggaraan pengadaan tanah bagi fasilitas umum. Sementara diatas 5
hektar kewenangan gubernur. "Di atas 5 ha kewenangan Gubernur. Di bawah 5
ha kewenangan Bupati dan Walikota," kata Eko.
Dijelaskan Eko, jika titiknya sudah ditentukan, pihaknya baru akan membuat
surat permohonan ke Gubernur Riau tentang penetapan lahan. Sementara itu,
seluruh lahan yang akan dibangun dermaga tersebut, sebut Eko, adalah lahan
milik masyarakat. Tahun anggaran 2015 ini, pihak Dishubkominfo menganggarkan
Rp1 miliar untuk studi dan masterplannya.
"Tetapi semuanmya masih terganjal RTRW," ulang Eko. Untuk rencana
pembangunan dermaga kapal roll on roll of (roro) Pulau Rupat-Prapat Tunggal,
Pulau Bengkalis masih tahap studi. Hal ini dikatakan Kepala Bagian Darat Dinas
Perhubungan Informasi dan Komunikasi Kabupaten Bengkalis, Eko Wahyono kepada
wartawan, baru-baru ini.
Menurut Eko, masuknya proyek ini di bidang laut memang banyak jadi pertanyaan,
sebab mereka belum paham. Dalam dunia perhubungan, Roro merupakan jembatan
bergerak bukan kapal, kendati berlayar di laut. "Kalau roro muat (masuk
kendaraan) dan keluar sendiri, makanya disebut juga jembatan bergerak.
Sedangkan kapal muat dan bongkar pakai alat bantu," kata Eko. (Bku)
Gelar Buka Puasa Bersama, IKKKM Bengkalis Santuni 45 Anak Yatim dan Dhuafa
BENGKALIS – Ikatan Keluarga Kabupaten Kepulauan Meranti (IKKKM) Bengkalis menggelar buka puasa .
M. Arsya Fadillah Pimpin NasDem Bengkalis, Ketua DPRD Ucapkan Selamat
MANDAU–Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Septian Nu.
Dipimpin Anak Muda, Sidang Paripurna Hari Jadi Bengkalis Khidmat Penuh Makna
BENGKALIS – Sidang Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-513 Bengkalis berlangsung khidmat dan penuh .
Tingkatkan Kesolehan Sosial, IKKKM Kabupaten Bengkalis Santuni Anak Yatim dan Dhuafa
giat777 loginBENGKALIS-Mengambil momentum.
Pantau Kualitas Air Kelompok Ikan Milenial Desa Teluk Papal Berbasis Smartphone
BENGKALIS_Saat ini Inovasi merambah dunia budidaya ikan di Desa Teluk Papal dengan pengenalan Sis.







