PILIHAN
FPI Dukung Pemberantasan Tempat Hiburan Maksiat
PEKANBARU - Front Pembela Islam (FPI) Wilayah Provinsi Riau memberikan apresiasi kepada Mabes Polri yang melakukan penggerebekan terhadap tempat hiburan malam 'berbau' maksiat yang masih beroperasi di Pekanbaru.
"Terhadap aparat kepolisian kami memberikan apresiasi yang besar karena melakukan operasi penggerebekan di malam Isra' Mikraj yang seharusnya tidak patut ada maksiat," kata Zulhusni, Kamis (6/5) di Pekanbaru.
Kedepannya, FPI mendesak agar pemerintan daerah lebih ketat lagi mengawasi sejumlah tempat hiburan malam agar tidak menyediakan fasilitas maksiat.
"Jika malam besar agama Islam saja pengelola sanggup mengoperasikan tempat hiburan malamnya dengan penyediaan maksiat, bagaimana dengan malam-malam biasa. Fenomena ini merupakan fenomena buruk bagi daerah yang 'digadang-gadangkan' identik dengan Islam," kata Zulhusni.
Menurut Zulhusni, lokasi hiburan malam yang berada di Pekanbaru, yang 'berbau' maksiat, hampir seluruh sahamnya dimiliki oleh seorang pria keturunan Tionghoa berinisial DH.
"Menurut informasi yang kami ketahui, pemiliki sejumlah tempat hiburan malam diduga menyediakan ruang maksiat itu adalah seorang mualaf. Namun yang paling disayangkan, pengunjungnya rata-rata juga kalangan muslim," kata Ketua FPI Riau, Zulhusni Domo.
Fenomena ini membuat organisasi Islam ini 'geram' dan mengancam akan melakukan aksi paksa guna menertibkan sejumlah tempat hiburan malam tersebut. Diindikasi, sejumlah tempat hiburan malam itu juga diijadikan 'arena' transaksi seks dan peredaran narkotika serta obat-obatan terlarang (narkoba). (cr03)
"Terhadap aparat kepolisian kami memberikan apresiasi yang besar karena melakukan operasi penggerebekan di malam Isra' Mikraj yang seharusnya tidak patut ada maksiat," kata Zulhusni, Kamis (6/5) di Pekanbaru.
Kedepannya, FPI mendesak agar pemerintan daerah lebih ketat lagi mengawasi sejumlah tempat hiburan malam agar tidak menyediakan fasilitas maksiat.
"Jika malam besar agama Islam saja pengelola sanggup mengoperasikan tempat hiburan malamnya dengan penyediaan maksiat, bagaimana dengan malam-malam biasa. Fenomena ini merupakan fenomena buruk bagi daerah yang 'digadang-gadangkan' identik dengan Islam," kata Zulhusni.
Menurut Zulhusni, lokasi hiburan malam yang berada di Pekanbaru, yang 'berbau' maksiat, hampir seluruh sahamnya dimiliki oleh seorang pria keturunan Tionghoa berinisial DH.
"Menurut informasi yang kami ketahui, pemiliki sejumlah tempat hiburan malam diduga menyediakan ruang maksiat itu adalah seorang mualaf. Namun yang paling disayangkan, pengunjungnya rata-rata juga kalangan muslim," kata Ketua FPI Riau, Zulhusni Domo.
Fenomena ini membuat organisasi Islam ini 'geram' dan mengancam akan melakukan aksi paksa guna menertibkan sejumlah tempat hiburan malam tersebut. Diindikasi, sejumlah tempat hiburan malam itu juga diijadikan 'arena' transaksi seks dan peredaran narkotika serta obat-obatan terlarang (narkoba). (cr03)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Dugaan Korupsi APBDes Darul Aman Dilaporkan Warga ke Kejaksaan Bengkalis
BENGKALIS – Dugaan penyalahgunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Darul Aman, Kec.
Menuju Opini Kualitas Tinggi, PUPR Bengkalis Jalani Penilaian Ombudaman
BENGKALIS – Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Riau melakukan penilaian Pelayanan.
Sambangi Warga Suku Akit, KKM ISNJ Bengkalis Edukasi Cegah Pernikahan Dini dan Stunting
BENGKALIS – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Institut Syariah Negeri Junjungan (ISNJ) Ben.
Mahasiswa KKM ISNJ Jadi Dewan Juri Lomba Kebersihan Kelas SDN 20 Bantan
BENGKALIS – Suasana berbeda terlihat di SD Negeri 20 Bantan, Desa Bantan Tengah, Kecamatan Bant.
Dr Rinto Pimpin ICMI Bengkalis dengan Semangat Berpikir, Bertindak, Berdampak
BENGKALIS – Musyawarah Daerah (Musda) III Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi.
ISEI Bengkalis Gelar Pelatihan Penulisan Scopus Berbasis AI, Perkuat Kapasitas Peneliti Daerah
BENGKALIS – Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Bengkalis sukses menyelenggarakan pe.
TULIS KOMENTAR +INDEKS







