• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Nasional
    • Tenaga Kerja
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • UMUM
  • Riaulink
    • Pekanbaru
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Kuantan Singingi
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Pelalawan
    • Siak
    • Kampar
  • Ekonomi
    • Moneter
    • MAKRO
    • Edukasi Bisnis
    • Perdagangan
    • Bisnis
  • Hukrim
    • News Hukrim
    • Peraturan & Undang-Undang
  • IPTEK
    • Sosok & Profil
    • Teknologi
    • Ilmu Pengetahuan
  • Archipelago
    • Papua
    • Sulawesi
    • Kalimantan
    • Jawa & Bali
    • Sumatra
    • Sejarah
  • Sportklik
    • Mobil Racing
    • Motor Racing
    • Sepakbola
    • Volley
    • Tenis
    • Golf
    • Basket
    • Tinju
    • Bulu Tangkis
  • Polkam
    • Pilkada
    • Parlementaria
    • Edukasi Politik
    • Keamanan
    • Politik
  • Pendidikan
  • More
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Fotolink
    • Artikel
    • Kliksiana
    • Budaya
    • Wisata
    • Healty
    • Otomotif
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Nasional
  • Riaulink
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • IPTEK
  • Archipelago
  • Sportklik
  • Polkam
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Internasional
  • Fotolink
  • Artikel
  • Kliksiana
  • Budaya
  • Wisata
  • Healty
  • Otomotif
  • Video
  • Sejarah
  • Bulu Tangkis
  • Tinju
  • Basket
  • Golf
  • Tenis
  • Volley
  • Kampar
  • Siak
  • Pelalawan
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Indragiri Hulu
  • Indragiri Hilir
  • Kuantan Singingi
  • Rokan Hulu
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Sepakbola
  • Opini
  • Visi
  • Buku
  • Komentar
  • UMUM
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Tenaga Kerja
  • Politik
  • Keamanan
  • Edukasi Politik
  • Parlementaria
  • Bisnis
  • Perdagangan
  • Edukasi Bisnis
  • MAKRO
  • Moneter
  • Peraturan & Undang-Undang
  • News Hukrim
  • Ilmu Pengetahuan
  • Teknologi
  • Sosok & Profil
  • Sumatra
  • Jawa & Bali
  • Kalimantan
  • Sulawesi
  • Papua
  • Mode
  • Trend
  • Surat Pembaca
  • Pekanbaru
  • News
  • Tips dan Trik
  • Produk Kendaraan
  • Modifikasi Kendaraan
  • Teknologi Kendaraan
  • News & Features
  • Cara hidup sehat
  • Vitamin dan Gizi
  • Farmasi dan Obat - obatan
  • Balita
  • Obat Tradisional
  • Pengobatan Alternatif
  • News
  • Musik
  • Film
  • Tips Wisata
  • Info Tempat Wisata
  • Info Hotel & Penginapan
  • Wisata Keluarga
  • Wisata Alam
  • Wisata Pengunungan
  • Wisata Laut
  • Wisata Danau
  • Wisata Kuliner
  • Wisata Belanja
  • Wisata Budaya
  • Wisata Daerah
  • Budaya Daerah
  • Budaya Unik
  • Musik dan Tarian Daerah
  • Global Budaya
  • Internasional
  • Kliksiana
  • Motor Racing
  • Mobil Racing
  • Pilkada
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
CepatNikah.com: Dating Apps Indonesia yang Mempermudah Cari Jodoh Online
Cropycoin: Solusi Investasi Kripto Legal dengan Izin Resmi OJK
905 ODP di Bengkalis Tanpa Gejala Dikarantina Mandiri
Libur Sekolah Diperpanjang Hingga 14 April 2020
10 Orang Dipantau Terkait Corona, RSUD Bengkalis Tiadakan Jam Besuk

  • Home
  • Riaulink
  • Pekanbaru

Riau membangun Desa dengan Kemandirian

Redaksi

Selasa, 27 September 2016 17:05:49 WIB
Cetak
Riau membangun Desa dengan Kemandirian
Penganugrahan PNPM Mandiri

Pekanbaru.Strategi pencapaian desa mandiri, partisipatif dan berdaya sebagaimana amanat UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dilakukan dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat yang diselenggarakan dengan strategi partisipatif dalam koridor good village governance atau kepemerintahan desa yang baik.

