PILIHAN
Dua Kapal Ikan Milik Warga Tionghoa Dibawa Kabur
Ilustrasi.
Ilustrasi.
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Dua unit kapal tangkap
ikan milik Surianto alias Aguan sejak tanggal 26 Nopember lalu hilang dan tidak
bisa dikesan. Dua kapal masing-masing KM Dora dengan nomor lambung S.II.No.3378
GT.4 dan KM Setia Jaya S.II. No 679 GT 3, berangkat menangkap ikan di laut
Bantan Kecamatan Selatbaru tanggal 24 Nopember lalu. Kuat dugaan, dua kapal
tersebut dibawa kabur kapten dan ABK.
Diceritakan Aguan, Senin (7/12/2015), pada tanggal 24 Nopember lalu, dua kapal yang selama ini sandar di sungai Liong Bantan Tengah tersebut berangkat menangkap ikan di laut Bantan. Dua kapal tersebut dinakhodai, Anton dan Nanang, keduanya baru dua bulan membawa kapal ikan milik Aguan.
Sejak berangkat tanggal 24 Nopember tersebut, Aguan dan kapten kedua kapal masih bisa dikontak (dihubungi), namun sejak tanggal 26 Desember keduanya tidak bisa lagi dihubungi. "Memang biasanya setiap hari saat mereka melaut kita terus saja menghubungi dan biasanya selama 4 hari mereka sudah pulang. Tapi sejak tanggal 26 Desember lalu mereka tidak bisa dihubungi dan belum kembali sampai saat ini," cerita Aguan.
Aguan mensinyalir ada yang tidak beres pasca kedua kapten kapalnya tidak bisa dihubungi sampai hari ini, diduga kuat kedua kapal yang lengkap dengan alat tagkap jaring, alat navigasi serta dokumen kapal itu dibawa kabur oleh kedua kapten dan anak buah kapal.
''Mereka sepertinya kompak, dua-dua tidak bisa dihubungi sejak tanggal 26 Nopember lalu. Saya menduga kuat, kalau kapal saya dibawa kabur mereka,'' ungkap Aguan lagi.
Atas peristiwa tersebut pada hari Kamis (3/12/2015) lalu dirinya melapor ke Polsek Bantan, dilanjutkan dengan laporan ke Polres Bengkalis pada hari Jumat (4/12/2015). ''Saat kita melapor ke Polisi lalu kita ceritakan seperti apa kronologisnya, mereka menduga ada unsur kesengajaan yang dilakukan oleh dua kapten dan ABK kapal. Intinya, kapal saya dibawa kabur,'' sebut Aguan.
Terkait dengan identitas dua kapten dan ABK kapalnya, kata Aguan, keduanya baru bekerja sekitar dua bulan lalu. Salah seorang kapten kapal Anton merupakan warga Perawang Bandul Kepulauan Meranti. Anton merupakan kapten kapal KM Dora S.II.3378 GT 4. Bersama Anton ada dua ABK, masing-masing Atan warga Tanah Merah Tanjung Kedabu, sedangkan satu ABK lagi tidak diketahui namanya.
Sementara kapten lainnya, Nanang tidak diketahui pasti tempat tinggalnya. Istri Nanang menetap di Perawang Bandul Kepulauan Meranti, sedangkan orang tuanya tinggal di Guntung Tembilahan. Nanang sejak dua bulan lalu menjadi kapten kapal KM Setia Jaya S.II No.679 GT3. Nanang juga memiliki dua ABK, masing-masing Jali warga Lending Bandul, sedangkan satu ABK lagi tidak diketahui namanya.
''Selain berharap kepada pak Polisi untuk segera mengungkap dan menangkap pelaku pencurian kapal saya, saya juga berharap kepada msyarakat apabila melihat dua kapal dengan nomor lambung seperti saya sampaikan tadi agar dapat melapor kepada pihak berwajib, atas bantuan semua pihak saya ucapkan terima kasih,'' ujar Aguan seraya berujar bagi yang melihat atau mengetahui keberadaan kapalnya, bisa juga menghubungi nomor hape 085265652158.
Terpisah, tokoh masyarakat Tionghoa Bengkalis, Yani Sakiman mengatakan, sepengetahuan dirinya apa yang dialami oleh Surianto alias Aguan baru pertama kali terjadi. Sudah berpuluh tahun dirinya tinggal di Bengkalis, belum pernah mendengar kejadian kehilangan kapal ikan mulai dari Muntai sampai ke Jangkang.
''Sudah berpuluh tahun saya di Bengkalis, tidak pernah saya dengar ada kapal ikan dilarikan atau apalah istilahnya, terutama di kawasan Bantan. Tapi kalau memang benar dilarikan kapten atau ABK, tentu kita berharap segera dapat diungkap oleh aparat kepolisian,'' harap Yani Sakiman. (Bku)
Diceritakan Aguan, Senin (7/12/2015), pada tanggal 24 Nopember lalu, dua kapal yang selama ini sandar di sungai Liong Bantan Tengah tersebut berangkat menangkap ikan di laut Bantan. Dua kapal tersebut dinakhodai, Anton dan Nanang, keduanya baru dua bulan membawa kapal ikan milik Aguan.
