PILIHAN
17 Hari Menghilang, Gandung Ditemukan di Duri dalam Kondisi Lupa Ingatan
Gandung Heri Wibowo dalam kondisi lemah.
BENGKALIS -Gandung Heri Wibowo (29) warga desa Bantan Tengah, Kecamatan Bantan,
Kabupaten Bengkalis Riau yang sempat menghilang selama 17 hari, ditemukan
di Simpang Jengkol Duri, Kecamtan Mandau, Minggu malam (31/72016).
Gandung dinyatakan hilang oleh orangtuanya sejak 17 hari yang lalu, ditemukan dalam keadaan lupa ingatan. Saat ini ia dibawa pulang ke Bantan Tengah, Kecamatan Bantan.
Gandung ditemukan seorang tukang ojek di Duri. Nomor handphone orangtua Gandung, Haris Fadilah yang sudah tersebar di media sosial menjadi salah satu upaya tukang ojek yang kini belum diketahui identitasnya menghubung ayah Gandung.Â
Ketika dihubungi, Haris Fadilah membenarkan telah pulang putra kesayangan kepangkuannya. Dia mengaku Gandung ditemukan oleh seorang tukang ojek.Â
"Saya langsung yang menjemputnya ke Mandau. Dia ditemukan di Mandau tepatnya di Simpang Jengkol," kata Haris, Senin (1/8/2016).Â
Haris yang menceritakan, saat dijemput, kondisi anaknya secara fisik sehat. Namun tidak bisa berbicara.Â
"Kondisinya alhamdulillah sehat tapi kita tetap akan membawa dia ke dokter. Karena seperti Gandung belum bisa diajak ngomong," paparnya.Â
"Nanti saya akan kasi informasi jelasnya. Tukang ojek yang menemukan anak saya juga saya ke Bengkalis tadi malam,"pungkas Haris Fadilah.Â
Kronologis hilangnya Gandung berawal pada Jumat (16/7/2016) sekira pukul 15.00 WIB berangkat dari Bantan menuju Kerinci tempat ia bekerja, menggunakan motor metik merk Scopy warna Biru BM 2957 DQ. Saat itu ia menggunakan baju kaos putih bintik-bintik kebiruan.
Diutarakan Haris, anaknya bekerja di PT RAPP di bagian mesin."Kami coba minta bantuan orang pintar untuk mencari keberadaan anak kami,'' ujarnya.
Istri Gandung menambahkan, sebelum sampai di Kerinci, suaminya terlebih dahulu menginap di salah satu Wisma di Kabupaten Siak. "Setelah kami menginap di Siak, paginya kami langsung menjalankan perjalanan menuju kerinci dan sampai di rumah kontrakan di Kerinci sekira pukul 11.00 WIB," ujarnya.
"Pada Sabtu sore sekitar pukul 15.30 wib, dia keluar rumah untuk melihat tempat usaha cuciannya dan sekitar pukul 19.00 WIB tidak juga pulang. Dikarenakan abang tak pulang saya langsung menelpon orangtua yang di Bantan. Biasanya abang kalo waktu Magrib di rumah, tetapi pada hari itu abang tidak kunjung pulang. Dan hingga hari ini abg juga tidak mendapatkan,'' tutupnya. ***
Gandung dinyatakan hilang oleh orangtuanya sejak 17 hari yang lalu, ditemukan dalam keadaan lupa ingatan. Saat ini ia dibawa pulang ke Bantan Tengah, Kecamatan Bantan.
Gandung ditemukan seorang tukang ojek di Duri. Nomor handphone orangtua Gandung, Haris Fadilah yang sudah tersebar di media sosial menjadi salah satu upaya tukang ojek yang kini belum diketahui identitasnya menghubung ayah Gandung.Â
Ketika dihubungi, Haris Fadilah membenarkan telah pulang putra kesayangan kepangkuannya. Dia mengaku Gandung ditemukan oleh seorang tukang ojek.Â
"Saya langsung yang menjemputnya ke Mandau. Dia ditemukan di Mandau tepatnya di Simpang Jengkol," kata Haris, Senin (1/8/2016).Â
Haris yang menceritakan, saat dijemput, kondisi anaknya secara fisik sehat. Namun tidak bisa berbicara.Â
"Kondisinya alhamdulillah sehat tapi kita tetap akan membawa dia ke dokter. Karena seperti Gandung belum bisa diajak ngomong," paparnya.Â
"Nanti saya akan kasi informasi jelasnya. Tukang ojek yang menemukan anak saya juga saya ke Bengkalis tadi malam,"pungkas Haris Fadilah.Â
Kronologis hilangnya Gandung berawal pada Jumat (16/7/2016) sekira pukul 15.00 WIB berangkat dari Bantan menuju Kerinci tempat ia bekerja, menggunakan motor metik merk Scopy warna Biru BM 2957 DQ. Saat itu ia menggunakan baju kaos putih bintik-bintik kebiruan.
Diutarakan Haris, anaknya bekerja di PT RAPP di bagian mesin."Kami coba minta bantuan orang pintar untuk mencari keberadaan anak kami,'' ujarnya.
Istri Gandung menambahkan, sebelum sampai di Kerinci, suaminya terlebih dahulu menginap di salah satu Wisma di Kabupaten Siak. "Setelah kami menginap di Siak, paginya kami langsung menjalankan perjalanan menuju kerinci dan sampai di rumah kontrakan di Kerinci sekira pukul 11.00 WIB," ujarnya.
"Pada Sabtu sore sekitar pukul 15.30 wib, dia keluar rumah untuk melihat tempat usaha cuciannya dan sekitar pukul 19.00 WIB tidak juga pulang. Dikarenakan abang tak pulang saya langsung menelpon orangtua yang di Bantan. Biasanya abang kalo waktu Magrib di rumah, tetapi pada hari itu abang tidak kunjung pulang. Dan hingga hari ini abg juga tidak mendapatkan,'' tutupnya. ***
BERITA LAINNYA +INDEKS
Dugaan Korupsi APBDes Darul Aman Dilaporkan Warga ke Kejaksaan Bengkalis
BENGKALIS – Dugaan penyalahgunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Darul Aman, Kec.
Menuju Opini Kualitas Tinggi, PUPR Bengkalis Jalani Penilaian Ombudaman
BENGKALIS – Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Riau melakukan penilaian Pelayanan.
Sambangi Warga Suku Akit, KKM ISNJ Bengkalis Edukasi Cegah Pernikahan Dini dan Stunting
BENGKALIS – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Institut Syariah Negeri Junjungan (ISNJ) Ben.
Mahasiswa KKM ISNJ Jadi Dewan Juri Lomba Kebersihan Kelas SDN 20 Bantan
BENGKALIS – Suasana berbeda terlihat di SD Negeri 20 Bantan, Desa Bantan Tengah, Kecamatan Bant.
Dr Rinto Pimpin ICMI Bengkalis dengan Semangat Berpikir, Bertindak, Berdampak
BENGKALIS – Musyawarah Daerah (Musda) III Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi.
ISEI Bengkalis Gelar Pelatihan Penulisan Scopus Berbasis AI, Perkuat Kapasitas Peneliti Daerah
BENGKALIS – Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Bengkalis sukses menyelenggarakan pe.
TULIS KOMENTAR +INDEKS