Secara operasional, diperlukan penumbuhkembangan semangat membangun diri bersama (togetherness in collective action), penguatan modal sosial dalam paradigma "desa membangun dan desa mandiri". Namun, bagaimana melakukan pemberdayaan dan peningkatan kapasitas masyarakat desa berbasis partisipasi serta menjalankan program yang mendukung peningkatan perekonomian masyarakat pedesaan?

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman berkomitmen serius untuk membangun desa dengan paradigma positif tersebut. Salah satunya, berupaya meningkatkan kapasitas Aparatur Pemerintah Desa se Provinsi Riau.

langkah tersebut diawali dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) berkaitan dengan pembangunan desa mandiri beberapa waktu lalu. Acara itu dilaksnaakan di Pekanbaru dengan dihadiri 1.850 peserta.

Rakor ketika itu mengambil tema; "Dengan Undang-Undang Desa Kita Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Desa Yang Andal Terpercaya Menuju Desa Mandiri"

Plt Gubernur Riau yang akrab disapa Andi Rachman mengatakan, rakor tersebut sangat penting dalam rangka peningkatan kapasitas aparatur pemerintah desa di Riau.Terlebih, saat ini bantuan APBN dan APBD sangat besar untuk program-program pedesaan, maka untuk memahami sistem pengelolaan keuangannya, setiap peserta rakor harus mengikuti kegiatan ini sampai selesai.

Bantuan APBN untuk desa dan kelurahan kata dia saat ini ada lebih dari Rp425 milar, sementara APBD Provinsi Riau yang dialokasi untuk kepentingan desa itu mencapai Rp500 juta per desa dan juga ada alokasi untuk kabupaten/kota dengan nilai bervariasi.

"Uang ini harus dikelola dengan baik untuk pembangunan infrastruktur desa, dengan diadakannya kegiatan ini, saya berharap aparatur desa dapat mengelola keuangan desa dengan baik agar terhindar dari hal hal yang tidak diinginkan," kata Andi Rachman.


Bangun Kemandirian

Plt Gubernur Riau Andi Rachman juga mengajak semua pihak untuk membangun kemandirian desa lewat berbagai kegiatan yang dapat mendukung kemajuan segala sektor, mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan.

Menurut dia, dengan alokasi dana yang begitu besar, harus ada dukungan penuh masyarakat di tiap desa tersebut, sehingga penggunaan dana dapat tepat sasaran dan mampu untuk mewujudkan kemandirian di berbagai sektor, mulai pertanian, perikanan dan lainnya.

Saat ini, demikian Andi Rachman, memang telah ada beberapa daerah yang memiliki program baik dan potensial untuk membuat desa mandiri dan berkualitas. Salah satunya menurut dia adalah Kabupaten Kampar dengan program unggulannya.

Untuk diketahui, saat ini Pemda Kampar telah melaksanakan program unggulan yang dinamakan Rumah Tangga Mandiri Pangan Energi (RTMPE) yang bertujuan untuk memberantas kemiskinan, pengangguran dan rumah kumuh di daerah itu.

RTMPE merupakan program yang dijalankan untuk mengajarkan masyarakat bagaimana mengelolah lahan sempit yang hanya seluas 1.000 meter persegi namun hasilnya melebihi hasil dari 3 hektare kebun sawit.

Bupati Kampar Jefry Noer menargetkan, tahun depan (2016) setiap desa di daerah itu sudah menjalankan RTMPE hingga kemudian membuat wilayah itu menjadi mandiri, baik itu untuk memenuhi kebutuhan pangan, energi listrik dan gas.

Hal itu karena menurut dia, dalam Program RTMPE yang dikelola dalam lahan seluas 1.000 meter persegi, masyarakat dapat memelihara enam ekor sapi yang akan menghasilkan biogas untuk dijadikan energi listrik dan untuk gas pengganti elpiji. Kemudian juga menghasilkan biourine yang dapat dijual.

Kemudian juga dapat memelihara ikan dalam kolam terpal, memelihara ayam alpu dengan hasil telur yang bisa ditetaskan, serta menanam berbagai sayuran yang menjadi kebutuhan pokok seperti cabai dan bawang merah.

