PILIHAN
Pj Bupati Instruksikan Panwas Usus Tuntas Kasus Tangkap Tangan Souvenir Bergambar Calon dan Logo Be
Penjabat Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie meninjau persiapan Pilkada serentak TPS 86 Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Selasa (8/12/2015).
Penjabat Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie meninjau persiapan Pilkada serentak TPS 86 Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Selasa (8/12/2015).
DURI, Beritaklik.Com - Penjabat Bupati Bengkalis H Ahmad Syah
Harrofie minta agar Panitia Pengawas (Panwas) menyelesaikan secara tuntas 'kasus tangkap tangan' bagi-bagi
souvenir berupa baju dan gelas bekas bergambar salah satu calon bupati dan
berlogo lambang daerah Bengkalis yang terjadi di Kecamatan Bantan, Senin
(7/12/2015) malam.
"Kita sudah minta Panwas beserta stakeholder terkait menyelesaikan persoalan tersebut hari ini juga agar tidak mengganggu tahapan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis tahun 2015 selanjutnya. Harus sudah tuntas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan sebelum hari pemungutan suara," tegas Ahmad Syah.
Meskipun gelas bekas bergambar salah satu calon bupati tersebut terdapat lambang daerah Bengkalis, Ahmad Syah menegaskan, hal itu sama sekali tidak ada sangkut-pautnya dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis.
"Tak ada kait kelindannya dengan Pemkab Bengkalis. Sama sekali tak ada hubungannya,"imbuhnya berulang kali, usai meninjau persiapan pemungutan suara pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis tahun 2015 di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 86 Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Selasa (8/12/2015).
Ahmad Syah juga menegaskan tidak mengetahui sedikit pun jika selama ini gelas bekas bergambar salah satu calon bupati dan berlogo lambang daerah Bengkalis disimpan di Wisma Daerah Bengkalis, kediaman resmi Bupati Bengkalis.
"Sejak kami dilantik sebagai Penjabat Bupati Bengkalis, sama sekali tidak ada laporan atau informasi barang tersebut disimpan di Wisma Daerah Bengkalis," jelasnya.
Selain itu Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Pemprov Riau ini mengatakan tidak mengetahui bahwa gelas bekas tersebut baru dikeluarkan dari Wisma Daerah Bengkalis sekitar tiga hari lalu.
Dia menegaskan akan menindak tegas jika Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkab Bengkalis yang bersubahat atau terlibat dalam 'kasus tangkap tangan' bagi-bagi souvenir berupa baju dan gelas bekas bergambar salah satu calon bupati dan berlogo lambang daerah Bengkalis yang terjadi di Kecamatan Bantan itu.
''Saat ini kita masih menunggu hasil pemeriksaan dan rekomendasi dari Panwas. Jika memang ada ASN yang terlibat persekongkolan, akan kita tindak tegas. Karena sebagai bentuk sikap tidak netralitas, hukumannya sudah jelas. Karena itu kita minta Panwas beserta stakeholder terkait menyelesaikan persoalan tersebut paling lambat hari ini juga. Tidak boleh ditunda-tunda," pungkasnya.(Bku)
"Kita sudah minta Panwas beserta stakeholder terkait menyelesaikan persoalan tersebut hari ini juga agar tidak mengganggu tahapan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis tahun 2015 selanjutnya. Harus sudah tuntas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan sebelum hari pemungutan suara," tegas Ahmad Syah.
Meskipun gelas bekas bergambar salah satu calon bupati tersebut terdapat lambang daerah Bengkalis, Ahmad Syah menegaskan, hal itu sama sekali tidak ada sangkut-pautnya dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis.
"Tak ada kait kelindannya dengan Pemkab Bengkalis. Sama sekali tak ada hubungannya,"imbuhnya berulang kali, usai meninjau persiapan pemungutan suara pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis tahun 2015 di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 86 Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Selasa (8/12/2015).
Ahmad Syah juga menegaskan tidak mengetahui sedikit pun jika selama ini gelas bekas bergambar salah satu calon bupati dan berlogo lambang daerah Bengkalis disimpan di Wisma Daerah Bengkalis, kediaman resmi Bupati Bengkalis.
"Sejak kami dilantik sebagai Penjabat Bupati Bengkalis, sama sekali tidak ada laporan atau informasi barang tersebut disimpan di Wisma Daerah Bengkalis," jelasnya.
Selain itu Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Pemprov Riau ini mengatakan tidak mengetahui bahwa gelas bekas tersebut baru dikeluarkan dari Wisma Daerah Bengkalis sekitar tiga hari lalu.
Dia menegaskan akan menindak tegas jika Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkab Bengkalis yang bersubahat atau terlibat dalam 'kasus tangkap tangan' bagi-bagi souvenir berupa baju dan gelas bekas bergambar salah satu calon bupati dan berlogo lambang daerah Bengkalis yang terjadi di Kecamatan Bantan itu.
''Saat ini kita masih menunggu hasil pemeriksaan dan rekomendasi dari Panwas. Jika memang ada ASN yang terlibat persekongkolan, akan kita tindak tegas. Karena sebagai bentuk sikap tidak netralitas, hukumannya sudah jelas. Karena itu kita minta Panwas beserta stakeholder terkait menyelesaikan persoalan tersebut paling lambat hari ini juga. Tidak boleh ditunda-tunda," pungkasnya.(Bku)
BERITA LAINNYA +INDEKS
ISEI Bengkalis Gelar Pelatihan Penulisan Scopus Berbasis AI, Perkuat Kapasitas Peneliti Daerah
BENGKALIS – Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Bengkalis sukses menyelenggarakan pe.
Disbun Bengkalis Ajak Generasi Muda Raih Kuliah Gratis Lewat Beasiswa Sawit
BENGKALIS – Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Bengkalis mendorong masyarakat Kabupaten Bengka.
Dukung Program Ketahanan Pangan, Polsek Bengkalis Serahkan Sarpras Pertanian
BENGKALIS-Komitmen Kepolisian Sektor (Polsek) Bengkalis dalam mendukung program ketahanan pangan .
Perda KLA Dinilai Penting untuk Perkuat Pemenuhan Hak Anak di Bengkalis
BENGKALIS – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Bengkalis meni.
Rapat Bersama Pansus KLA, DPPPA Bengkalis Dorong Regulasi Perlindungan Anak
BENGKALIS – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Bengkalis mene.
Gelar Buka Puasa Bersama, IKKKM Bengkalis Santuni 45 Anak Yatim dan Dhuafa
BENGKALIS – Ikatan Keluarga Kabupaten Kepulauan Meranti (IKKKM) Bengkalis menggelar buka puasa .
TULIS KOMENTAR +INDEKS






