PILIHAN
Lestarikan Budaya Melayu, Ini Upaya yang Dilakukan Pemkab Bengkalis
Sekretaris Daerah (Sekda) Bengkalis, H Burhanuddin menerima sekapur sirih pada pembukaan Festival Lagu Melayu tingkat kabupaten Bengkalis yang ditaja Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Pemuda Olahraga, Kamis (5/11/2015)
BENGKALIS - Dalam rangka melestarikan budaya Melayu khususnya
membangkitkan generasi muda akan lagu bernuansa Melayu, Pemerintah
Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Pemuda
Olahraga (Disbudparpora) menggelar Festival Lagu Melayu tingkat
Kabupaten Bengkalis, Kamis (5/11/2015).
Acara yang digelar di gedung Cik Puan Bengkalis ini pembukaannya dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bengkalis, H Burhanuddin. Tampak hadir Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Bengkalis, H Amril Fakhri dan camat Bengkalis, Djamaluddin.
Lagu melayu atau yang lebih dikenal sebagai langgam melayu merupakan salah satu kesenian bernyanyi yang pernah populer di era tahun 80-an. Namun, seiring berjalannya waktu kesenian ini perlahan-lahan mulai terkikis bahkan cenderung menghilang.
"Saat ini, lagu-lagu bernuansa Melayu di tengah-tengah gencarnya lagu modren, perlahan-lahan mulai ditinggalkan oleh generasi muda. Oleh karena itu, kami menyambut baik diselenggarakannya festival lagu melayu tingkat kabupaten Bengkalis yang diselenggarakan Disbudparpora Bengkalis ini" ujar Sekda H Burhanuddin saat membacakan sambutan tertulis Penjabat Bupati Bengkalis, H Ahmad Syah Harrofie.
Melalui penyelenggaraan festival ini diharapkan agar kita dapat melestarikan dan membangkitkan kejayaan lagu-lagu melayu yang pernah menjadi idaman masyarakat, Sekaligus untuk menyalurkan bakat pecinta seni tarik suara untuk terus mengasah bakat dan kemampuan agar bisa mengharumkan nama daerah hingga ke jenjang yang lebih tinggi.
"Seperti Iyeth Bustami yang mengharumkan nama Bengkalis di dunia tarik suara, khususnya melalui lagu-lagu melayu" sambung Burhanuddin.
Kadisbudparpora Bengkalis, H Eduar mengatakan, festival lagu Melayu dilaksanakan sebagai salah satu upaya pelestarian kebudayaan Melayu ini diikuti 16 orang utusan putra dan putri dari seluruh kecamatan se-Negeri Junjungan.
Ada delapan lagu Melayu yang bisa dipilih oleh peserta, terdiri dari empat lagu wajib dan empat lagu irama joget. Untuk kategori pria lagu wajib yang bisa dipilih pasir roboh, jalak lenteng, sri banang, dan mas merah. Sedangkan lagu berirama jogetnya gambus jodoh, joget jambu merah, zapin bermadah, dan sri langkat.
Kategori wanita lagu wajib berjudul musalmah manis, damak, mengapa dirimu, dan sri siantan. Sedangkan lagu jogetnya serampang laut, ya ladan, laksamana raja dilaut, dan ketipang payung.
Peserta yang unjuk kebolehan dalam dunia tarik suara ini dinilai oleh tiga juri, Jefri Al Malay vokalis Sagu Band. Seniman sekaligus penyanyi Bengkalis Usman dan Rini Fakhriyani.***
Acara yang digelar di gedung Cik Puan Bengkalis ini pembukaannya dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bengkalis, H Burhanuddin. Tampak hadir Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Bengkalis, H Amril Fakhri dan camat Bengkalis, Djamaluddin.
Lagu melayu atau yang lebih dikenal sebagai langgam melayu merupakan salah satu kesenian bernyanyi yang pernah populer di era tahun 80-an. Namun, seiring berjalannya waktu kesenian ini perlahan-lahan mulai terkikis bahkan cenderung menghilang.
"Saat ini, lagu-lagu bernuansa Melayu di tengah-tengah gencarnya lagu modren, perlahan-lahan mulai ditinggalkan oleh generasi muda. Oleh karena itu, kami menyambut baik diselenggarakannya festival lagu melayu tingkat kabupaten Bengkalis yang diselenggarakan Disbudparpora Bengkalis ini" ujar Sekda H Burhanuddin saat membacakan sambutan tertulis Penjabat Bupati Bengkalis, H Ahmad Syah Harrofie.
Melalui penyelenggaraan festival ini diharapkan agar kita dapat melestarikan dan membangkitkan kejayaan lagu-lagu melayu yang pernah menjadi idaman masyarakat, Sekaligus untuk menyalurkan bakat pecinta seni tarik suara untuk terus mengasah bakat dan kemampuan agar bisa mengharumkan nama daerah hingga ke jenjang yang lebih tinggi.
"Seperti Iyeth Bustami yang mengharumkan nama Bengkalis di dunia tarik suara, khususnya melalui lagu-lagu melayu" sambung Burhanuddin.
Kadisbudparpora Bengkalis, H Eduar mengatakan, festival lagu Melayu dilaksanakan sebagai salah satu upaya pelestarian kebudayaan Melayu ini diikuti 16 orang utusan putra dan putri dari seluruh kecamatan se-Negeri Junjungan.
Ada delapan lagu Melayu yang bisa dipilih oleh peserta, terdiri dari empat lagu wajib dan empat lagu irama joget. Untuk kategori pria lagu wajib yang bisa dipilih pasir roboh, jalak lenteng, sri banang, dan mas merah. Sedangkan lagu berirama jogetnya gambus jodoh, joget jambu merah, zapin bermadah, dan sri langkat.
Kategori wanita lagu wajib berjudul musalmah manis, damak, mengapa dirimu, dan sri siantan. Sedangkan lagu jogetnya serampang laut, ya ladan, laksamana raja dilaut, dan ketipang payung.
Peserta yang unjuk kebolehan dalam dunia tarik suara ini dinilai oleh tiga juri, Jefri Al Malay vokalis Sagu Band. Seniman sekaligus penyanyi Bengkalis Usman dan Rini Fakhriyani.***
BERITA LAINNYA +INDEKS
Gelar Buka Puasa Bersama, IKKKM Bengkalis Santuni 45 Anak Yatim dan Dhuafa
BENGKALIS – Ikatan Keluarga Kabupaten Kepulauan Meranti (IKKKM) Bengkalis menggelar buka puasa .
M. Arsya Fadillah Pimpin NasDem Bengkalis, Ketua DPRD Ucapkan Selamat
MANDAU–Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Septian Nu.
Dipimpin Anak Muda, Sidang Paripurna Hari Jadi Bengkalis Khidmat Penuh Makna
BENGKALIS – Sidang Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-513 Bengkalis berlangsung khidmat dan penuh .
Tingkatkan Kesolehan Sosial, IKKKM Kabupaten Bengkalis Santuni Anak Yatim dan Dhuafa
giat777 loginBENGKALIS-Mengambil momentum.
Pantau Kualitas Air Kelompok Ikan Milenial Desa Teluk Papal Berbasis Smartphone
BENGKALIS_Saat ini Inovasi merambah dunia budidaya ikan di Desa Teluk Papal dengan pengenalan Sis.
TULIS KOMENTAR +INDEKS