Yang menggiurkan, tiap rumah tangga yang menjalankan program tersebut akan mendapatkan hasil yang begitu besar, yakni mencapai Rp15 juta hingga Rp25 juta setiap bulannya. "Uang sebanyak itu lebih besar dibandingkan dengan gaji bupati," kata Jefry Noer.


Program Percontohan

RTMPE saat ini juga telah menjadi program percontohan bagi banyak daerah lainnya di Riau bahkan di luar provinsi. Kabupaten Meranti misalnya, telah mengirim sejumlah kelompok masyarakat untuk mendapatkan ilmu dan menjalankannya di daerah pesisir.

Begitu juga dengan masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir yang menyatakan siap untuk mencuri ilmu dari Kampar untuk kemudian mengembangkannya di daerah itu. Sementara Pemko Dumai juga telah mengunjungi lahan percontohan RTMPE untuk dijalankan ke kalangan petani.

Lebih hebat lagi, program ini juga menjadi daya tarik bagi banyak elit politik dan pejabat di Pemerintah Pusat. Terakhir adalah Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Irman Gusman yang memboyong dua senator asal Riau yakni Maimanah Umar dan Gafar Usman untuk melihat program kebanggaan Jefry Noer itu.

Karena RTMPE, bahkan dikabarkan akan ada alokasi dana tambahan yang bersumber dari APBN untuk pengembangan desa-desa di Provinsi Riau. "Saya berjanji," kata Irman Gusman saat mengunjungi Kampar beberapa waktu lalu.

Bahkan Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan kekaguman atas berbagai program pertanian yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Kampar, Riau sebagai upaya swasembada yang sejalan dengan Program Kedaulatan Pangan gagasan Presiden Joko Widodo.

'Seluruh daerah harus memiliki program pertanian yang tentunya akan mendukung pemerintah untuk swasembada pangan,' kata Mentan Amran Sulaiman.

RTMPE di Kabupaten Kampar adalah satu program terbaik di Riau, selain juga ada sejumlah program lainnya di tiap kabupaten/kota untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di pedesaan.


Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Melalui Hutan Desa

Dalam banyak kasus, rendahnya kapasitas sumber daya manusia (pendidikan, sosial ekonomi, dan informasi) mengakibatkan semakin terbatasnya akses masyarakat di dalam dan di sekitar hutan terhadap manfaat ekonomi hutan.

Oleh karena itu, kapasitas masyarakat harus ditingkatkan agar akses terhadap sumber daya hutan meningkat. Sedangkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, masyarakat terlebih dahulu harus dientaskan dari kemiskinan agar memperoleh akses terhadap pendidikan dan informasi.

Hal ini merupakan lingkaran setan (vicious circle) yang harus dipecahkan dan diuraikan simpulnya. Mengurai simpul kemiskinan bukanlah merupakan hal yang mudah karena beragamnya karakter sosial budaya dan sumber daya di setiap daerah.

Namun demikian, secara garis besar untuk mengurai simpul dari lingkaran setan ini dapat dilakukan melalui dua pendekatan yaitu: pertama, mengentaskan kemiskinan (poverty) dan kedua, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.

“Peduli Pendidikan dengan bantuan Sejuta Buku ini merupakan salah satu dari program CSR pada masalah pendidikan. Ini sudah menjadi komitmen kami,” tegas Yan Patra Wijaya salah seorang direksi Sinar Mas group, usai menyerahkan bantuan sejuta buku yang dicanangkan oleh PT Indah Kiat dan PT Arara Abadi di halaman SD Yayasan Pendidikan Perdana Indah (YPPI) Perawang, Kecamatan Tualang,Kabupaten Siak, Rabu (28/1).

Dia menegaskan bahwa bantuan ini diberikan sudah menjadi komitmen perusahaan untuk terus peduli pada masalah pendidikan bagi masyarakat yang tinggal disekitar wilayah konsesi PT Sinar Mas Group.

Dari laporan yang ada, kata dia, bantuan sejuta buku tersebut senilai lebih dari Rp. 1,2 miliar dan akan diberikan kepada 100.000 pelajar di 8 kabupaten/kota di Riau yang menjadi lokasi operasi Sinar Mas Group. Setiap pelajar akan mendapatkan 10 buah buku.

