Menteri Keuangan Kunker ke Bengkalis Bupati Sampaikan Persoalan Infrastruktur dan Abrasi
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Meski APBD Kabupaten Bengkalis terdengar gaungnya besar, namun jika
dibandingkan dengan persoalan infrastruktur yang dihadapi kabupaten tertua di
Riau ini, dana tersebut belumlah ada apa-apanya. Sangat dibutuhkan dukungan
pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi untuk membantu mempercepat
ketertinggalan infrastruktur di Negeri Junjungan.
"Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bengkalis baru sekitar 40 persen.
Kendati APBD Bengkalis cukup besar setiap tahunnya, dengan kondisi tersebut
belumlah mencukupi dan sangat butuh dukungan dari Pemerintah Pusat maupun
Pemerintah Provinsi," ujar Bupati Herliyan dalam sambutannya ketika kunjungan
kerja Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro ke Bengkalis, Selasa (16/5/2015).
Di samping itu, tambah Bupati, letak Kabupaten Bengkalis yang berada di garda
terdepan berbatasan langsung dengan negara tetangga, tentu ada kepentingan
nasional untuk ikut membantu percepatan infrastruktur maupun program lainnya di
Kabupaten Bengkalis.
Persoalan lain yang cukup serius dihadapi Kabupaten Bengkalis, kata Bupati,
adalah masalah abrasi yang sudah terjadi sejak tahun 1960. Di beberapa daerah
pesisir, tingkat abrasi ada yang mencapai 1,5 KM per tahunnya, jika tidak
ditangani secara baik akan berdampak berkurangnya wilayah negara kesatuan
Republik Indonesia.
Terkait program pemberdayaan desa, Bupati memaparkan bahwa setiap tahun Pemkab
Bengkalis telah mengalokasikan dana desa (ADD) minimal Rp1 miliar per desa
setiap tahunnya dan tertinggi mencapai Rp4 miliar.
Kemudian untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, Pemkab Bengkalis sejak 5
tahun terakhir telah menyalurkan dana melalui program Usaha Ekonomi Desa Simpan
Pinjam (UED SP) sebesar Rp5 miliar per desa (Rp1 miliar per desa setiap
tahunnya).
Selanjutnya untuk percepatan infrastruktur desa, Pemkab Bengkalis juga telah
mengalokasikan dana program Inbup PPIP sebesar Rp1 miliar per desa dan Rp3
miliar per kecamatan setiap tahunnya sejak tahun 2012.
Hal senada disampaikan Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rahman. Besarnya APBD
Provinsi Riau belum sebanding dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur di
Riau. Terutama di wilayah pesisir, kondisi infrastrukturnya masih
memprihatinkan sehingga perlu digesa. "Jika ada anggapan Riau tidak perlu dukungan pusat, itu tidak benar. Untuk
mengejar ketertinggalan infrastruktur, kita sangat butuh dukungan pusat," ujar
Gubri.
Pertama Sejak Merdeka
Sementara Wakil Ketua Komisi XI DPR RI yang juga putra asal Bengkalis, Jon
Erizal menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kunjungan kerja Menteri Keuangan
RI Bambang Brodjonegoro ke Riau, khususnya ke Bengkalis. "Ini baru pertama
kali sejak Indonesia mardeka Menteri Keuangan ke Riau, khususnya ke Bengkalis.
Beliau merupakan tamu agung kita hari ini," ujar Jon yang ikut bersama Menkeu.
Selaku mitra kerja, Jon Erizal memuji gagasan dan ide-ide dari Menteri Keuangan
untuk kepentingan rakyat. Ia berharap ini bisa dimanfaatkan oleh Riau pada
umumnya dan Bengkalis khususnya, untuk mengejar pembangunan infrastruktur yang
masih jauh tertinggal ini. Pada kesempatan itu, Jon Erizal juga minta perhatian
khusus kepada Menkeu terhadap Riau, mengingat kontribusi daerah ini cukup besar
kepada pusat.
"Kami sangat bangga Yogyakarta dan Aceh mendapat daerah istimewa dari pusat.
Kami senang Papua mendapat daerah khusus. Apakah Riau tidak layak mendapat
perhatian khusus. Kami tidak minta nama, tapi sentuhlah pembangunan Riau secara
khusus baik infrastruktur, perdagangan dan pariwisata melalui program pusat,"
harap Jon.
Menanggapi apa yang disampaikan Wakil Ketua Komisi XI, Gubernur Riau dan Bupati
Bengkalis, Menkeu mengakui bahwa Riau khususnya Kabupaten Bengkalis banyak
menyumbangkan perekonomian untuk Indonesia melalui lapangan minyak Duri
dan Kelapa sawit yang kini jadi primadona ekspor.
"Dengan sumbangan begitu besar ke pusat, maka sudah sepantasnya Riau
mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Pusat melalui program pembangunan,"
ujar Menkeu. Dipaparkan Menkeu, program dana desa merupakan salah satu upaya
pusat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di desa. Dengan semakin
membaiknya infrastruktur, maka ekonomi masyarakat akan ikut terangkat dan akan
mengurangi perbedaan kelompok masyarakat.
Menkeu Bambang Brodjonegoro kunker ke Bengkalis dalam rangka membuka kegiatan
sosialisasi dana desa di Balai Kerapatan Adat Sri Mahkota Bengkalis. Selain
itu, Menkeu menghadiri acara penyerahan bantuan proyek air bersih program
corporate social responsibility (CSR) PT Bank Mandiri (Tkb) di Parit Bangkong,
Kelurahan Damon, Kecamatan Bengkalis dan meninjau abrasi di pulau Bengkalis
tepatnya di Desa Perapat Tunggal. (Bku)
Gelar Buka Puasa Bersama, IKKKM Bengkalis Santuni 45 Anak Yatim dan Dhuafa
BENGKALIS – Ikatan Keluarga Kabupaten Kepulauan Meranti (IKKKM) Bengkalis menggelar buka puasa .
M. Arsya Fadillah Pimpin NasDem Bengkalis, Ketua DPRD Ucapkan Selamat
MANDAU–Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Septian Nu.
Dipimpin Anak Muda, Sidang Paripurna Hari Jadi Bengkalis Khidmat Penuh Makna
BENGKALIS – Sidang Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-513 Bengkalis berlangsung khidmat dan penuh .
Tingkatkan Kesolehan Sosial, IKKKM Kabupaten Bengkalis Santuni Anak Yatim dan Dhuafa
giat777 loginBENGKALIS-Mengambil momentum.
Pantau Kualitas Air Kelompok Ikan Milenial Desa Teluk Papal Berbasis Smartphone
BENGKALIS_Saat ini Inovasi merambah dunia budidaya ikan di Desa Teluk Papal dengan pengenalan Sis.







