Korban DBD Berjatuhan, Diskes Bengkalis Didesak Lakukan Fogging
Salah seorang warga Kota Bengkalis, Firman, mengingatkan Diskes untuk senantiasa melaksanakan fogging di kawasan pemukiman yang rentan terserang DBD. Apalagi dalam beberapa hari terakhir, pasien DBD di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bengkalis didominasi penderita DBD.
 “Beberapa hari lalu ada penderita DBD yang masih dibawah umur beralamat di jalan Pertanian kota Bengkalis meninggal dunia karena terserang DBD dan tidak dapat diselamatkan. Langkah antisipasi dini harus dilakukan Diskes tanpa harus menunggu jatuhnya korban meninggal dunia lebih banyak lagi,â€kata Firman, Senin (05/09/2016) mengingatkan.
Menurut pria yang juga politisi PPP ini, penyakit DBD merupakan salah satu penyakit yang mematikan apabila tidak ditangani dengan baik serta antisipasi dini terhadap lingkungan. Bahkan ia menyebut angka 600-an penderita DBD dengan empat orang meninggal dunia sejak Januari sampai Agustus 2016 merupakan angka yang cukup mengkhawatirkan.
“Diskes kita desak segera bertindak melakukan fogging ke pemukiman masyarakat, selain pemberian bubuk abate serta kartu pengendalian jentik dan nyamuk aedes agepty. Dengan jumlah penderita DBD 600-an selama delapan bulan, cukup mengkhawatirkan karena jumlah akan terus bertambah dan Bengkalis bisa dikategorikan kejadian luar biasa (KLB) kasus DBD,â€sambung Firman.
Sebelumnya, Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Lingkungan (PMKL) Irawadi SKM mengatakan bahwa peningkatan penderita DBD dari bulan Juli ke bulan Agustus cenderung mengalami peningkatan. Dimana penderita DBD umumnya adalah anak-anak dan balita yang tersebar diseluruh kecamatan di Kabupaten Bengkalis.
Dijelaskan, untuk antisipasi kasus DBD, Dinas Kesehatan Bengkalis sudah mengalokasikan bubuk abate dan kartu pemantau jentik keseluruh UPT Puskesmas di kecamatan-kecamatan. Kartu pemantau jentik akan digunakan oleh kader-kader jumantik dalam rangka larvasidasi secara selektif dalam mengantisipasi penyebaran DBD.
“Sasaran dari penyaluran bubuk abate adalah rumah tangga-rumah tangga yang rentan berkembang biaknya nyamuk aedes agepty, serta lingkungan atau pemukiman yang warganya sudah terkena DBD. Selain itu penyemprotan nyamuk melalui fogging senantiasa dilakukan petugas puskesmas dan dinas kesehatan di rumah-rumah masyarakat yang terserang DBD,’’ ungkap Irawadi.***
Dugaan Korupsi APBDes Darul Aman Dilaporkan Warga ke Kejaksaan Bengkalis
BENGKALIS – Dugaan penyalahgunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Darul Aman, Kec.
Menuju Opini Kualitas Tinggi, PUPR Bengkalis Jalani Penilaian Ombudaman
BENGKALIS – Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Riau melakukan penilaian Pelayanan.
Sambangi Warga Suku Akit, KKM ISNJ Bengkalis Edukasi Cegah Pernikahan Dini dan Stunting
BENGKALIS – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Institut Syariah Negeri Junjungan (ISNJ) Ben.
Mahasiswa KKM ISNJ Jadi Dewan Juri Lomba Kebersihan Kelas SDN 20 Bantan
BENGKALIS – Suasana berbeda terlihat di SD Negeri 20 Bantan, Desa Bantan Tengah, Kecamatan Bant.
Dr Rinto Pimpin ICMI Bengkalis dengan Semangat Berpikir, Bertindak, Berdampak
BENGKALIS – Musyawarah Daerah (Musda) III Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi.
ISEI Bengkalis Gelar Pelatihan Penulisan Scopus Berbasis AI, Perkuat Kapasitas Peneliti Daerah
BENGKALIS – Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Bengkalis sukses menyelenggarakan pe.







