Dampak Pemangkasan DBH Rp1,4 Triliun DPRD Minta Rasionalisasi APBD 2015
BENGKALIS, Beritaklik.Com - DPRD Bengkalis mendesak eksekutif melakukan rasionalisasi APBD 2015 menyusul terjadinya pemangkasan dana bagi hasil (DBH) sekitar Rp1,4 triliun oleh Pemerintah Pusat.
Seperti disampaikan anggota Fraksi Partai Golkar, Hendri, pemangkasan DBH yang cukup
besar jumlahnya itu, jelas akan berpengaruh pada pelaksanaan kegiatan di
seluruh SKPD tahun ini. Sehingga dari APBD Bengkalis tahun 2015 yang disahkan Desember
2014 lalu sebesar Rp 4,9 triliun, tentu harus dikurangi Rp1,4 triliun.
"Mustahil kegiatan dan roda pembangunan dijalankan terus oleh pihak eksekutif,
tanpa adanya rasionalisasi anggaran dalam APBD Bengkalis sekarang ini. Karena
hitungan awal APBD yang disahkan adalah Rp4,9 triliun. Dengan terjadinya pengurangan
DBH maka sisa APBD adalah Rp3,5 triliun,tentu harus ada kegiatan yang
dihilangkan," ungkap Hendri, Senin (27/4).
Dalam rasionalisasi anggaran ujar pria yang sudah tiga periode menjadi anggota
DPRD Bengkalis ini, tentu ada kegiatan dan belanja yang harus dicoret, terutama
yang tidak urgen. Karena kalau sekarang kegiatan tetap dilaksanakan mengacu
kepada anggaran yang sudah disahkan, jelas sangat rancu dan bisa memunculkan
persoalan.
"Eksekutif harus ada action, duduk bersama kembali antara
TAPD esekutif dan Banggar DPRD untuk merumuskan rasionalisasi APBD. Kalau ini
tidak dilakukan, nantinya kegiatan sebesar Rp1,4 triliun siapa yang akan membayarkan,
termasuk pelaksanaan proyek di lapangan. Antisipasinya adalah pemangkasan
kegiatan dan belanja di SKPD melalui rasionalisasi anggaran," papar Hendri.
Hal senada diungkapkan Irmi Syakip Arsalan. Menurutnya,
pihak eksekutif harus
bergerak cepat dalam menuntaskan perubahan anggaran tahun ini. Kalau
rasionalisasi anggaran tidak dilakukan, tentu kegiatan di SKPD akan berjalan
sesuai dengan besaran APBD yang sudah disahkan. Lantas masalah yang akan muncul
nanti, kegiatan mana yang dibayar dan tidak dibayar.
Dilanjutkan politisi muda PKB ini, dalam melaksanakan rasionalisasi anggaran,
pihak eksekutif harus melibatkan legislatif, terutama Banggar DPRD. Malahan
disebutnya, APBD Bengkalis sekarang justru dalam kondisi rawan, kalau SKPD
tetap melaksanakan kegiatan merujuk kepada APBD yang disahkan pada bulan
Desember tahun lalu, dan akan memicu masalah dikemudian hari.
"Persoalan pemangkasan DBH oleh pemerintah pusat mencapai Rp 1,4 trilyun adalah
persoalan serius yang harus disikapi bersama. Jangan hanya sebatas imbauan
saja, tapi harus didudukkan kembali serta dirumuskan, mana kegiatan skala
prioritas dan mana yang tidak untuk dilanjutkan serta mana kegiatan yang harus
dicoret," terang Irmi Syakip.
Menurutnya lagi, ada beberapa kegiatan yang sudah dianggarkan bisa dihilangkan
dari APBD tahun 2015, seperti anggaran proyek multiyears (MY) Sungai
Pakning-Duri yang realisasinya masih nol persen. Kemudian dana ADD dan UED-SP
serta Inbup PPIP juga harus ditinjau kembali besarannya, bukan menghapus
programnya.
"Selain itu belanja pegawai untuk perjalanan dinas, biaya konsultasi atau
pelatihan keluar daerah otomatis juga harus dikurangi, termasuk anggaran di
Sekretariat DPRD. Sampai hari ini belum ada altion nyata terkait kebijakan
pemerintah pusat memangkas DBH yang sangat besar tersebut. Kami di DPRD
menunggu langkah ekskeutif, termasuk merasionalisasi anggaran APBD tahun ini,"
tutup Irmi Syakip. (Bku)
Gelar Buka Puasa Bersama, IKKKM Bengkalis Santuni 45 Anak Yatim dan Dhuafa
BENGKALIS – Ikatan Keluarga Kabupaten Kepulauan Meranti (IKKKM) Bengkalis menggelar buka puasa .
M. Arsya Fadillah Pimpin NasDem Bengkalis, Ketua DPRD Ucapkan Selamat
MANDAU–Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Septian Nu.
Dipimpin Anak Muda, Sidang Paripurna Hari Jadi Bengkalis Khidmat Penuh Makna
BENGKALIS – Sidang Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-513 Bengkalis berlangsung khidmat dan penuh .
Tingkatkan Kesolehan Sosial, IKKKM Kabupaten Bengkalis Santuni Anak Yatim dan Dhuafa
giat777 loginBENGKALIS-Mengambil momentum.
Pantau Kualitas Air Kelompok Ikan Milenial Desa Teluk Papal Berbasis Smartphone
BENGKALIS_Saat ini Inovasi merambah dunia budidaya ikan di Desa Teluk Papal dengan pengenalan Sis.