Sejak berangkat tanggal 24 Nopember tersebut, Aguan dan kapten kedua kapal masih bisa dikontak (dihubungi), namun sejak tanggal 26 Desember keduanya tidak bisa lagi dihubungi. "Memang biasanya setiap hari saat mereka melaut kita terus saja menghubungi dan biasanya selama 4 hari mereka sudah pulang. Tapi sejak tanggal 26 Desember lalu mereka tidak bisa dihubungi dan belum kembali sampai saat ini," cerita Aguan.
Aguan mensinyalir ada yang tidak beres pasca kedua kapten kapalnya tidak bisa dihubungi sampai hari ini, diduga kuat kedua kapal yang lengkap dengan alat tagkap jaring, alat navigasi serta dokumen kapal itu dibawa kabur oleh kedua kapten dan anak buah kapal.
''Mereka sepertinya kompak, dua-dua tidak bisa dihubungi sejak tanggal 26 Nopember lalu. Saya menduga kuat, kalau kapal saya dibawa kabur mereka,'' ungkap Aguan lagi.
Atas peristiwa tersebut pada hari Kamis (3/12/2015) lalu dirinya melapor ke Polsek Bantan, dilanjutkan dengan laporan ke Polres Bengkalis pada hari Jumat (4/12/2015). ''Saat kita melapor ke Polisi lalu kita ceritakan seperti apa kronologisnya, mereka menduga ada unsur kesengajaan yang dilakukan oleh dua kapten dan ABK kapal. Intinya, kapal saya dibawa kabur,'' sebut Aguan.
Terkait dengan identitas dua kapten dan ABK kapalnya, kata Aguan, keduanya baru bekerja sekitar dua bulan lalu. Salah seorang kapten kapal Anton merupakan warga Perawang Bandul Kepulauan Meranti. Anton merupakan kapten kapal KM Dora S.II.3378 GT 4. Bersama Anton ada dua ABK, masing-masing Atan warga Tanah Merah Tanjung Kedabu, sedangkan satu ABK lagi tidak diketahui namanya.
Sementara kapten lainnya, Nanang tidak diketahui pasti tempat tinggalnya. Istri Nanang menetap di Perawang Bandul Kepulauan Meranti, sedangkan orang tuanya tinggal di Guntung Tembilahan. Nanang sejak dua bulan lalu menjadi kapten kapal KM Setia Jaya S.II No.679 GT3. Nanang juga memiliki dua ABK, masing-masing Jali warga Lending Bandul, sedangkan satu ABK lagi tidak diketahui namanya.
''Selain berharap kepada pak Polisi untuk segera mengungkap dan menangkap pelaku pencurian kapal saya, saya juga berharap kepada msyarakat apabila melihat dua kapal dengan nomor lambung seperti saya sampaikan tadi agar dapat melapor kepada pihak berwajib, atas bantuan semua pihak saya ucapkan terima kasih,'' ujar Aguan seraya berujar bagi yang melihat atau mengetahui keberadaan kapalnya, bisa juga menghubungi nomor hape 085265652158.
Terpisah, tokoh masyarakat Tionghoa Bengkalis, Yani Sakiman mengatakan, sepengetahuan dirinya apa yang dialami oleh Surianto alias Aguan baru pertama kali terjadi. Sudah berpuluh tahun dirinya tinggal di Bengkalis, belum pernah mendengar kejadian kehilangan kapal ikan mulai dari Muntai sampai ke Jangkang.
''Sudah berpuluh tahun saya di Bengkalis, tidak pernah saya dengar ada kapal ikan dilarikan atau apalah istilahnya, terutama di kawasan Bantan. Tapi kalau memang benar dilarikan kapten atau ABK, tentu kita berharap segera dapat diungkap oleh aparat kepolisian,'' harap Yani Sakiman. (Bku)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Gelar Buka Puasa Bersama, IKKKM Bengkalis Santuni 45 Anak Yatim dan Dhuafa
BENGKALIS – Ikatan Keluarga Kabupaten Kepulauan Meranti (IKKKM) Bengkalis menggelar buka puasa .
M. Arsya Fadillah Pimpin NasDem Bengkalis, Ketua DPRD Ucapkan Selamat
MANDAU–Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Septian Nu.
Dipimpin Anak Muda, Sidang Paripurna Hari Jadi Bengkalis Khidmat Penuh Makna
BENGKALIS – Sidang Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-513 Bengkalis berlangsung khidmat dan penuh .
Tingkatkan Kesolehan Sosial, IKKKM Kabupaten Bengkalis Santuni Anak Yatim dan Dhuafa
giat777 loginBENGKALIS-Mengambil momentum.
Pantau Kualitas Air Kelompok Ikan Milenial Desa Teluk Papal Berbasis Smartphone
BENGKALIS_Saat ini Inovasi merambah dunia budidaya ikan di Desa Teluk Papal dengan pengenalan Sis.
TULIS KOMENTAR +INDEKS