Ternyata program yang digulirkan oleh PT Sinar Mas Group ini mendapat pujian Gubernur Riau, Rusli Zainal. Ia memuji sikap peduli Indah Kiat pada kemajuan pendidikan di Riau. “Peran pihak swasta seperti inilah yang sangat diharapkan agar terjalin harmonisasi kehidupan antara masyarakat dengan pelaku usaha di Riau,” ujar Rusli Zainal.

Menurut gubernur,sikap peduli dunia usaha seperti yang dilakukan Indah Kiat, menjadi sinergi penting bagi Pemprov Riau untuk mewujudkan program K2i yang salah satu tujuan utamanya adalah mengatasi masalah kebodohan dengan meningkatkan kualitas pendidikan di Riau.

“Apa yang dilakukan Indah Kiat hari ini, berupa pembagian sejuta buku merupakan langkah yang sangat tepat dan saya berharap perusahaan dan dunia usaha lainnya di Riau meniru langkah tersebut,” kata gubernur.

Hal senada juga dilontarkan Wakil Bupati Siak, OK Fauzi. Ia juga memberikan apresiasi yang tidak terhingga kepada perusahaan bubur kertas ini. “Keberadaan Indah Kiat tak sekedar memberikan manfaat nyata bagi kegiatan ekonomi masyarakat Siak, tetapi lebih jauh juga memberikan dampak positif pada masalah pendidikan dan lainnya,” kata dia.

Menurut dia, Indah Kiat adalah bagian penting bagi masyarakat Siak. Aset berharga yang sudah selayaknya dipelihara semua pihak. “Sumbangsih dan manfaaat yang diberikan perusahaan ini sudah sangat banyak dan nyata,” ujar dia.

Dua tipe kemiskinan

Kemiskinan adalah kondisi keterbatasan dalam berbagai hal: pangan, papan, akses kesehatan, pendidikan, informasi, pekerjaan, dan kebebasan (eksistensi diri).

Dengan kata lain, kemiskinan memiliki banyak wajah, yang dapat berubah dari waktu ke waktu dan dapat dipaparkan dengan berbagai cara. Namun yang sudah pasti adalah kemiskinan adalah sebuah situasi dimana orang menginginkan untuk terbebaskan darinya (poverty is a situation people want to escape).

Singkatnya pengentasan kemiskinan adalah aksi untuk mengubah keadaan sehingga lebih banyak orang dapat makan, memiliki rumah layak, punya akses ke pendidikan dan kesehatan.

Walaupun cukup sulit untuk memperoleh angka kemiskinan secara pasti, namun setidaknya mengacu pada data statistik tercatat bahwa dari seluruh penduduk Indonesia yang berjumlah 219,9 juta jiwa, sekitar 48,8 juta jiwa atau 12% tinggal di dalam dan sekitar kawasan hutan.

Dari 48,8 juta jiwa penduduk yang tinggal di dalam dan sekitar hutan tersebut 10,2 juta jiwa atau 25% diantaranya tergolong dalam kategori miskin (Dephut, 2006). Aksi pengentasan kemiskinan harus dapat menjangkau dan mengatasi dua tipe kemiskinan yakni kemiskinan struktural dan kemiskinan natural.

Maksud dari kemiskinan struktural adalah kemiskinan yang diakibatkan oleh struktur yang membelenggu masyarakat secara keseluruhan untuk melakukan kemajuan, sedangkan kemiskinan natural adalah kemiskinan yang diakibatkan oleh pemiskinan sumberdaya alam yang dapat digunakan untuk menghidupi masyarakat.

Meskipun secara umum kapasitas sumber daya manusia masyarakat di dalam dan sekitar hutan (dipandang) relatif rendah, akan tetapi bisa saja mereka memiliki pengetahuan tradisional yang amat spesifik dari aspek teknologi budidaya hutan/lahan dan aspek sosial budaya setempat.

Masyarakat di dalam dan sekitar hutan mungkin masih memiliki potensi budaya yang masih dapat dibangkitkan dalam rangka penguatan modal sosial (capital sosial), diantaranya adanya saling kepercayaan, pranata sosial yang masih diakui, kemauan untuk belajar, dan tingkat kebersamaan yang tinggi.

