PILIHAN
Kabar Tak Sedap, Bakal Ada Tenaga Honor di Lingkungan Pemkab Bengkalis Dirumahkan
Penjabat Bupati Bengkalis, H Ahmad Syah Harrofie.
BENGKALIS, Beritaklik.Com - Keberadaan ratusan
tenaga honorer, khususnya di Sekretariat Daerah Bengkalis dinilai banyak
kalangan kurang efektif, tidak efisien dan hanya membebani anggaran daerah.
Karena itu sebagian dari mereka pada tahun 2016 ini kemungkinan besar akan
dirumahkan alias tidak lagi diperpanjang kontrak kerjanya.
"Kami banyak sekali mendapat laporan dari teman-teman lembaga swadaya masyarakat bahwa banyak tenaga honorer, khususnya di Sekretariat Daerah Bengkalis yang keberadaannya kurang efektif dan dinilai hanya membebani anggaran daerah. Makanya keberadaan mereka pada tahun 2016 akan dievaluasi," jelas Penjabat Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie di Bengkalis, Kamis (31/12/2015).
Sebagai gambaran, kata Ahmad Syah, tenaga honorer yang nantinya akan diperpanjang kontraknya hanya hanya mereka yang memang benar-benar dibutuhkan. Memiliki keahlian khusus dan bersifat teknis. Sementera bagi tenaga honorer selama ini keberadaannya dianggap tidak efektif dan efisien, kontraknya pada tahun 2016 akan diputus.
Misalnya, imbuh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Pemerintah Provinsi Riau ini, kalau berdasarkan evaluasi tersebut untuk sebuah kegiatan hanya dibutuhkan tambahan 2 orang tenaga honorer untuk menyelesaikannya, sementara selama ini ada 6 orang yang direkrut, maka 4 orang lainnya tidak akan diperpanjang lagi kontraknya.
"Begitu juga jika kegiatan tersebut dapat dikerjakan sendiri oleh Pegawai Negeri Sipil tanpa perlu bantuan tenaga honorer, maka tenaga honorer yang selama ini direkrut untuk kegiatan dimaksud juga akan diputus kontraknya," sambungnya.
Selain itu Ahmad Syah menegaskan, evaluasi akan dilakukan karena selama ini banyak tenaga honorer yang tidak disiplin. Tidak memiliki kinerja yang baik. Bahkan ada laporan yang terimanya ada tenaga honorer yang hanya menerima gaji meskipun tidak bekerja sama sekali.
Untuk evaluasi dimaksud, ujarnya, dia sudah mengintruksikan Sekretaris Daerah H Burhanuddin, Pelaksana Tugas Administrasi Umum H Hermanto Baran dan Kepala Bagian Umum Agus Syofyan untuk segera melakukan evaluasi agar keberadaan para tenaga honorer di Sekretariat Daerah itu benar-benar efektif dan efisien.
"Evaluasi ini dilakukan supaya keberadaan mereka betul-betul berkontribusi terhadap peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Bukan hanya membebani anggaran daerah," pungkas Ahmad Syah, seraya mengatakan evaluasi dimaksud sudah harus dilakukan pada minggu pertama Januari 2016. (Bku)
"Kami banyak sekali mendapat laporan dari teman-teman lembaga swadaya masyarakat bahwa banyak tenaga honorer, khususnya di Sekretariat Daerah Bengkalis yang keberadaannya kurang efektif dan dinilai hanya membebani anggaran daerah. Makanya keberadaan mereka pada tahun 2016 akan dievaluasi," jelas Penjabat Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie di Bengkalis, Kamis (31/12/2015).
Sebagai gambaran, kata Ahmad Syah, tenaga honorer yang nantinya akan diperpanjang kontraknya hanya hanya mereka yang memang benar-benar dibutuhkan. Memiliki keahlian khusus dan bersifat teknis. Sementera bagi tenaga honorer selama ini keberadaannya dianggap tidak efektif dan efisien, kontraknya pada tahun 2016 akan diputus.
Misalnya, imbuh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Pemerintah Provinsi Riau ini, kalau berdasarkan evaluasi tersebut untuk sebuah kegiatan hanya dibutuhkan tambahan 2 orang tenaga honorer untuk menyelesaikannya, sementara selama ini ada 6 orang yang direkrut, maka 4 orang lainnya tidak akan diperpanjang lagi kontraknya.
"Begitu juga jika kegiatan tersebut dapat dikerjakan sendiri oleh Pegawai Negeri Sipil tanpa perlu bantuan tenaga honorer, maka tenaga honorer yang selama ini direkrut untuk kegiatan dimaksud juga akan diputus kontraknya," sambungnya.
Selain itu Ahmad Syah menegaskan, evaluasi akan dilakukan karena selama ini banyak tenaga honorer yang tidak disiplin. Tidak memiliki kinerja yang baik. Bahkan ada laporan yang terimanya ada tenaga honorer yang hanya menerima gaji meskipun tidak bekerja sama sekali.
Untuk evaluasi dimaksud, ujarnya, dia sudah mengintruksikan Sekretaris Daerah H Burhanuddin, Pelaksana Tugas Administrasi Umum H Hermanto Baran dan Kepala Bagian Umum Agus Syofyan untuk segera melakukan evaluasi agar keberadaan para tenaga honorer di Sekretariat Daerah itu benar-benar efektif dan efisien.
"Evaluasi ini dilakukan supaya keberadaan mereka betul-betul berkontribusi terhadap peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Bukan hanya membebani anggaran daerah," pungkas Ahmad Syah, seraya mengatakan evaluasi dimaksud sudah harus dilakukan pada minggu pertama Januari 2016. (Bku)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Dibuka Bupati, Pasar Seni Slaksa Bantan Tengah Satukan Seni, UMKM dan Musisi
BENGKALIS – Pasar Seni Slaksa 2026 di Desa Bantan Tengah, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis.
Dugaan Korupsi APBDes Darul Aman Dilaporkan Warga ke Kejaksaan Bengkalis
BENGKALIS – Dugaan penyalahgunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Darul Aman, Kec.
Menuju Opini Kualitas Tinggi, PUPR Bengkalis Jalani Penilaian Ombudaman
BENGKALIS – Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Riau melakukan penilaian Pelayanan.
Sambangi Warga Suku Akit, KKM ISNJ Bengkalis Edukasi Cegah Pernikahan Dini dan Stunting
BENGKALIS – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Institut Syariah Negeri Junjungan (ISNJ) Ben.
Mahasiswa KKM ISNJ Jadi Dewan Juri Lomba Kebersihan Kelas SDN 20 Bantan
BENGKALIS – Suasana berbeda terlihat di SD Negeri 20 Bantan, Desa Bantan Tengah, Kecamatan Bant.
Dr Rinto Pimpin ICMI Bengkalis dengan Semangat Berpikir, Bertindak, Berdampak
BENGKALIS – Musyawarah Daerah (Musda) III Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi.
TULIS KOMENTAR +INDEKS







