PILIHAN
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Menjaga Persatuan dan Kesatuan tak Bisa Ditawar
istimewa
PEKANBARU - Kemerdekaan yang diraih bangsa ini bukanlah suatu pekerjaan dan perjuangan yang mudah, karena itulah Karena itulah, terus menjaga persatuan dan persatuan negeri merupakan suatu hal yang tak dapat ditawar-tawar lagi.
Hal ini disampaikan Dosen Fakultas Hukum Universitas Lancang Kuning, Taufiqul Ulam SAg MHum ketika mensosialisasikan empat pilar berbangsa dan bernegara (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika) di SMAN 4 Pekanbaru, Jumat (19/7) lalu, yang merupakan bagian dari program anggota MPR/DPR RI, Ian P Siagian.
Dalam pemaparannya, Taufiqul menegaskan bahwa persatuan bangsa itu direkatkan dalam empat pilar bernegara. Yaitu, Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhineka Tunggal Ika. Keempat pilar ini tidak bisa dipisah-pisahkan dan harus diketahui oleh seluruh warga negara. Karena itulah MPR/DPR mempunyai program mensosialisasikannya.
Dijelaskannya, pilar yang paling utama dalam negara ini adalah Pancasila. Dasar negara yang dirumuskan antara lain oleh Ir Soekarno, Soepomo dan Muhammad Yamin itu sama sekali tak bertentangan dengan agama. Justru, Pancasila yang digambarkan dalam lambang Garuda itu mengandung berbagai nilai kemanusiaan. Baik itu spiritual, emosional, intelektual dan sosial.
Pancasila mesti dipandang sebagai ideologi bernegara. Karena itu, lima sila yang ada dalam Pancasila tak boleh diubah-ubah. "Kecuali butir-butirnya saja," ungkap Taufiqul.
Ia mengakui, saat ini ada upaya merongrong Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika sebagai pilar bernegara. Contohnya, sekelompok orang yang ingin berupaya memisahkan wilayahnya dari Indonesia, seperti di Papua dan Maluku. Kelompok-kelompok ini dianggapnya sudah mengkhianati perjuangan para pendiri bangsa yang semestinya dihargai.
Yenni Muharni yang menggantikan Ian P Siagian dalam kegiatan itu menegaskan, sosialisasi empat pilar merupakan salah satu bentuk program lembaga tinggi negara tersebut dalam menjaga keutuhan bangsa. Menurutnya, sosialisasi ini dilakukan rutin dan menyasar pada berbagai elemen masyarakat.
Sementara, Kepala SMAN 4 Pekanbaru, Nurhafni MPd menyampaikan apresiasi positifnya terhadap kegiatan ini. Ia berharap, berbagai materi yang disampaikan dalam sosialisasi ini bisa diaplikasikan siswa dikehidupannya. Baik di sekolah, masyarakat maupun keluarga. (mad)
Hal ini disampaikan Dosen Fakultas Hukum Universitas Lancang Kuning, Taufiqul Ulam SAg MHum ketika mensosialisasikan empat pilar berbangsa dan bernegara (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika) di SMAN 4 Pekanbaru, Jumat (19/7) lalu, yang merupakan bagian dari program anggota MPR/DPR RI, Ian P Siagian.
Dalam pemaparannya, Taufiqul menegaskan bahwa persatuan bangsa itu direkatkan dalam empat pilar bernegara. Yaitu, Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhineka Tunggal Ika. Keempat pilar ini tidak bisa dipisah-pisahkan dan harus diketahui oleh seluruh warga negara. Karena itulah MPR/DPR mempunyai program mensosialisasikannya.
Dijelaskannya, pilar yang paling utama dalam negara ini adalah Pancasila. Dasar negara yang dirumuskan antara lain oleh Ir Soekarno, Soepomo dan Muhammad Yamin itu sama sekali tak bertentangan dengan agama. Justru, Pancasila yang digambarkan dalam lambang Garuda itu mengandung berbagai nilai kemanusiaan. Baik itu spiritual, emosional, intelektual dan sosial.
Pancasila mesti dipandang sebagai ideologi bernegara. Karena itu, lima sila yang ada dalam Pancasila tak boleh diubah-ubah. "Kecuali butir-butirnya saja," ungkap Taufiqul.
Ia mengakui, saat ini ada upaya merongrong Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika sebagai pilar bernegara. Contohnya, sekelompok orang yang ingin berupaya memisahkan wilayahnya dari Indonesia, seperti di Papua dan Maluku. Kelompok-kelompok ini dianggapnya sudah mengkhianati perjuangan para pendiri bangsa yang semestinya dihargai.
Yenni Muharni yang menggantikan Ian P Siagian dalam kegiatan itu menegaskan, sosialisasi empat pilar merupakan salah satu bentuk program lembaga tinggi negara tersebut dalam menjaga keutuhan bangsa. Menurutnya, sosialisasi ini dilakukan rutin dan menyasar pada berbagai elemen masyarakat.
Sementara, Kepala SMAN 4 Pekanbaru, Nurhafni MPd menyampaikan apresiasi positifnya terhadap kegiatan ini. Ia berharap, berbagai materi yang disampaikan dalam sosialisasi ini bisa diaplikasikan siswa dikehidupannya. Baik di sekolah, masyarakat maupun keluarga. (mad)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Gelar Buka Puasa Bersama, IKKKM Bengkalis Santuni 45 Anak Yatim dan Dhuafa
BENGKALIS – Ikatan Keluarga Kabupaten Kepulauan Meranti (IKKKM) Bengkalis menggelar buka puasa .
M. Arsya Fadillah Pimpin NasDem Bengkalis, Ketua DPRD Ucapkan Selamat
MANDAU–Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Septian Nu.
Dipimpin Anak Muda, Sidang Paripurna Hari Jadi Bengkalis Khidmat Penuh Makna
BENGKALIS – Sidang Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-513 Bengkalis berlangsung khidmat dan penuh .
Tingkatkan Kesolehan Sosial, IKKKM Kabupaten Bengkalis Santuni Anak Yatim dan Dhuafa
giat777 loginBENGKALIS-Mengambil momentum.
Pantau Kualitas Air Kelompok Ikan Milenial Desa Teluk Papal Berbasis Smartphone
BENGKALIS_Saat ini Inovasi merambah dunia budidaya ikan di Desa Teluk Papal dengan pengenalan Sis.
TULIS KOMENTAR +INDEKS