Peningkatan sumber daya manusia dan penguatan kapital sosial ini dapat dilakukan melalui proses pendidikan, pelatihan, penyuluhan, penguatan kelembagaan lokal dan pendampingan.

Proses yang memerlukan waktu dan biaya ini akan dapat memberikan wawasan dan cara berpikir masyarakat sehingga dapat membuka akses terhadap informasi dan membebaskan masyarakat dari keterbelakangan dan kemiskinan.

Selain itu, mengingat beragamnya tipe dan spektrum kemiskinan, aksi pengentasan kemiskinan masyarakat di dalam dan sekitar hutan tidak dapat dilakukan hanya dengan memberikan subsidi langsung kepada kelompok masyarakat miskin, tetapi harus dilakukan secara terintegrasi dalam sebuah program pemberdayaan masyarakat secara partisipatif, komprehensif, dan terencana secara baik yang mendorong proses memberdayakan, memberikan peluang dan memberikan perlindungan.

Bukan hal yang baru

Sesungguhnya pemberdayaan masyarakat di dalam dan sekitar hutan bukan merupakan suatu hal yang baru. Departemen Kehutanan dan berbagai lembaga serta elemen masyarakat lainnya telah banyak melakukan kegiatan yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat di dalam dan sekitar hutan.

Meskipun kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan selama ini tidak semuanya menuai sukses, namun juga tidak sedikit manfaat yang telah dapat dirasakan oleh masyarakat di dalam dan sekitar hutan.

Disadari bahwa kelemahan kegiatan pemberdayaan masyarakat selama ini adalah sangat kurangnya koordinasi antar instansi dan pelaku pemberdayaan masyarakat sehingga tidak ada sinergitas, kurang terarah, dan bahkan sering terjadi tumpang tindih kegiatan.

Oleh karena itu, agar kegiatan pemberdayaan dapat lebih terarah diperlukan suatu rencana makro yang dapat dipakai sebagai acuan umum bagi seluruh kegiatan pemberdayaan masyarakat di dalam dan sekitar hutan. Rencana Makro ini menjabarkan dan mengatur pola umum, strategi, kegiatan pokok, dan kebijakan strategis pemberdayaan masyarakat di dalam dan sekitar hutan.

Pengaturan yang baik atas alokasi, akses dan pengawasan dapat menjadi factor pendorong (incentive) yang cukup efektif untuk pengelolaan hutan yang lestari, namun sebaliknya kesalahan dalam mengelola ketiga faktor tersebut dapat mengakibatkan hancurnya sistem hutan.

Oleh karena itu agar program pemberdayaan masyarakat di dalam dan sekitar hutan dapat berjalan dengan baik, maka pola alokasi, akses, dan pengawasan harus mendapatkan perhatian yang seimbang dan menyeluruh yang diatur di dalam suatu rencana makro.


PNPM MP Unggulan Pemerintah Daerah

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau optimis mencapai target MDGs (Millenium Developmen Goals) untuk menurunkan angka kemiskinan. Salah satu yang menyokong turunnya angka kemiskinan itu adalah adanya program pemberdayaan terhadap masyarakat pedesaan, yakni dengan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM MP).

Hal tersebut disampaikan Plt Gubernur Riau (Gubri) Arsyad Juliandi Rachman beberapa waktu lalu. "Para fasilitator ini adalah pejuang di desa untuk mencerdaskan dan mensejahterakan masyarakat desa, menumbuhkankembangkan usaha di pedesaan. Desa adalah sumber kehidupan, tempat orang kota bergantung hidup seperti pengadaan pangan semua berasal dari desa. Namun di desa jugalah angka kemiskinan cukup tinggi. Sehingga arah pembangunan harus diprioritaskan di desa," sebut Plt Gubri.

Sementara itu, Kepala Badan BPM Bangdes Provinsi Riau, H Daswanto mengatakan, PNPM MP merupakan program unggulan pemerintah yang targetnya melakukan pemberdayaan masyarakat pedesaan khususnya orang miskin. Ditambah lagi dengan program dari pemprov.

Maka, Pemprov Riau terus berusaha untuk meningkatkan perekonomian di pedesaan, Salah satunya, dengan mengembangkan berbagai potensi pemberdayaan masyarakat desa itu sendiri, melalui PNPM-MP.

