Waspada, Sudah 3 Orang Meninggal Akibat Rabies
“Dari jumlah kasus tersebut, 3 orang meninggal dunia (1 orang di Pulau Rupat dan 2 orang di Pulau Bengkalis),†ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis, H Burhanuddin ketika membuka workshop pembebasan rabies di Pulau Bengkalis dan Pulau Rupat di Lantai IV Kantor Bupati Bengkalis, Selasa (26/4/2016)
Dalam sambutannya, Sekda mengatakan bahwa rabies atau penyakit anjing gila, merupakan salah satu penyakit hewan yang dapat ditularkan pada manusia atau zoonosis, dapat menyebabkan kematian, baik pada hewan maupun manusia.
Selain itu, juga bisa menimbulkan dampak yang sangat merugikan, karena dapat mengganggu ketentraman dan ketertiban masyarakat, serta merusak sendi ekonomi, politik, serta sosial budaya di suatu wilayah.
Mengingat besarnya dampak bisa yang ditimbulkan, maka perlu penanganan yang serius dan berkesinambungan dari seluruh pemangku kepentingan, tidak terkecuali partisipasi aktif masyarakat. Apalagi di Kabupaten Bengkalis khususnya, ada kecendrungan kasus rabies kembali meningkat dari tahun ke tahun.
Seiring perkembangan pembangunan di Kabupaten Bengkalis, diperlukan pengawasan lalu lintas hewan peliharaan yang keluar masuk. Munculnya kembali rabies di Pulau Bengkalis tahun 2015 lalu, merupakan tantangan besar dan perlu upaya lebih intensif dari semua pihak.
“Saya berharap, melalui workshop ini benar-benar bisa menjadi sarana pencegahan dan penanggulangan rabies sehingga bisa membebaskan kembali Pulau Bengkalis dan Rupat dari rabies,†ujarnya.
Dipaparkan Sekda, Kepolisian Daerah Riau sudah memiliki kesepakatan bersama dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Riau dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit hewan menular. Karena kesepakatan tersebut, dapat mendukung dalam penegakan  hukum dan pengamanan Kabupaten Bengkalis, dari bahaya penularan penyakit hewan, demi ketentraman dan kesejahteraan masyarakat.
Hadir pada acara pembukaan workshop pembebasan rabies Kadis Pertanian dan Peternakan H Arianto, pejabat eselon III dan IV. Sedangkan peserta workshop Yaitu dari UPTD Perternakan Pulau Rupat, Satpol PP, Dinas Kesehatan, RSUD Bengkalis, Dinas Perhubungan dan instansi lainnya.
Sedangkan narasumber dari Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI yang diwakili Kasubdit P3H drh Mardiatmi, Kepala Balai Veteriner Bukit Tinggi drh Azfirman, MP, Kadis Pertanian dan Peternakan Provensi Riau diwakili Kabid Keswan dan Kesmavet drh Sri Mulyati, Komisi Ahli Kesehatan drh Anak Agung Gde Putra dan Kepala Karantina Pertanian Kelas I Pekanbaru drh Sri Hanum.***
Dibuka Bupati, Pasar Seni Slaksa Bantan Tengah Satukan Seni, UMKM dan Musisi
BENGKALIS – Pasar Seni Slaksa 2026 di Desa Bantan Tengah, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis.
Dugaan Korupsi APBDes Darul Aman Dilaporkan Warga ke Kejaksaan Bengkalis
BENGKALIS – Dugaan penyalahgunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Darul Aman, Kec.
Menuju Opini Kualitas Tinggi, PUPR Bengkalis Jalani Penilaian Ombudaman
BENGKALIS – Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Riau melakukan penilaian Pelayanan.
Sambangi Warga Suku Akit, KKM ISNJ Bengkalis Edukasi Cegah Pernikahan Dini dan Stunting
BENGKALIS – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Institut Syariah Negeri Junjungan (ISNJ) Ben.
Mahasiswa KKM ISNJ Jadi Dewan Juri Lomba Kebersihan Kelas SDN 20 Bantan
BENGKALIS – Suasana berbeda terlihat di SD Negeri 20 Bantan, Desa Bantan Tengah, Kecamatan Bant.
Dr Rinto Pimpin ICMI Bengkalis dengan Semangat Berpikir, Bertindak, Berdampak
BENGKALIS – Musyawarah Daerah (Musda) III Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi.