Kesuksesan PNPM-MP ini tentu tidak terlepas dari perhatian pemerintah daerah di kabupaten. Karena pemkab menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan program, karena pemerintah kabupatenlah yang memiliki komitmen dalam pengalokasian anggaran. Komitmen pemerintah kabupaten-kota di Riau dalam PNPM-MP tahun 2014 dinilai sangat tinggi.


Tahun 2014 ini, PNPM MP Provinsi Riau mengalokasikan anggaran Rp160 miliar lebih untuk pembangunan desa  di Riau. Anggaran tersebut dikelola melalui PNPM MP, dengan pola partisipatif, dimana pengelola anggaran dan yang menjadi pelaku pembangunan adalah warga desa sendiri.

Daswanto kemabali mengatakan, setiap tahunnya, anggaran yang diperoleh dari APBN dan APBD kabupaten terus mengalami peningkatan.

"Dari tahun ke tahun alokasi anggaran PNPM Mandiri Pedesaan Riau terus saja mengalami peningkatan. Untuk tahun ini sharing dana antara APBN dan APBD kabupaten jumlahnya hampir berimbang. Bahkan lebih besar APBD kabupaten, apa lagi 2 kabupaten telah terintegrasi, yakni Kabupaten Bengkalis dan Indragiri Hulu, sehingga dananya lebih besar," kata Daswanto, Sabtu (7/3/2014).

Dari data yang di Kantor Konsultan PNPM Mandiri Pedesaan Riau, di Jalan Angkasa, Pekabaru, kabupaten yang paling besar alokasi anggarannya adalah Kabupaten Meranti Rp50 miliar, disusul Kampar Rp16,67 milir, Bengkalis Rp15,42 miliar, Kuansing Rp13,2 miliar, Indragiri Hilir Rp9,08 miliar, Rokan Hulu  Rp8,155 milir, Pelalawan Rp7,06 milir, Indragiri Hulu Rp6,5 milir dan Siak Rp5,78 miliar.

Selain sharing dana dari APBN dan APBD kabupaten, di Provinsi Riau juga terdapat 2 kabupaten yang melaksanakan PNPM Mandiri Pedesaan Integrasi yang mengalokasikan anggarannya murni dari APBD, yaitu Kabupaten Bengkalis  Rp12 miliar dan Indragiri Hulu  Rp18 miliar. Sehingga  total  alokasi anggaran untuk pembangunan di desa-desa melalui PNPM Mandiri Pedesaan sebesar Rp161,865 miliar.


Selain Program PNPM Mandiri Pedesaan, saat ini PNPM MPd juga tengah dititipkan anggaran dari program MP3KI atau master plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia dengan total anggaran sebesar Rp16,411 miliar. Alokasi anggaran ini ditentukan oleh pemerintah pusat dan hanya terdapat di 5 kecamatan Tiga di antaranya terdapat di Kabupaten Meranti, 1 di Kabupaten Pelalawan dan 1 lagi di Kabupaten Kampar.

Koordinator Provinsi Konsultan PNPM Mandiri Pedesaan Provinsi Riau Ir Surya Darma mengatakan, tugas penting sebagai fasilitator yang ditempatkan di seluruh kecamatan yang masuk dalam program PNPM Mandiri Pedesaan adalah untuk menjamin program ini bisa berjalan sesuai dengan prinsip PNPM Mandiri Pedesaan, di antaranya bertumpu pada pembangunan manusia, otonomi, desentralisasi, berorientasi pada masyarakat miskin, partisipasi, kesetaraan dan keadilan gender, demokratis, transparansi dan akuntabel, prioritas dan berkelanjutan.

Bagi mereka yang sungguh-sungguh, akan diberi penghargaan Anugerah Si Kompak Award. Yang diberikan kepada lembaga, pelaku dan pembina PNPM Mandiri Perdesaan terbaik untuk kategori Unit Pengelola Kegiatan (UPK), Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD), Pendamping Lokal (PL) dan Perencanaan Pembangunan Desa (PPD).


"Tugas penting itu harus dilaksanakan dengan pola-pola pemberdayaan, mendidik masyarakat dan melaksanakan alur kegiatan musyawarah yang sudah ditentukan, mulai pra pembangunan hingga pembangunan tersebut diserahterimakan untuk kemudian dilestarikan oleh masyarakat," ujarnya. (Adv).dari berbagai sumber

 


[ Ikuti BeritaKlik.com ]


BeritaKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Riaulink

Gelar Buka Puasa Bersama, IKKKM Bengkalis Santuni 45 Anak Yatim dan Dhuafa

Senin, 16 Maret 2026 - 00:12:20 WIB

BENGKALIS – Ikatan Keluarga Kabupaten Kepulauan Meranti (IKKKM) Bengkalis menggelar buka puasa .

Riaulink

M. Arsya Fadillah Pimpin NasDem Bengkalis, Ketua DPRD Ucapkan Selamat

Rabu, 08 Oktober 2025 - 21:56:51 WIB

MANDAU–Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Septian Nu.

Riaulink

Dipimpin Anak Muda, Sidang Paripurna Hari Jadi Bengkalis Khidmat Penuh Makna

Rabu, 30 Juli 2025 - 09:42:44 WIB

BENGKALIS – Sidang Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-513 Bengkalis berlangsung khidmat dan penuh .

Riaulink

Tingkatkan Kesolehan Sosial, IKKKM Kabupaten Bengkalis Santuni Anak Yatim dan Dhuafa

Selasa, 25 Maret 2025 - 17:28:11 WIB

giat777 loginBENGKALIS-Mengambil momentum.

Riaulink

Bappeda Berbagi Takjil dan Santuni Anak Yatim

Senin, 24 Maret 2025 - 21:30:00 WIB

BENGKALIS- Momentum bulan Suci Ramadhan .

Riaulink

Pantau Kualitas Air Kelompok Ikan Milenial Desa Teluk Papal Berbasis Smartphone

Kamis, 19 Desember 2024 - 08:17:07 WIB

BENGKALIS_Saat ini Inovasi merambah dunia budidaya ikan di Desa Teluk Papal dengan pengenalan Sis.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

SDN Bengkalis Ikuti Video Ensambel Musik Tingkat Nasional

28 Januari 2018
Rilis Video Ratusan Gadis Korban Penculikan Yang Dilakukan Boko Haram
13 Mei 2014
Teroris Buronan Densus 88 Tebar Ancaman Baru Dalam video berdurasi 20 menit
23 April 2014
Terkini +INDEKS
Hukum Taklifi: Kompas Moral dalam Kehidupan Modern
01 Mei 2026
Hukum Taqlifi sebagai Standar Integritas dalam Dunia Kerja
28 April 2026
Kedaulatan Syariat di Balik Layar: Menakar Ulang Hukum Taklifi pada Era Kecerdasan Buatan
23 April 2026
Internalisasi Hukum Taqlifi sebagai Fondasi Pendidikan Karakter
23 April 2026
Rambu-Rambu Mukallaf di Era Otomatisasi: Menjaga Kesadaran Hukum dalam Ruang Siber
21 April 2026
Relevansi Hukum Taqlifi dalam Dinamika Kehidupan Modern
21 April 2026
Transformasi Etika Bisnis: Hukum Taqlifi sebagai Kompas Moral Korporasi
21 April 2026
Manifesto Etika Digital: Menghidupkan Ruh Hukum Taklifi dalam Budaya Siber
16 April 2026
Hukum Taqlifi: Jembatan Menuju Keadilan dan Kemaslahatan Publik
16 April 2026
Navigasi Mukallaf di Tengah Arus Algoritma: Menjaga Integritas Hukum Islam
15 April 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 M. Arsya Fadillah Pimpin NasDem Bengkalis, Ketua DPRD Ucapkan Selamat
  • 2 Awal Mula Huru Hara Skincare di Indonesia
  • 3 CepatNikah.com: Dating Apps Indonesia yang Mempermudah Cari Jodoh Online
  • 4 Cropycoin: Solusi Investasi Kripto Legal dengan Izin Resmi OJK
  • 5 Dipimpin Anak Muda, Sidang Paripurna Hari Jadi Bengkalis Khidmat Penuh Makna
  • 6 Ranperda Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2024 Disahkan, Banggar DPRD Bengkalis Sampaikan Sejumlah Saran
  • 7 Tingkatkan Kesolehan Sosial, IKKKM Kabupaten Bengkalis Santuni Anak Yatim dan Dhuafa

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

BeritaKlik.com ©2020 | All Right Reserved